Seminggu kemudian.
Hubungan pasangan Ahyeon-Dain sejauh ini masih aman-aman saja. Mereka malah bertambah intens, romantis, dan semakin klop satu sama lain. Bisa dibilang hubungan mereka jauh dari kata masalah, paling hanya pertengkaran-pertengkaran kecil yang terjadi karena ulah jahil Rora, selain itu tidak ada!
Keduanya saling kompak dalam menjaga komitmen. Setiap kali ada kesempatan waktu senggang, mereka pasti akan memilih untuk bertemu, walaupun pertemuannya singkat, namun mereka berdua tetap senang, karena bisa menghabiskan sisa waktu bersama apalagi saat di akhir pekan.
Seperti yang terjadi hari ini, setelah selesai dengan tugas kantornya, Ahyeon berencana mengunjungi kedai demi menemui kekasih pujaannya. Dengan penuh semangat ia membereskan meja kerjanya yang berantakan, agar ia bisa cepat berangkat kesana.
Biarlah ia dikata maruk atau bucin, karena selalu berusaha mencari celah untuk menyambangi gadisnya setiap hari, seolah tak kenal dengan kata bosan. Karena jujur saja, sehari tak bertemu dengan Dain, rasanya benar-benar seperti ada yang kurang.
Rora seakan menjadi obat sekaligus asupan yang wajib Ahyeon konsumsi agar gooodmood-nya tak menurun. Sebab selama seminggu lebih ia dan Dain menjalin kasih, sepanjang itu pula Ahyeon selalu merasa bugar dan merasa lebih produktif dalam bekerja.
Harus ia akui bahwa kehadiran Rora betul-betul mengubah sebagian besar hidup Ahyeon. Gadis itu seolah membawa banyak hal positif yang membuat hari-hari sang direktur menjadi lebih berwarna.
Usai berberes, Ahyeon melirik arloji ditangannya. Saat ini jam telah menunjukkan pukul 17:35 KST, ia sudah menyimpan seluruh berkas-berkas pentingnya sejak 10 menit yang lalu, ruangannya kini sudah kembali rapi dan ia bisa "berkencan" dengan tenang.
Dengan langkah cepat Ahyeon segera keluar dari area kantornya dan mengirim satu pesan singkat terlebih dahulu kepada Dain agar kekasihnya tersebut tau bahwa ia akan datang.
Tapi sebelum Ahyeon bergerak menuju kedai, sang direktur tiba-tiba memiliki ide untuk mampir ke sebuah toko bunga. Entahlah, ia juga heran mengapa ia ingin mampir ke tempat ini, semacam ada dorongan yang membuatnya ingin membelikan sebucket bunga tulip untuk gadisnya.
Karena semenjak mereka resmi jadian, Ahyeon merasa belum pernah bersikap romantis meski sebenarnya Dain tak memerlukan perlakuan seperti itu dari Ahyeon.
Rora lebih suka hubungan mereka diisi dengan hal-hal yang lebih santai, seperti vibes antara seorang sahabat namun tetap serius menjaga intensitas dengan saling melakukan physical touch, bertukar cerita tentang keseharian mereka, lalu dibungkus dengan kalimat yang lebih mesra layaknya hubungan romansa pasangan pada umumnya.
Tak perlu diberikan bunga-bunga, dihadiahi banyak barang atau melakukan sesuatu yang berlebihan hanya untuk membuktikan bahwa Ahyeon sangat mencintainya. Dain samasekali tak membutuhkan itu semua.
Maklum, meskipun Dain memutuskan berkencan dengan Ahyeon, tapi sifat anti-romantic nya itu masih tetap menyisa. Rora lebih suka menunjukkan sisi manisnya terhadap Ahyeon dengan mengajak wanitanya itu jajan ke festival makanan, masak bersama, atau sekedar jalan-jalan ke tempat yang belum pernah mereka kunjungi. Just simple!
Terlalu sederhana memang, namun sebenarnya hal tersebut sangat relate dengan usianya yang masih remaja, apalagi ini adalah pengalaman pertamanya menjalin kasih dengan seseorang, wajar jika Rora ingin gaya pacarannya bersama Ahyeon dalam taraf yang aman dan normal-normal saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
CheeZe CaKe
FanfictionBerawal dari pertemuan yang tak disengaja antara 2 gadis yang berbeda latar belakang disebuah kedai. Karena Cheesecake gratis, tanpa sadar keduanya kian dekat hingga terjalinlah sebuah ikatan yang tak pernah mereka duga sebelumnya.
