Planing

471 47 123
                                        

Keesokan Harinya.

"Mwoya? Jadi unnie bertemu dengan Asa dan Chiqi untuk membicarakan kejutan ulang tahun Dain?" Kaget Ahyeon setelah mendengar pengakuan sang asisten.

Saat ini ia dan sekretarisnya sedang berada di kantin kantor untuk menyelesaikan sesi lunch bersama, seraya melanjutkan pembahasan semalam mengenai pertemuan pribadi sang sekretaris dengan kedua anggota genknya di cafe sepulangnya Joy dari kantor.

"Ne Sajangnim, mereka berencana untuk memberikan kejutan ulangtahun di pantai. Kata Chiqi, Dain pernah bilang kalau ia sangat ingin merayakan hari ulangtahunnya di pantai, tapi belum pernah kesampaian hingga sekarang.. itu sebabnya Chiqi mencetuskan ide untuk membuat pesta kejutan disana" Ungkap Joy memberitahu.

"Uhuk-uhuk, mwo? P-pantai?" Ahyeon terbatuk usai mendengar kata Pantai. Pikirannya langsung ke trigger, mengingat ulang moment manisnya bersama Rora kemarin malam di tempat tersebut.

Saking senangnya, ia dan Dain sampai pulang cukup larut, sekitar jam 10-an malam. Mereka menghabiskan banyak waktu disana dengan melakukan berbagai deeptalk, ber-romantis ria sambil memakan beberapa menu dan camilan yang sengaja Dain buat sebelum keduanya pergi merayakan hari anniversary mereka yang ke 4 bulan.

Bisa dibilang, moment tersebut adalah moment intens terbaik yang pernah ia ciptakan dengan gadis kesayangannya sepanjang hubungan mereka terjalin. Tapi sampai detik ini, Ahyeon belum menceritakan tentang kejadian semalam pada sang sekretaris.

Bukan ia tak ingin membagi cerita menyenangkan yang terjadi antara ia dan Rora seperti yang sering ia lakukan bersama sang asisten dalam beberapa waktu terakhir. Hanya saja, topik mengenai Joy dengan anggota genk nya jauh lebih penting untuk dibahas sekarang ini.

"Unnie masih ingat kan soal ucapanku tentang menjadi pasangan yang payah?" Balas Ahyeon dengan ekspresi sendu.

Joy sontak menaikkan atensinya setelah mendengar jawaban sang direktur. Sekaligus merasa heran, mengapa raut wajah Ahyeon tampak sedih seperti tak bersemangat membahas topik mengenai kekasihnya.

"Uhm unnie masih ingat, tapi mengapa Sajangnim berkata seperti itu? Apa kalian berdua punya masalah? Kalian bertengkar?" Tanya Joy hati-hati.

"Anni, aku dan Dain baik-baik saja un.."

"Lalu?"

Ahyeon tak langsung menjawab, ia menghela nafas berat sambil mengaduk-aduk jus jeruk yang ada dihadapannya.

"Aku keterlaluan karena tidak ingat kalau 5 hari lagi adalah tanggal ulangtahun Dain. Yang ku ingat hanya tanggal jadian kami, bukan hari kelahirannya. Sekarang aku paham mengapa Chiqi melarang unnie untuk cerita pada Dain mengenai pertemuan kalian semalam sore, karena Chiqi tak mau rencana untuk menghadiahi sahabatnya terendus dan tak jadi kejutan lagi andai Dain tau rencana mereka.." ucapnya dengan nada kecewa.

"Nde? Jadi Sajangnim benar-benar tidak tau jika tanggal 14 nanti Dain berulangtahun?"

Lagi-lagi Ahyeon membuang nafas berat, ia mengangguk pelan sebagai respon dari keterkejutan sang sekretaris.

"Aku samasekali tidak tau un.. aku pasangan yang sangat payah bukan?" Sang direktur menunduk, selera makannya kontan menghilang.

Bagaimana ia bisa makan dengan lahap dan tenang seperti biasa, jika ia baru saja mengalami gejolak perasaan bersalah yang membuatnya langsung down seketika.

Ahyeon merasa gagal menjadi sosok pasangan yang layak. Padahal ia selalu dielu-elukan sebagai kekasih terbaik dan sempurna oleh Rora, namun pada kenyataannya? Jauh Panggang dari Api. Apa yang terjadi di kenyataan samasekali tak sesuai dengan ekspektasi dan harapan.

CheeZe CaKeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang