"Bagaimana dengan makanannya, unnie suka?" Dain memulai obrolan setelah melihat pacar dewasanya menyuap sesendok Galbitang yang dicampur dengan nasi.
Ahyeon mengangguk antusias. Mulutnya yang penuh sibuk mengunyah dengan ekspresi berseri-seri, menandakan bahwa ia sangat menikmati hidangan yang baru saja ia cicipi.
"Sangat enak sayang.. katakan pada unnie apa kau yang membuatnya sendiri atau dibantu oleh bibi Kim?" Balas sang direktur usai makanannya habis ia telan. Lalu mengambil nasinya kembali untuk mengulang suapan yang kedua.
Rora tertawa kecil, merasa bahagia dengan reaksi yang ditunjukkan Ahyeon "Aku membuatnya sendiri untuk rasa dan juga platingan-nya, tapi untuk beberapa bahan, bibi Kim yang membantuku untuk mendapatkannya. Stok bahan makanan yang aku butuhkan kebetulan tidak tersedia didapur-mu unnie, jadi aku meminta tolong pada bibi Kim untuk membeli bahan makanan yang tidak ada"
"Jeongmal? Ah unnie rasa sudah 3 mingguan mommy tidak pergi belanja, makanya stok bahan makanan sudah pada habis. Sungguh kau memasak semuanya sendiri chagiya? Jadi, sejak kapan kau datang kerumah unnie untuk menyiapkan ini semua?"
Dain menghentikan aktivitas makannya sejenak, mengerutkan dahinya seraya mengingat-ngingat secara detail, tentang agenda kedatangannya ke hunian keluarga Jung demi menuntaskan seluruh misinya.
"Kalau tidak salah, mungkin sekitar jam 3 sore"
"Jinjja? Jam 3 sore? Kau stay disini dari sore sampai menunggu unnie pulang dari kantor? Berarti kau menunggu unnie sekitar 4 jam lamanya? 4 jam untuk menyiapkan semua ini sendirian?" Ahyeon melotot, mulutnya yang menggembung membuat bentuk wajahnya terlihat sangat menggemaskan, mirip dengan seekor kelinci.
"Aigooo.... telan dulu makanannya sayangku, nanti kau tersedak" Rora mengusap ujung bibir Ahyeon dengan ibu jarinya, meluapkan rasa gemas dengan menoel dagu sang direktur yang masih gencar mengunyah.
Ahyeon tersipu, pipinya kontan memerah mendapat segenap perhatian manis dari sang kekasih pujaan "Mian, apa unnie terlihat Rakus?"
"Anniya, itu wajar!"
"Nde? Wajar bagaimana? Unnie terlihat sangat rakus dan terus menyuapkan makanan ini tanpa henti"
"Itu wajar sayang, tidak ada yang salah dengan perilakumu. Unnie makan dengan lahap karena 1 masakanku enak, kedua karena unnie sedang lapar. Justru aku senang melihatmu antusias dengan hidangan yang ku sajikan, yaaa meskipun sudah agak dingin, tapi melihatmu makan dengan semangat, rasa lelahku menyiapkan semuanya seakan terbayar lunas!" Gemas Dain seraya mengacak pucuk kepala sang pacar dewasa.
"Hehehe... ne, kau benar chagiya. 2 alasan mutlak yang memang tidak bisa dibantah! Kau harus bertanggungjawab jika perut unnie berubah melar karena terlalu banyak menampung semua makanan ini"
"Geureom, aku akan bertanggungjawab. Jika benar perutmu melar, aku akan mengajakmu olahraga besok pagi, lalu setelah olahraga bersama, aku akan membuatkanmu menu sarapan yang enak-enak agar unnie kembali makan dengan lahap" goda Rora menaik-turunkan alisnya yang langsung disambut dengan pelototan sang direktur.
"Yah, itu namanya sia-sia! Percuma mengajak olahraga kalau ujung-ujungnya kau membuat unnie gendut lagi"
"Kkkk~ no no no, itu namanya strategi sayang. Strategi agar kau selalu menempel padaku. Dengan disogok makanan enak, kau akan selalu mengingat dan merindukanku setiap kali kita tidak bersama. Kau tau, semacam uhmm..... pelet alami"
Keduanya tertawa bersama. Guyonan Rora menambah keseruan acara dinner mereka yang terlihat meriah meski hanya sedang berdua.
Ahyeon pun beranjak sebentar dari kursinya untuk menjewer telinga gadis nakalnya itu.
"Strategi, strategi! Strategi agar unnie terlihat jelek karena naik berat badan huh? Kalau unnie tak menarik lagi secara penampilan, kau bisa kabur nanti" pungkas Ahyeon misuh-misuh.
KAMU SEDANG MEMBACA
CheeZe CaKe
Fiksi PenggemarBerawal dari pertemuan yang tak disengaja antara 2 gadis yang berbeda latar belakang disebuah kedai. Karena Cheesecake gratis, tanpa sadar keduanya kian dekat hingga terjalinlah sebuah ikatan yang tak pernah mereka duga sebelumnya.
