Di Kediaman Keluarga Jung
Ahyeon kini tengah bersiap untuk pergi tidur. Sudah menjadi kebiasaannya, sebelum ia melelapkan diri ke tempat peraduannya, ia pasti menyempatkan waktunya sebentar untuk menelpon gadis kesayangannya.
Bertukar kata selamat malam beserta dengan ciuman pengantar tidur seolah menjadi rutinitas wajib diantara keduanya selama beberapa minggu terakhir ini.
Entah siapa yang memulai lebih dulu, namun intinya, aktivitas baru tersebut telah menjadi agenda penutup yang sama-sama mereka butuhkan sebelum menyambut hari esok, berharap segalanya masih berjalan lancar, baik untuk pekerjaan mereka, ataupun untuk hubungan mereka kedepannya.
Setelah menelpon kekasihnya selama kurang lebih 5 menit, Ahyeon langsung naik ke atas kasurnya. Tubuhnya benar-benar sangat lelah hari ini. Padahal ia makan dengan teratur dan mendapat asupan energi dari kekasihnya sore tadi, namun entah mengapa, rasa lelahnya tak kunjung berkurang.
Ahyeon merasa badannya pegal-pegal dan area tengkuknya juga terasa agak berat. Gara-gara hal itu ia jadi lembur 30 menit di kantor, kelelahan fisik membuat fokusnya langsung berkurang seketika. Padahal ia harus segera menyelesaikan beberapa dokumen penting untuk keperluan meeting sang Daddy yang akan dijadwalkan pada lusa nanti.
Mendapati kondisinya yang seperti ini, tampaknya Ahyeon benar-benar harus mengikuti ide dari kekasihnya. Memiliki seorang asisten pribadi bisa sangat membantunya selama bekerja. Lagipula Dain telah memberikannya izin bukan?
Toh kalau ia mempunyai sekretaris, Ahyeon bisa memiliki lebih banyak waktu bersama Dain, karena secara otomatis, tugas-tugasnya dikantor bukan ia sendiri lagi yang menghandle melainkan ada bantuan dari sekretarisnya.
Sebenarnya saran dari sang Appa dan Dain merupakan win win solution yang sangat menguntungkan baginya. Jadi tidak ada alasan untuk menolak seperti sebelumnya karena Ahyeon sendiri juga sangat membutuhkannya.
Anggaplah ini sebuah jalan tengah yang memberikan sang direktur peluang besar agar ia bisa mendapatkan lebih banyak quality time bukan hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk Dain.
Sudah sejak lama Ahyeon berkeinginan membawa Dain pergi berkencan ke suatu tempat, menghabiskan waktu sepanjang hari atau kalau perlu mereka berlibur dan menginap bersama. Tapi karena tugas yang ia emban terlalu banyak di kantor, boro-boro bisa mewujudkan impiannya tersebut, mengajak kekasihnya pergi ke pasar malam saja sulitnya minta ampun.
Disaat Ahyeon masih sibuk dengan pikirannya untuk mempertimbangkan persoalan ini, tiba-tiba saja pintu kamarnya diketuk.
Ia yakin jika seseorang yang berada dibalik pintu itu tak lain adalah ibunya. Siapa lagi yang berani mendistraksi jam istirahatnya kalau bukan mommy nya sendiri. Meski sudah letih dan mengantuk, Ahyeon memutuskan untuk beranjak dari kasurnya dan segera membukakan pintu.
Ceklek...
Benar saja, setelah daun pintu terbuka, tampaklah sosok Hyo Joo yang sedang mengulas senyumnya. Seperti sebuah senyum tidak enak hati karena telah mengganggu waktu sang anak yang seharusnya Ahyeon sudah terlelap sekarang.
"Apa kau sudah tidur sayang? Mommy boleh bicara sebentar?"
Ahyeon mengangguk sambil menguap, wajahnya kelihatan tak bisa menahan rasa kantuknya lagi. Namun ia tetap mempersilahkan sang ibu untuk masuk.
"Ada apa mom? Apa ada hal penting yang ingin mommy bicarakan? Kenapa tidak menunggu besok pagi saja?" Tanya Ahyeon to the point sesaat setelah ibunya ikut duduk bersamanya di ujung ranjang.
"Kau kelihatan sangat lelah sayang, apa pekerjaan dikantor sebanyak itu?"
"Apa terlalu kentara mom?"
Hyo Joo mengangguk, ia membelai pipi sang anak yang tampak sedikit tirus. Raut wajahnya berubah cemas saat mengetahui kondisi putri kesayangannya seperti orang yang kurang istirahat.
KAMU SEDANG MEMBACA
CheeZe CaKe
FanfictionBerawal dari pertemuan yang tak disengaja antara 2 gadis yang berbeda latar belakang disebuah kedai. Karena Cheesecake gratis, tanpa sadar keduanya kian dekat hingga terjalinlah sebuah ikatan yang tak pernah mereka duga sebelumnya.
