How Can You Do This (2)

424 62 73
                                        

"Tidak unnie aku serius hikss... Ayo kita akhiri hubungan ini!!"

"ANDWAE!!" Ahyeon berdiri dari duduknya dengan mata menyalak. Mengeluarkan seluruh kemarahan, kekecewaan, sakit dan rasa tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.

Bagaimana mungkin Dain melontarkan sebuah kalimat yang sebelumnya sudah sama-sama mereka sepakati untuk tidak mengatakannya, apapun yang terjadi pada hubungan mereka kedepan.

Tapi faktanya? Semua terasa bagaikan omong kosong belaka!

Bagaimana bisa Rora berpikir untuk datang menemuinya pada pagi-pagi buta, hanya demi memintanya mengakhiri hubungan asmara yang sudah susah payah mereka bangun bersama.

Ada apa dengan Dain, mengapa gadis itu bisa dengan mudahnya menyerah dalam memperjuangkan kisah cintanya seperti ini?

Sudah sebanyak dan sekeras apa Dareum mempengaruhi adiknya hingga Rora rela melepaskan wanita yang dicintainya?

Beragam pertanyaan menggerogoti isi kepala Ahyeon sampai ia tak mampu lagi berpikir jernih. Segalanya menjadi semakin terasa rumit untuk bisa ia pahami dengan logika normal.

Benar-benar tidak masuk akal!

"Apa semua ini karena laki-laki brengsek itu huh? Karena dia kau tega melupakan janjimu sendiri, janji yang telah kau sanggupi didepan orangtuaku secara sadar, janji yang bahkan sudah kau ucap berulang-ulang, mengapa kau melakukan semua ini padaku Lee Dain? WAE? Apa yang kurang dari semua pengorbananku selama ini?! Mengapa dengan mudahnya kau meminta untuk mengakhiri hubungan kita hanya karena kau tau pria yang kau sebut sebagai kakak itu menyukaiku? WAEEE?!" Sang direktur berteriak didepan wajah Dain dengan nada frustasi.

Air matanya berderai tanpa henti demi meluapkan seluruh emosi yang tengah mendera hati dan jiwanya saat ini.

Pasangan mana yang rela melepaskan kekasih yang amat dicintainya hanya karena kehadiran pihak ketiga yang bahkan pihak tersebut datang tanpa diundang.

Hubungan mereka yang tadinya baik-baik saja, aman-aman saja, hangat dan cenderung harmonis tanpa kendala, tiba-tiba harus berubah 180° hanya dalam waktu satu hari.

Ya, hanya dengan waktu satu hari!
Cukup dengan waktu sesingkat itu, hubungan manis pasangan ini harus kandas ditengah jalan dengan cara berpisah yang tergolong memilukan.

Permasalahan yang bahkan lebih parah ketimbang masalah mereka dengan Asa dulu.

"Mianhae unnie... hikss nomu mianhae...." Dain mengiba didepan Ahyeon. Kedua tangannya merapat seakan sedang meminta sebuah pengampunan atas keputusan sepihak yang ia lakukan.

Sang direktur menggeleng, ia meremas kuat kedua bahu Rora yang bergetar. Berusaha menyadarkan kekasihnya untuk menarik kembali kalimat yang baru saja diutarakannya.

"Kau tidak bisa seperti ini Dain-ah, kau tidak boleh meninggalkanku! Katakan padaku apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu merubah pikiranmu? Jebal hanya untuk sekali ini saja tolong berpihak lah pada hubungan kita..."

Rora menangis sesenggukan, mulutnya terkunci rapat, ia samasekali tak dapat menjawab ucapan Ahyeon meski hatinya meronta ingin mengiyakan permintaan tersebut.

Yang terucap dari mulutnya hanya kata maaf dan maaf, dibarengi dengan raut wajahnya yang begitu nelangsa, memperlihatkan ketidak-berdayaan yang nyata.

"Aku minta maaf unnie... aku benar-benar minta maaf. Mian karena aku tidak bisa menepati janjiku hikss... aku memang jahat, aku tidak layak mendapat cinta dari seseorang yang begitu tulus sepertimu.. tolong ampuni aku" Dain terisak sambil menunduk, mengepalkan kedua tangannya yang lemas sekuat yang ia bisa.

CheeZe CaKeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang