I'll Show You My Love (Obvious 2)

534 47 38
                                        

Setibanya di perbatasan tangga, Dain menurunkan Ahyeon dari gendongannya. Dengan gerak perlahan ia memposisikan tubuh Ahyeon tepat dihadapannya.

Bukan Rora tak kuat membawa sang direktur naik ke lantai 2, hanya saja, ada satu hal yang harus ia sampaikan sebelum mereka benar-benar masuk ke dalam arena kamar yang sudah ia bentuk sedemikian rupa.

"Sesuai janji, aku hanya akan menggendong unnie sampai di perbatasan tangga saja" ucap Rora sesaat setelah Ahyeon ia turunkan.

Sang direktur berdehem menguarkan kecanggungan. Saat mereka masih berada diluar, Ahyeon yang tadinya sok menolak, sok memberontak ketika Dain menawarkan diri untuk menggendongnya dengan alasan takut gadis itu terpeleset, mendadak berubah haluan.

Ia merasa moment manis dalam sesi gendong-menggendong tadi terasa amat sangat kurang. Nyatanya, setelah Rora menurunkannya, ada semacam perasaan tak rela yang tercetak di hati Ahyeon secara tiba-tiba.

Ia merasa kehilangan kesempatan untuk bermanja-manja ria seperti saat dirinya berada dalam gendongan sang mantan.

Jujur saja, ia ketagihan dengan godaan gadis itu, ia ketagihan dengan cara Rora mencuri banyak ciuman pada area kepala dan keningnya, dan ia juga ketagihan dengan bau wangi tubuh Dain, dimana Ahyeon bisa dengan leluasa menghirup bau tubuh sang mantan, langsung dari permukaan kulitnya tanpa penghalang.

Dalam hati ia menggerutu, mengapa Dain terlalu cepat melajukan langkahnya, hingga tanpa terasa mereka sudah berada di area yang gadis itu janjikan.

Baru juga 5 menit 🙄

Namun Ahyeon terlalu gengsi untuk meminta Rora agar melanjutkan gendongannya sampai ke lantai atas dan jangan berhenti hanya di perbatasan tangga seperti ini.

Ahyeon takut jika ia mengutarakan keinginannya, gadis muda tersebut malah meledeknya karena ternyata Ahyeon sendiri yang merasa ketagihan dengan intensitas yang sebelumnya dicanangkan oleh Rora.

Bisa hancur imagenya jika sampai itu terjadi. Dibalik euforia moment intens yang sedang berlangsung, disisi lain Ahyeon harus benar-benar mampu mengelola sikap dan perasaannya agar ia tak terlihat terlalu pasrah dengan keadaan.

Ahyeon tak mau moment yang harusnya dibungkus dengan cara-cara manis, lembut dan sakral malah terdistraksi perkara ledekan Rora yang mengatainya labil atau agresif.

No no no! Ahyeon harus tetap terlihat elegan layaknya wanita mahal yang sulit untuk diluluhkan meskipun ia sendiri yang sudah menawarkan jalan. Ia harus memberi pelajaran pada gadis itu terlebih dahulu agar Rora tak lagi berani macam-macam seperti kejadian yang lalu-lalu.

"Ekhem..... bukankah kau bilang ada kejutan lain yang sudah kau siapkan?" Balas Ahyeon sok tenang. Padahal hatinya tengah berdebar tak karuan, ia penasaran dengan isi kepala Rora yang kini tampak sedang berpikir keras.

"Uhmm...... begini unnie. Aku sudah beberapa kali datang ke rumah ini. Dan yang aku tau, ada beberapa kamar mandi yang terletak di lantai bawah"

Sang direktur manut-manut "Lalu? Ada apa dengan itu?"

Dain menyengir "Bisakah unnie mandi dikamar mandi yang ada dilantai bawah saja sebelum kita masuk ke kamar pribadimu?"

Alis Ahyeon bertaut.
"Memangnya kenapa jika unnie mandi dikamar mandi atas?" Pancingnya.

Rora menggaruk tengkuknya yang tak gatal, menampilkan cengiran tanda kepolosan "Aku ingin kita masuk ke kamarmu dalam keadaan sama-sama sudah mandi dan bersih. Kita bisa menggunakan kamar mandi yang ada di lantai bawah, sebelum melanjutkan kencan kita secara utuh diatas.." balasnya lugu.

Mendengar alasan Dain, kedua pipi Ahyeon memanas.
Kalimat terakhir yang digelontorkan Rora berhasil membuat tubuh Ahyeon diterpa gejolak hebat yang entah mengapa membuatnya jadi salah tingkah sendiri.

CheeZe CaKeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang