Demam

574 60 59
                                        

Keesokan Harinya.

Semua berjalan normal seperti sediakala, Ahyeon dan Joy bekerja dengan suasana tenang dan aman tanpa ada lagi pemandangan para karyawan yang berani menggosipkan mereka seperti hari-hari sebelumnya.

Ternyata genk centil yang sempat ia tegur kemarin merupakan pegawai yang amanah, setelah kejadian mereka bertiga diinterogasi akibat lancang merayu kekasihnya, Mijoo, Sana dan Natty benar-benar menyampaikan pesan Ahyeon agar semua anak buahnya tak lagi menyebarkan rumor konyol tentang dirinya dan sang asisten.

Dan kemungkinan besar, ketiga karyawan centilnya itu juga memberitahu seluruh penghuni kantor bahwa gadis muda yang beberapa kali mereka lihat datang kesini adalah kekasih resminya.

Benar kata Dain, dengan adanya kejadian kemarin, gosip ngelantur yang diciptakan anak buahnya secara otomatis pasti akan menghilang, dan Rora juga bisa menyambangi kantornya dengan perasaan nyaman dan leluasa, sebab semua pegawainya sudah tau tentang siapa statusnya.

Jadi tak ada drama-drama pegawainya yang berani merayu Rora lagi seperti yang dilakukan para anggota genk centil.

Saat ini jam telah menunjukkan pukul 16:37 KST. Sebentar lagi jam kantor usai, hanya tinggal menyiapkan satu berkas lagi, maka Ahyeon dan Joy bisa pulang.

Karena mengejar tugas, sang direktur hanya bertukar pesan sesekali dengan Rora. Menanyakan bagaimana kabarnya hari ini, sudah makan atau belum, yaaa hal-hal basic percakapan antar pasangan. Ahyeon sengaja tak terlalu melakukan conversation lewat chatting agar ia bisa pulang tepat waktu.

Dan seperti yang menjadi kebiasaannya, setelah pulang dari kantor, dirinya akan selalu menyempatkan diri untuk mampir ke kedai, melepaskan segenap rindunya seolah mengisi absensi pertemuannya hari ini dengan sang pujaan hati.

"Joy unnie, apa kau ingin ikut denganku ke kedai sepulang dari sini?" Tanya Ahyeon membuka percakapan, saat ini asistennya sedang berada semeja dengannya, mengecek beberapa dokumen yang akan mereka gunakan untuk pekerjaan besok.

"Maaf Sajangnim hari ini aku ada agenda membawa eomma pergi ke rumah sakit" balas Joy dengan nada tak enak hati, ia memusatkan atensinya sejenak pada sang boss, lalu kembali memeriksa berkas-berkasnya.

"Mwoya? Apa Ahjumma Park sakit?"

Joy menggeleng "anniya, hanya memeriksa kesehatannya saja. Sudah lama eomma tidak melakukan check up sejak Yongsan meninggal, jadi buat jaga-jaga saja, siapa tau eomma punya penyakit jadi bisa segera ditangani kalau memang ada" Jelasnya.

Ahyeon manut-manut "Kalau perlu apa-apa unnie katakan saja padaku ne? Jangan sungkan-sungkan, sekarang ini kita sudah menjadi keluarga, jadi apapun yang unnie dan ahjumma butuhkan, kami akan selalu bersedia membantu" ucapnya tulus yang langsung dihadiahi sebuah pelukan dari sang sekretaris.

"Gomawoyo, unnie benar-benar tidak tau harus mengucapkan terimakasih dalam bentuk apa demi membalas kebaikan keluarga kalian. Unnie sangat-sangat bersyukur karena Tuhan mempertemukan kita semua.. sekali lagi terimakasih banyak Sajangnim" balasnya dengan mata berkaca-kaca.

Ahyeon yang mendapat pelukan dari wanita yang sudah ia anggap sebagai kakaknya itu hanya bisa membalas dengan mengusap punggung Joy.

"Kami juga bersyukur karena mendapat kesempatan untuk menjadi bagian dari hidup unnie dan Ahjumma. Jangan berterimakasih padaku, kalian berhak mendapatkan semua ini setelah apa yang sudah keluarga kalian alami. Dan jika unnie ingin membalas kebaikan kami, cukup bekerja dengan baik dan berbahagialah selalu. Dampingi aku dan Dain sebagai adikmu, setuju?"

Joy tersenyum, ia mengulurkan tangannya untuk berjabatan dengan Ahyeon sebagai isyarat bahwa ia setuju dengan penawaran sang direktur "DEAL!! Aku akan mengabdi pada keluarga kalian dan juga perusahaan ini seumur hidupku..."

CheeZe CaKeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang