"Wanna Swim with Me, My Hanin?" Ucap Dain sambil memberikan tatapan dalamnya. Gadis bermarga Lee menelisik netra sang direktur yang masih diam terpaku, samasekali tak berkedip selama beberapa detik.
Deg deg deg
Tak ada jawaban yang keluar dari mulut Ahyeon selain hanya suara degupan jantungnya yang begitu berisik di dalam sana.
Ia berharap Rora tak mendengarnya, namun suasana terlalu hening, entah mengapa tak ada satupun hal dari alam yang dapat mendistraksi moment malam ini, bahkan angin lembut pun tak menyapa untuk sekedar mampir.
Alam seolah tau dan mendukung, bahwa apa yang terjadi malam ini hanya tentang dan antara mereka berdua saja, jangan ada yang lain!
Saking berdebarnya, Ahyeon takut suara detak jantungnya membuat Dain semakin gencar menggodanya andai gadis muda tersebut berhasil mendapati betapa kacaunya gelora yang Ahyeon punya saat ini.
Tidak mengeluarkan keringat dingin saja sudah untung! 😳
Melihat sang direktur yang diam saja, Dain kembali memajukan wajahnya. Bibirnya ia arahkan tepat didepan telinga kanan Ahyeon yang meskipun suasana sudah malam, namun Rora dapat melihat secara jelas, kedua daun telinga milik Ahyeon benar-benar memerah, mirip kepiting rebus.
"Can I....." bisik gadis muda itu lagi. Suaranya bahkan jauh lebih lirih seolah-olah Dain sedang meniup lubang telinga sang direktur.
Rora sengaja tak melanjutkan kalimatnya, memberi kesan ambigu bagi Ahyeon yang kini tengah meremas kuat ujung kain kemejanya.
Ujian macam apa ini?
Ahyeon tak tau arti kalimat kedua yang diutarakan Rora mengarah kemana? Apakah gadis itu sedang mengulang permintaannya yang mengajak Ahyeon berenang bersamanya, atau mungkin ada hal lain yang dimaksudkan?
Ahyeon tak tau!
Ia terlalu gengsi untuk bertanya, ia takut membalas tatapan maut sang mantan dan membuat Dain lebih leluasa mengobservasi wajah malunya yang kini sedang terpampang nyata.
Ahyeon tak sanggup jika harus terlihat begitu lemah yang padahal mereka baru berinteraksi kurang dari 10 menit. Waktu yang terbilang singkat.
Tapi siapa yang mampu bertahan dalam menghadapi godaan dari seorang gadis paling attractive seperti Rora?
Jangankan membalas tatapannya, merasakan deru nafasnya saja Ahyeon langsung merinding sebadan-badan. Entah mengapa, Dain selalu terlihat mudah dalam menggoyah imannya, menggugah hasratnya.
Ahyeon sampai dibuat lupa bahwa mereka masih berstatus sebagai mantan. Harusnya mereka lebih tau diri untuk saling menjaga batasan.
Harusnya sekarang ini Ahyeon sedang mengamuk pada gadis tersebut. Kedatangan Rora yang tiba-tiba tanpa memberikan kabar apapun mestinya membuat Ahyeon memarahinya, namun kenyataannya?
Jangankan mendumel atau melakukan protes besar-besaran, sekedar memasang ekspresi kesal saja pun tak bisa.
Apa yang terjadi saat ini malah KEBALIKANNYA!
Ahyeon terlihat begitu pasrah, begitu terpana, seluruh kemarahan dan kekesalan yang bertumpuk seharian ini seakan luruh, pergi menguar entah kemana.
Adegan kemunculan Dain dari balik permukaan air kolam renangnya seolah menjadi obat rindu paling mujarab, yang mampu mengusir seluruh bentuk emosional yang ada pada diri Ahyeon di detik itu juga.
Damn!
This is what's called love, right? Yang terlihat mudah, ternyata sulit, begitupun sebaliknya. Kerja Logika betul-betul tidak berlaku disini.
KAMU SEDANG MEMBACA
CheeZe CaKe
FanfictionBerawal dari pertemuan yang tak disengaja antara 2 gadis yang berbeda latar belakang disebuah kedai. Karena Cheesecake gratis, tanpa sadar keduanya kian dekat hingga terjalinlah sebuah ikatan yang tak pernah mereka duga sebelumnya.
