Purpose 🦋🐼

446 50 23
                                        

"Jung Ahyeon, will you be a partner of my best life? For today, tomorrow, and forever, will you be mine completely?" Ungkap Rora menyatakan perasaannya.
Tatapannya sendu, sarat akan rasa tulus yang tak terbantahkan.

Ahyeon yang mendengar pernyataan Dain tentu tak mampu menahan airmata harunya.

Mulutnya tak bisa membalas apa-apa, ia terlalu speechless hingga kesulitan untuk merespon. Yang dapat ia lakukan hanya mengangguk menggunakan kedipan mata yang berulang, mengiyakan tanpa berpikir alih-alih melakukan pertimbangan.

That's what is called reflex.

Ucapan sakral sang gadis yang kini sedang berlutut dihadapannya membuat Ahyeon kehilangan kewarasannya.

Mengapa jadi setiba-tiba ini? Apa benar ini nyata? Atau mungkin hanya sebuah khayalan semata? tapi jika memang ini cuma halusinasi, visualisasinya terlalu real untuk dikatai sebagai delusi. TIDAK MUNGKIN!

Ahyeon tak sebodoh dan se-naif itu untuk menyangkal. Lagipula ia tidak sedang mabuk atau semacamnya, jadi tidak mungkin ia berkhayal cuma perkara terbawa suasana.

But this moment? aaarrrrgghhh 😫

Haruskah ia berteriak sejadi-jadinya? Apa terdengar memalukan jika ia melakukan hal semacam itu?

Sang direktur bukannya tak percaya dengan apa yang tengah terjadi, hanya saja, otaknya masih belum dapat mencerna untuk sekedar meyakini bahwa ini semua masuk akal.

Karena menurutnya, statement yang digaungkan Rora barusan benar-benar diluar dari apa yang Ahyeon perkirakan.

Just like, HOW CAN?

Bagaimana bisa gadis semuda Dain memiliki nyali sebesar itu?

Awalnya, Ahyeon mengira kedatangan Rora ke rumahnya tak lain hanya untuk menepati janjinya saja. Memberikan kejutan istimewa, membungkusnya dengan beragam hal manis sebelum akhirnya gadis itu masuk kepada tahap inti, menyatakan confess demi meminta Ahyeon untuk bersedia menjadi kekasihnya kembali secara resmi.

Yaaaa pemulihan status lebih tepatnya!

Tapi siapa sangka, apa yang Ahyeon dapatkan bukan lagi sekedar tentang pengembalian status yang digadang-gadang agar keduanya dapat menjalin hubungan seperti dulu, tapi lebih dari itu. LEBIH DARI ITU!!!

Dain melamarnya!
Yup, She Proposed to Her!
Is she Joking?

Apa itu terdengar konyol? Atau malah terkesan gentle?

Siapa yang tidak shock berat mendengar berita semacam ini?

Siapa yang menduga, bahwa remaja yang masih berusia 18th, remaja yang bahkan masa sekolah menengah atasnya saja masih belum kelar, tapi sudah berani melamar wanita dewasa, seorang direktur yang memiliki GAP usia yang bahkan 5th lebih tua darinya.

Dapat inisiatif dari mana?

Tidakkah ini terlalu terburu-buru?

Hubungan mereka baru berjalan kurang lebih 5 bulan, itupun digabung dengan masa pengenalan. Jadi bagaimana mungkin Dain sudah seyakin itu pada sosok Ahyeon?

"K-kau...... Yah, Dain-ah.... i-ini?" Sang direktur terbata. Ia tak mampu menyusun kalimat dengan baik karena rasa terkejutnya yang masih belum mereda.

Sementara Rora hanya tersenyum menanggapi reaksi Ahyeon. Ia sudah tau gambarannya pasti akan seperti ini.

Ia sendiri juga tak tau mengapa ia begitu nekat melamar Ahyeon. Ide untuk membeli kalung adalah ide yang sebenarnya sudah lama Dain pikirkan. Namun belum kesampaian karena saat itu uang tabungannya belum cukup.

CheeZe CaKeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang