"Mwo-ya?? K-kekasihmu?" Kaget Dareum dengan mata melebar. Raut wajahnya yang tampak sangat terkejut telah menarik perhatian para tamu yang hadir disana.
Bukan apa-apa, terkesan cukup berlebihan saja reaksi yang ia perlihatkan hanya karena mendengar adiknya telah memiliki kekasih.
Bukankah kabar semacam ini merupakan hal yang biasa? Lalu mengapa ia terlalu shock?
Mungkin orang-orang yang hadir di pesta ulangtahun Dain mengira, kalau keterkejutan Dareum disebabkan karena dirinya yang tak menyangka, bahwa adik kesayangan yang sudah lama tidak ia temui tiba-tiba mengkonfirmasi jika Rora telah memiliki seorang pacar.
Selama ia merantau ke Daegu, ia memang sering bertukar pesan dengan adiknya tersebut, namun Dain samasekali tak pernah menyinggung ataupun membahas masalah kekasih, yaaaa minimal bercerita jika sang adik tengah dekat dengan seseorang.
Tapi tidak! Isi chat mereka hanya berupa hal-hal formal yang biasa dilakukan antara kakak dan adik, saling bertukar info seperti membicarakan mengenai kegiatan sekolah Dain atau pekerjaan Dareum, serta beberapa percakapan normal lainnya yang tak ada sangkut pautnya membahas perihal asmara.
Jadi sangat wajar bukan jika laki-laki 25th tersebut merasa sangat terkejut mengetahui kabar bahwa adik perempuan satu-satunya itu telah menjalin sebuah hubungan intens bersama seorang gadis lain, dan dengan status yang sudah resmi pula.
Kemana saja ia selama ini? Mengapa hal sepenting ini Dareum tidak tau dan tak diberitau? Bukankah itu keterlaluan? Jikalau Dain menolak mengabarinya, mengapa kedua orangtuanya juga ikut-ikutan merahasiakan kabar tersebut?
Ada apa ini? Apa yang sebenarnya terjadi? Apa ia sudah tidak dianggap sebagai anggota keluarga Lee lagi, sampai-sampai ayah dan ibunya melupakan (hak)nya? Bukankah ini tidak adil?
Meski diliputi dengan rasa penasaran yang tinggi, sebisa mungkin Dareum menyembunyikan pertanyaan-pertanyaan yang menggerogoti isi kepalanya, sekuat mungkin ia memendam alasan, mengapa dirinya bisa bereaksi berlebihan seperti itu.
Jujur, ia masih terlalu shock dengan gejolak yang menderanya sekarang ini. Antara senang karena bisa menemui keluarganya setelah sekian lama, namun juga sedih, sakit dan kecewa karena mengetahui fakta bahwa gadis yang ia sukai selama beberapa hari belakangan adalah kekasih resmi dari adik kandungnya sendiri.
Semua jenis perasaan tersebut seakan bercampur menjadi satu, hingga ia tak tau harus memilih bentuk emosi yang mana agar dirinya tetap terlihat tenang dihadapan seluruh tamu yang kini sedang memperhatikannya.
Yang Dareum tau hanyalah, dirinya harus berusaha keras untuk bisa menenangkan leburan hatinya yang patah, agar ia tak mengacaukan hari spesial Rora akibat terlalu terbawa perasaan oleh pertemuannya yang mengejutkan, dengan sang gadis pujaan untuk yang ketiga kalinya.
"Oppa kenapa tidak memberitahuku kalau oppa akan datang? Aku sempat sedih saat eomma bilang oppa tidak bisa pulang ke Seoul karena pekerjaan di Daegu terlalu banyak. Buktinya sekarang oppa muncul dihari ulangtahunku, itu artinya oppa berbohong padaku bukan? Haish oppa jahat!" Ucap Dain mendistraksi lamunan Dareum yang sedari tadi fokus menatap nanar sosok Ahyeon.
Mendengar rajukan Rora, Dareum menguarkan senyumannya, di acaknya pucuk kepala sang adik dengan sayang.
"Oppa yang meminta pada eomma untuk merahasiakan kepulangan oppa Dain-ah, please jangan marah ne? Sebagai gantinya oppa akan menuruti semua keinginanmu selama 3 hari kedepan"
Rora ikut menaikkan sudut bibirnya, ia memeluk kakak laki-lakinya sekali lagi demi meluapkan rasa rindunya yang tertimbun setelah 7 bulan lamanya berpisah jarak dengan Dareum.
Semua orang yang melihat adegan manis tersebut lagi-lagi ikut terharu, namun tidak dengan Ahyeon, ia malah bingung harus bereaksi seperti apa. Bukannya ia tak bersimpati, namun apa yang terjadi betul-betul diluar dari prediksinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
CheeZe CaKe
FanfictionBerawal dari pertemuan yang tak disengaja antara 2 gadis yang berbeda latar belakang disebuah kedai. Karena Cheesecake gratis, tanpa sadar keduanya kian dekat hingga terjalinlah sebuah ikatan yang tak pernah mereka duga sebelumnya.
