"Mwoya?" Pekik Dain tak percaya.
Bagaimana ini bisa terjadi?
Bagaimana bisa Joy adalah seseorang yang nantinya akan bekerja dengan Ahyeon untuk menjadi sekretaris pribadinya.
Dari ribuan orang yang tinggal dikota ini, mengapa harus Joy yang terpilih?
Tidak! Sebenarnya ini tidak menjadi masalah andai wanita bermarga Park tersebut bukanlah orang random yang tiba-tiba datang ke kedai Dain, bertindak sebagai pelanggan tetapnya sejak 2 hari terakhir.
Atau orang random yang secara tak sengaja mengajak Rora menjadi teman curhatnya karena Joy yang pesimis sehabis melamar kerja di sebuah perusahaan, dimana perusahaan yang menjadi tempat kerja impiannya adalah perusahaan Ahyeon, kekasihnya Rora sendiri. Siapa yang mengira?
Dain benar-benar tak habis pikir, kalau idenya menyuruh Ahyeon mencari seorang asisten akan menyeret sosok Joy dalam hubungan mereka tanpa disengaja.
Hanya dalam waktu 2 hari, segala kebetulan yang mencengangkan ini telah memberikan dampak yang begitu besar ke segala arah. Namun sayangnya, dampak ini telah membuat Dain menjadi pihak yang serba sulit dan yang paling serba salah.
Disatu sisi ia merasa bersalah karena telah menyebabkan kesalah-pahaman fatal antara dirinya dan juga Ahyeon. Kekasihnya itu pasti mengira bahwa ia ada main serong dengan Joy hanya gara-gara mereka kepergok sedang berpelukan.
Sebenarnya bukan berpelukan, lebih tepatnya Joy lah yang memeluk Dain karena saat adegan tersebut terjadi, Rora samasekali tidak membalas pelukan Joy melainkan membiarkan wanita itu menumpahkan perasaan harunya.
Namun disisi lain, ia juga merasa bersalah dengan Joy, karena gara-gara interaksi intens mereka, wanita itu langsung kehilangan pekerjaan impiannya. Ahyeon yang kelewat cemburu, tanpa pikir panjang memecat Joy sebelum wanita tersebut resmi bekerja.
Bagaimana ini? Apa yang harus Dain lakukan? Mengapa semuanya harus se-kebetulan dan se-kompleks ini? Tentang asisten, Ahyeon, Joy, pelanggan baru, segala yang terjadi membuat otak Rora serasa mentok. Mengapa semua yang tampak baik jadi berubah sekacau itu?
Harusnya Ahyeon senang karena masa pencarian sekretaris idealnya sudah berhasil ia dapatkan. Begitupun dengan Joy, harusnya ia bahagia karena telah berhasil mendapatkan job impiannya setelah hampir putus asa karena sikap pesimisnya.
Namun apa yang terjadi malah sebaliknya. Bukannya sama-sama senang, yang ada malah hancur berantakan!
Mungkin, semua takkan jadi seburuk ini andai Dain tidak terlibat kedalam persoalan tersebut. Tapi apa ia tau kalau kejadiannya akan seperti ini? Apa ia tau jika Ahyeon akan memilih Joy? Rora benar-benar tidak tau kalau keterlibatannya akan membawa masalah sebesar itu.
Harusnya tidak ada yang perlu disalahkan disini. Karena segalanya memang serba kebetulan! Bisakah ia menyebut kejadian ini sebagai Takdir?
Sedangkan Joy sendiri, ia samasekali tak mengeluarkan reaksi apa-apa selain kakinya yang melemas hingga ia terduduk kembali di kursinya.
Ia terlalu shock sampai kehilangan emosi dan tak tau harus merespon yang seperti apa. Semua ini sangat membingungkan baginya, otaknya blank, ia membutuhkan waktu untuk bisa mencerna semua ini.
Bagaimana bisa Direktur yang akan menjadi boss nya dikantor mengenal gadis pemilik kedai yang telah menjadi teman curhatnya? Dan mengapa reaksi Ahyeon begitu marah dan sangat berapi-api ketika menyaksikannya memeluk Rora?
Apa mereka berdua terlibat hubungan romansa? Kalau memang benar Dain adalah kekasih bossnya, mati sudah, Joy betul-betul berada dalam garis kematian sekarang. Usaha kerasnya agar bisa keterima kerja di perusahaan sang direktur terasa sia-sia hanya karena kecerobohannya memeluk kekasih dari calon atasannya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
CheeZe CaKe
FanfictionBerawal dari pertemuan yang tak disengaja antara 2 gadis yang berbeda latar belakang disebuah kedai. Karena Cheesecake gratis, tanpa sadar keduanya kian dekat hingga terjalinlah sebuah ikatan yang tak pernah mereka duga sebelumnya.
