Labil

515 62 87
                                        

2 Hari Kemudian.

Pagi ini Ahyeon janjian dengan Dain untuk mengantar kekasih pujaannya itu ke sekolah.

Setelah kelar dari sesi bersih-bersih, mandi, berpakaian rapi, makeup dan sarapan, sang direktur buru-buru mengambil kunci mobilnya, setengah berlari menuju garasi untuk segera mengendarai sedan audi kesayangannya agar tidak terlambat menjemput Rora yang sudah menunggunya.

Tapi sebelum Ahyeon melajukan mobilnya, sang mommy, Hyo Joo menghampiri putrinya di garasi seperti tengah ingin menyampaikan sesuatu.

"Sayang camkamman..." panggil Hyo Joo dengan langkah terburu-buru.

Melihat kedatangan ibunya, sang direktur menurunkan kaca dan ingin membuka kembali pintu mobilnya "Nde, ada apa mom?" Balas Ahyeon dengan ekspresi bingung.

"Tidak usah keluar Ahyeon-ie, dimobil saja. Kau ingin mengantar Dain ke sekolah kan?"

Ahyeon mengangguk "uh-um, kan aku sudah bilang ke mommy tadi. Kenapa mom?"

"Anniya, hari ini mommy harus pergi dengan Daddy mu ke Busan. Ada urusan yang sangat penting, jadi kemungkinan mommy dan Daddy akan pulang besok. Kau tidak ingin mengajak teman-temanmu menginap?"

"Mwoya? Mengapa mendadak sekali? Daddy samasekali tidak membicarakan perihal ini saat kita sedang sarapan tadi, memangnya ada urusan apa mom?"

"Daddy juga baru dikabari sekarang sayang, masih tentang urusan pekerjaan. Kolega Daddy akan datang, harusnya lusa, tapi jadwalnya mendadak maju dan pihak perusahaan mereka menginginkan pertemuan dengan pihak perusahaan kita sore ini. Jadi mau tidak mau Daddy harus keluar kota, dan Daddy meminta mommy untuk ikut.."

Ahyeon manut-manut "Aah i see.. Baiklah it's okey mom, mommy pergi saja.."

"Tapi kau sendirian dirumah, mommy khawatir sayang"

"Aigooo... apa yang harus mommy cemaskan? aku sudah besar mom, umurku sudah 22th. Aku bisa mengurus semuanya sendiri. Lagipula mommy hanya menginap di Busan satu hari, itu tidak masalah"

"Ahyeon-ah, kecemasan yang dimiliki seorang ibu tidak pernah berpikir bahwa anaknya sudah dewasa atau belum. Yang namanya khawatir ya tetap khawatir sayang. Atau begini saja, bagaimana kalau Dain yang menemanimu selama mommy tidak dirumah?" Usul Hyo Joo dengan entengnya.

Mendengar saran sang ibu, kedua mata Ahyeon kontan melebar "A-apa? Apa mommy tidak salah? Tidak perlu mom, aku dirumah sendiri saja. Kan masih ada Ahjumma dan Ahjussi yang ikut menemaniku disini" balas Ahyeon beralibi.

Ia sampai membawa-bawa nama para maid dan security yang bertugas di kediaman mereka, agar Hyo Joo tak berpikir bahwa anaknya benar-benar seorang diri dirumah sebesar itu.

Hyo Joo menyunggingkan senyum "Kalau soal itu mommy tau, mereka akan selalu menjagamu karena bibi Kim juga menginap disini"

"Lalu... mengapa mommy tetap khawatir?"

Nyonya Jung membuang nafasnya "Apa kau yakin menolak tawaran mommy? Wae? Bukankah Dain pernah menginap dirumah kita sebelumnya? Kalau ada Dain yang menjagamu, hati mommy lebih lega Ahyeon-ah. Mommy bisa mempercayakan-mu padanya. Kalau dia menginap, kalian bisa mengobrol, menghabiskan waktu bersama dan kau tidak akan merasa kesepian. Dain juga jago memasak, jadi kau dan dia bisa memasak makanan favorit kalian bersama-sama.."

"Y-ya aku tau mom, tapi kan..." Ahyeon menghentikan kalimatnya, ia bingung harus menjawab apa karena ia takut ibunya akan berpikir yang macam-macam.

Sebenarnya saran dari Hyo Joo menjadi saran yang membuatnya 50:50. Bagaimana tidak labil? Satu sisi Ahyeon excited, bohong jika ia tak sumringah ketika mendapat tawaran tersebut dari mommy nya secara langsung, tapi disisi lain ia merasa saran ibunya juga sangat berbahaya.

CheeZe CaKeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang