Di Kediaman Keluarga Jung.
Saat ini jam tengah menunjukkan pukul 20:25 KST. Ahyeon yang pulang dalam keadaan basah kuyup dan menggigil membuat seisi rumah menjadi panik, terutama sang mommy, Hyo Joo.
Mendapati wajah putrinya yang memucat dengan kondisi bibir yang sedikit kebiruan akibat terlalu lama terkena hujan menimbulkan beragam pertanyaan didalam benak wanita paruh baya tersebut.
Mengapa anaknya hujan-hujanan seperti ini? Jika memang kehujanan tanpa sengaja, pasti keadaannya tidak akan sebasah itu.
Namun karena kondisi Ahyeon terlihat cukup memprihatinkan membuat Hyo Joo urung bertanya macam-macam, yang terpenting baginya saat ini adalah memberikan kenyamanan untuk sang putri terlebih dahulu, memberikannya sebuah handuk tebal, memeluknya, menyuruhnya mandi air hangat, lalu membuatkan anak semata wayangnya itu segelas teh agar suhu tubuhnya bisa kembali normal dan stabil seperti semula.
Sebagai seorang ibu, ia tau bahwa putrinya itu pasti sedang mengalami suatu masalah besar. Karena kalau tidak, Ahyeon tak mungkin membiarkan tubuhnya kehujanan seperti itu dengan kondisi mata yang sudah sangat membengkak.
Bahkan saking bengkaknya, gadis tersebut tak mampu lagi mengeluarkan air matanya karena ia tak berhenti menangis sejak kepergian Dain yang sengaja meninggalkannya pada pertemuan mereka di jembatan sungai Han sore tadi.
Yang mampu gadis itu tunjukkan hanyalah sebuah tatapan kosong dengan wajah nelangsa, merengkuh tubuh ringkihnya yang masih bergetar kedinginan agar tetap berada dalam kesadaran penuh.
Menangis selama 2 jam berturut-turut jelas membuat Ahyeon kehilangan banyak energi.
Menyaksikan penampilan Ahyeon yang sudah begitu kacau, lagi-lagi nyonya Jung menekan rasa penasaran dengan apa yang tengah dialami anaknya, Hyo Joo berusaha menahan pertanyaan yang berkecamuk didalam pikirannya sampai Ahyeon merasa lebih tenang dan siap untuk menceritakan segalanya.
30 menit berlalu, Ahyeon yang telah selesai dengan agenda bersih-bersihnya mendengar suara pintu kamarnya yang diketuk.
Ia tau betul jika seseorang yang berada dibalik daun pintu tersebut pasti adalah ibunya. Ia yakin jika mommy nya sekarang sedang penasaran dan merasa khawatir dengan kondisinya yang tampak menyedihkan.
Ceklek
Setelah pintu besar itu terbuka, terlihat sosok Hyo Joo berdiri dengan raut sendu seraya membawa segelas teh hangat yang sempat ia janjikan sebelum membiarkan Ahyeon pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri.
Seutas senyum tipis terukir diwajah sang putri saat dirinya bertemu tatap dengan Hyo Joo, membuat kesan seolah-olah ia memang sedang baik-baik saja.
"Kau sudah selesai sayang? Boleh mommy masuk?" Ucap nyonya Jung meminta izin masuk ke kamar pribadi putrinya.
Ahyeon mengangguk, ia sedikit menyingkir agar Hyo Joo bisa langsung masuk dan mengambil duduk di tepi ranjangnya.
"Minumlah dulu, mumpung teh nya masih hangat"
Putrinya menurut, Ahyeon meneguk teh buatan ibunya dan mulai menyesap minuman beraroma melati tersebut demi mendapat rasa tenang yang sedang ia butuhkan.
"Apa yang membuatmu sedih sayang? Ada sesuatu yang terjadi? Boleh mommy tau masalah apa yang sedang kau alami?" Tanya Hyo Joo lemah lembut sembari mengusap surai panjang Ahyeon yang masih setengah basah.
Mendengar pertanyaan sang ibu, Ahyeon memejamkan kedua matanya. Keningnya berkerut dalam seakan sedang menahan gejolak menyakitkan yang kini tengah membuat kepalanya berdenyut hebat.
Ia tak tau harus mulai dari mana, karena ia sendiripun masih begitu kebingungan dengan apa yang sedang terjadi. Semuanya terasa begitu cepat, sampai-sampai ia tak memiliki kesempatan untuk mencerna masalah yang tengah mendera hubungan asmaranya bersama Dain.
KAMU SEDANG MEMBACA
CheeZe CaKe
Fiksi PenggemarBerawal dari pertemuan yang tak disengaja antara 2 gadis yang berbeda latar belakang disebuah kedai. Karena Cheesecake gratis, tanpa sadar keduanya kian dekat hingga terjalinlah sebuah ikatan yang tak pernah mereka duga sebelumnya.
