Shyness (Rooftop)

620 79 31
                                        

Di Kediaman Keluarga Jung.

Pagi yang cerah, seusai mengantar sang kekasih kemarin malam, Ahyeon memilih untuk tidur cepat. Namun sebelum ia berbaring ditempat peraduan, ia menelpon gadis tercintanya untuk bertukar ucapan selamat tidur sekaligus bertukar ciuman selamat malam.

Padahal 1 jam sebelumnya mereka telah melakukan ciuman hangat didalam mobil, tapi bisa-bisanya kembali telponan demi mendengar suara kecupan masing-masing, dengan alasan agar tidur mereka bisa lebih nyenyak dan amunisi dopamine yang mereka dapatkan tetap terjaga utuh sampai besok.

Emang ada aja alibinya, dasar bucin! 👀

Saat ini jam telah menunjukkan pukul 06:45 KST. Ahyeon telah berpakaian rapi dengan menggunakan suit formal seperti biasa, rambutnya dikuncir rapi dengan poni tipis yang menambah aura kecantikannya.

Usai memastikan makeup nya terpoles dengan sempurna, Ahyeon bergegas turun dari kamarnya dan bersiap untuk sarapan pagi dengan kedua orangtuanya.

"Morning Mom, Dad" sapanya kepada Hyo Joo dan Jae Han yang sudah lebih dulu berada di meja makan.

Tak lupa Ahyeon memberikan morning kiss pada pipi kedua orangtuanya masing-masing sebelum ia duduk di kursinya.

"Pagi honey.. wah anak gadis mommy cantik sekali, apa tidurmu nyenyak sayang?" Tanya Hyo Joo membuka percakapan. Ia menata poni tipis putrinya sembari mencubit kecil pipi Ahyeon.

"Sangat nyenyak mom, aku kelelahan setelah membuat acara kecil-kecilan dirumah Asa tadi malam. Sebenarnya teman-teman mengajakku menginap, tapi aku menolak karena hari ini ada meeting penting di kantor" balasnya seraya menerima piring yang telah diisi dengan mashed potato dari sang eomma.

"Oh kalian sudah berbaikan?" Sela Jae Han, ekspresinya tampak tenang sambil mengunyah potongan daging.

Mendapat pertanyaan dari sang Ayah, Ahyeon kontan menaikkan atensinya. Matanya berkedip beberapa kali, merasa heran bagaimana bisa Ayahnya tau tentang masalahnya dengan Asa beberapa waktu lalu.

"Daddy tau darimana soal kabar itu?"

Jae Han menatap wajah putrinya lekat, lalu melempar sebuah senyum simpul.
Mereka jarang bertemu akhir-akhir ini sebab pria itu sangat sibuk dengan bisnisnya, tapi bukan berarti ia tak mengetahui samasekali soal proses perkembangan hubungan anaknya bersama Dain, atau hubungan Ahyeon dengan para sahabatnya.

Ia bisa memantau secara utuh segala hal yang dialami sang putri lewat Hyo Joo. Istrinya tersebut akan selalu memberikan informasi apa saja mengenai Ahyeon, baik tentang urusan kantor maupun tentang urusan pribadi anaknya.

Bukan mau terlalu ikut campur, hanya saja, sebagai orangtua, mereka merasa berhak untuk memantau Ahyeon dari segi apapun yang berkaitan dengannya. Berusaha memastikan agar putri semata wayang mereka senantiasa berada dalam keadaan yang baik-baik saja, entah soal pekerjaannya, soal hubungan asmaranya, terlebih soal pergaulannya.

Itulah mengapa, Jae Han rutin menanyakan hal tersebut kepada sang istri, karena ia tak ingin kecolongan dalam menjalani kewajibannya untuk menjaga sang anak meski tidak secara langsung.

Ia tak mau membiarkan sesuatu yang tak diinginkan terjadi pada diri putri kesayangannya, mengingat tanggungjawab yang di emban Ahyeon selama menjadi direktur juga sudah cukup berat.

Jadi jangan sampai ada masalah berat lain yang mengganggu mental putrinya dan berujung mempengaruhi kinerja Ahyeon dalam memimpin perusahaan.
Karena bagaimanapun juga, suatu hari nanti perusahaan dan semua bisnis keluarga mereka akan jatuh ke tangan Ahyeon sepenuhnya.

"Mommy mu adalah mata-mata kepercayaan Daddy, menurutmu dari siapa lagi Daddy mengetahui semua itu hm?"

Ahyeon sontak melirik ke arah Hyo Joo yang hanya mengulas senyumnya.

CheeZe CaKeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang