Planing 2 (Again?)

470 50 63
                                        

2 Hari Kemudian.

Waktu perayaan ulangtahun Dain semakin dekat, 2 hari lagi adalah tanggal 14, tanggal dimana gadis bermarga Lee akan bertukar usia dari 17 menjadi ke 18th.

Persiapan rencana pesta kejutan yang dikomandoi para anggota genk Ahyeon telah rampung sebanyak 70%.
Mereka sudah menyiapkan segala sesuatunya secara detail dan terperinci, termasuk tentang perencanaan reservasi sebuah resto yang akan mereka jadikan spot pesta dekat dengan area pantai.

Mereka telah memesan tempat dan juga aneka makanan eksklusif dengan meminta pihak manager resto membuat party bertema outdoor, dengan total tamu sekitar 17 orang.

Itu benar hanya 17 orang saja. Mereka sengaja tidak mengundang banyak pihak lain karena perayaan ulangtahun Dain bersifat privacy yang hanya diisi oleh orang-orang terdekat saja, termasuk para orang tua pasangan Royeon, ibunya Joy, dan beberapa maid dari pihak keluarga Jung yang juga ikut diundang.

Hingga detik ini tak ada sedikitpun kendala, semuanya terpantau aman dan lancar. Para anggota genk melakukan perannya masing-masing secara maksimal, dan sudah menyiapkan hadiah spesial sebagai kado untuk Rora menurut versinya sendiri-sendiri.

Hanya Ahyeon saja yang masih kebingungan, harus dengan apa ia menghadiahi kekasihnya tersebut. Padahal sebagai seorang direktur sekaligus pewaris tunggal perusahaan, ia bisa dengan mudah membeli apapun yang ia mau sebagai kado ulangtahun Dain.

Bahkan sebuah mobil bermerk pun sanggup ia beli secara cash, dan ia yakin orangtuanya tidak akan keberatan dengan idenya yang satu itu. Tapi masalahnya disini bukan perkara uang atau izin dari kedua orangtuanya, melainkan dari kesediaan Rora sendiri.

Andai Ahyeon nekat membelikan kekasihnya itu berupa barang-barang berkelas, apakah Dain bersedia menerimanya? Apa Rora mau menggunakannya? Sedangkan selama 4 bulan mereka berkencan, belum pernah satupun Rora meminta atau mengizinkan Ahyeon membelikannya hal-hal yang bertema mewah.

Boro-boro mobil atau mungkin barang-barang branded, yang Dain minta malah sesuatu yang receh seperti gelang tangan yang harganya tidak lebih dari 50 ribu won. Atau sesuatu yang lebih remeh temeh lagi, yang tak lain adalah permen lollipop.

Dan barang terakhir yang Ahyeon berikan untuk kekasihnya ialah kaos couple yang kemarin ia beli sebagai hadiah hari jadi mereka.

Selama 4 bulan, hanya 3 barang itu saja yang pernah Dain minta dan terima darinya. Selebihnya tidak ada! Bukankah itu keterlaluan? Jika dihitung-hitung, malah Rora yang mengeluarkan uang lebih banyak selama mereka resmi berkencan.

Rasanya benar-benar tidak adil!
Ahyeon merasa jika Dain sangat membatasi sikap royal dan loyalitas nya sebagai pasangan. Walau tujuannya baik, tapi tetap saja, Ahyeon memiliki keinginan untuk memanjakan gadis nakalnya itu tidak hanya dengan perasaan cintanya tetapi juga segala hal yang ia punya termasuk materi.

Ringkasnya, jika memang mereka berjodoh, dan Dain yang menjadi pasangan hidupnya kelak, toh seluruh uang, aset atau apapun itu pasti akan menjadi milik Rora juga.

Tapi kenyataannya, Dain tidak memiliki mindset yang sama seperti Ahyeon. Bagi Rora, selama ia belum memiliki penghasilan sendiri, dan ia belum bisa melakukan hal timbal-balik dengan SETARA, maka selama itu pula ia tak ingin pacar dewasanya menghambur-hamburkan uang dengan dalih, bahwa itu merupakan salah satu bentuk cinta Ahyeon terhadapnya.

Pola pikir yang positif memang, tapi kasihan di Ahyeon juga karena merasa terbatas dalam mengimplementasi-kan effort nya sebagai pasangan resmi.

"Gimana, lo udah mutusin hadiah buat pacar lo Yeon?" Tanya Ruka.

Saat ini adalah jam makan siang, namun Ahyeon dan Joy tidak memenuhi agenda lunch mereka di kantin kantor seperti biasa, melainkan janjian dengan ketiga anggota genk nya yaitu Ruka, Pharita dan Asa di sebuah cafe yang letaknya tidak begitu jauh dari tempat mereka bekerja masing-masing.

CheeZe CaKeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang