Ahyeon dan Dain yang mendengar kabar Asa kecelakaan, tanpa pikir panjang keduanya langsung buru-buru pergi ke rumah sakit saat itu juga.
Mereka sampai harus berlari untuk segera keluar dari kantor, hingga menyisakan segenap atensi para pegawai yang menyaksikan gelagat aneh mereka seperti seseorang yang sedang dilanda kecemasan.
Namun keduanya samasekali tak menghiraukan tatapan penasaran yang dilayangkan para karyawan karena fokus mereka saat ini hanyalah, bagaimana caranya agar mereka bisa cepat sampai ke rumah sakit.
Dengan langkah tergesa-gesa Ahyeon mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi.
Entah mengapa hatinya begitu cemas saat mengetahui Asa mengalami kecelakaan tunggal siang ini dan mengharuskannya dirawat di unit gawat darurat.
Pikiran Ahyeon kontan melayang kemana-mana, jantungnya berdetak tak karuan hingga perasaan takut perlahan mulai menggerogoti hatinya.
Ia takut terjadi sesuatu yang buruk pada Asa, apalagi hubungan mereka jauh dari kata baik-baik saja belakangan ini, membuat sang direktur menjadi semakin panik dan tanpa sadar dahinya mencetak keringat dingin tanda khawatir.
Dain yang mendapati gesture cemas kekasihnya berusaha untuk menenangkan Ahyeon dengan mengusap-ngusap lengannya.
Ia pun sama khawatirnya, padahal baru saja mereka ingin membahas masalah tentang Asa, berdiskusi bersama untuk mencari jalan solusi terbaik dengan tujuan, agar mereka semua bisa lekas berdamai secepatnya.
Tapi siapa sangka, yang datang hari ini malah kabar kurang menyenangkan dari sosok yang bersangkutan.
Meski sedang memiliki problem serius dengan Asa dan mereka belum menyelesaikan persoalan tersebut, nyatanya kabar buruk ini samasekali bukan kemauan mereka.
Ahyeon dan Dain tidak sejahat itu dengan mengharapkan Asa mendapat kemalangan sebagai bentuk balasan dari apa yang telah ia perbuat. Mereka berdua hanya masih marah dan kecewa, bukan sengaja menyumpahi gadis Jepang tersebut agar celaka seperti ini. Tentu tidak, mereka tidak sekejam itu!
"Tenanglah sayang, kita sedang dalam perjalanan, kau harus fokus agar kita sampai ke rumah sakit dengan aman dan selamat" ucap Rora mengingatkan, ia masih setia mengusap-usap lengan kekasihnya agar Ahyeon tidak termakan oleh rasa paniknya sendiri.
Sang direktur membuang nafasnya, ia menoleh sekilas ke arah Dain yang sedang menatapnya cemas.
"Unnie takut terjadi apa-apa pada Asa, Dain-ah... suara Ruka saat menelpon tadi seolah menjelaskan bahwa kondisi Asa kurang baik, bagaimana kalau....."
Sebelum kekasihnya tersebut melanjutkan kalimatnya, Rora buru-buru memotong "ssstt.... chagiya, kau tidak boleh berkata seperti itu. Aku juga khawatir dengan Asa unnie, tapi bisakah kita ber-prasangka baik saja? Kita belum melihat kondisinya secara langsung, jadi jangan berpikir yang tidak-tidak dulu ne? Kadangkala, sesuatu hal dapat terjadi sesuai dengan apa yang kita sangkakan, jadi ber-prasangka lah yang baik. Agar hasilnya juga ikut baik, ya sayang?"
Mendengar nasehat Dain, Ahyeon hanya membalasnya dengan sebuah anggukan lemah. Tatapannya sendu, matanya sedikit memerah karena menahan gejolak emosional yang membuatnya kesulitan mengontrol diri saat ini.
Meskipun sulit untuk menenangkan hati dan pikirannya, namun usapan lembut yang digencarkan kekasihnya telah memberikan kekuatan tersendiri bagi Ahyeon. Setidaknya bentuk dukungan yang diberikan Dain telah membantunya untuk tetap berpikir positif.
Setelah 15 menit berkendara, akhirnya mobil mereka tiba di tempat tujuan. Sekali lagi, pasangan ini terlihat sangat terburu-buru dan kembali berlari memasuki area rumah sakit demi mencari kamar tempat dimana Asa dirawat.
"Untuk pasien bernama Enami Asa, kamarnya ada dilantai 5 nomer 117" terang resepsionis rumah sakit memberitahu.
Dengan langkah cepat, Ahyeon dan Dain langsung menuju kamar yang dimaksud. Tak butuh waktu lama, keduanya sampai tepat didepan ruang inap yang pintunya masih tertutup rapat.
KAMU SEDANG MEMBACA
CheeZe CaKe
FanfictionBerawal dari pertemuan yang tak disengaja antara 2 gadis yang berbeda latar belakang disebuah kedai. Karena Cheesecake gratis, tanpa sadar keduanya kian dekat hingga terjalinlah sebuah ikatan yang tak pernah mereka duga sebelumnya.
