Malam Harinya.
Pria asing kini tengah menunggu kedatangan sahabat karibnya di sebuah cafetaria yang letaknya tak jauh dari apartemen tempat tinggalnya.
Sembari menunggu, ia tampak termenung sambil mengaduk-aduk americano coffee miliknya yang sudah mulai dingin. Pikirannya melayang-layang, memikirkan sosok wanita yang lagi-lagi tidak mau hilang dari isi kepalanya.
Padahal, pertemuan keduanya dengan wanita galak tersebut menorehkan sebuah kesan tidak baik yang harusnya membuat ia berhenti berharap. Tapi tidak, semakin ia mencoba untuk melupakan sosok wanita itu, semakin ia bertambah ingat dan semakin penasaran lagi.
Hatinya terlanjur terpaut dibawa pergi oleh wanita yang telah mengambil alih hidupnya selama 3 hari belakangan. Apapun aktivitas yang ia lakukan, otaknya selalu terbayang-bayang dengan sosok wanita tersebut, dan yang paling membuatnya terpikat adalah, dengan bentuk mata indah itu.
Entah mengapa, setiap kali ia bertemu, mengingat, dan membayangkan wajah si wanita galak, hal pertama yang melekat di pikirannya dan menjadi atensi utamanya ialah kedua mata bulat milik Ahyeon.
Walau pertemuan mereka tidak bagus samasekali, nyatanya, tatapan sangar sang direktur telah menarik penuh seluruh perhatian yang dimiliki pria ini.
Meski Ahyeon selalu menunjukkan aura tidak suka dibalik sorot kedua netranya setiap kali mereka beradu tatap, namun anehnya, ia merasa bahwa wanita galak yang ia temui itu merupakan sosok yang berbeda dari setiap gadis yang pernah ia jumpai.
Ia senang dengan respon ketus sang wanita yang menandakan bahwa Ahyeon memang tidak mudah untuk didekati oleh orang asing manapun. Sikapnya yang sedikit emosional telah memberikan kesan menarik tersendiri yang membuat si pria langsung menyukainya.
Entah ia yang bodoh atau tidak, intinya ia jatuh hati dengan wanita yang setiap bertemu selalu marah-marah dan terlihat sangat membencinya. Alih-alih menyerah, dirinya malah semakin bersemangat untuk mencari tau tentang siapa sebenarnya sosok wanita galak tersebut.
Di saat ia masih sibuk bergerilya dengan isi pikirannya, teman karib yang sejak tadi ia tunggu-tunggu akhirnya muncul juga.
"Hey Bro!! Lama menunggu? Sorry aku telat, ada sedikit urusan yang harus dikelarin tadi" si teman menepuk pundak sang pria dan seketika membuyarkan lamunannya.
Pria ini tersentak. Namun sesaat kemudian ia berdiri untuk menyambut kehadiran sang sahabat, dan keduanya melakukan pelukan singkat demi melepas rasa rindu satu samalain.
"Gwenchanayo.. aku baru 15 menit berada disini. Oh ya kau pesan saja apa yang ingin kau makan malam ini, nanti aku yang traktir" balasnya menyuruh si teman untuk memesan menu pilihannya.
"Wohohoo.. ada acara apa nih, tumben-tumbennya nraktir.."
Sang pria mendengus "Ck, apa kau sedang menyindirku dengan cara sarkas huh? Kalimatmu itu seolah ingin mengatai bahwa aku teman yang pelit!"
"Hahaha... anniya anniya, kau adalah teman terbaikku. Jangan tersinggung ne? Aku hanya bercanda. Setelah sekian lama kita tidak bertemu, ternyata sifatmu itu samasekali tidak berubah. Bagaimana kabarmu?"
"Seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu Sungjae-ya?"
"Apa kau yakin kau baik-baik saja? Tubuhmu bertambah atletis, kau semakin tampan, tapi dibalik penampilanmu yang keren, raut wajahmu tidak berkata demikian. Waeyo? Apa kau sedang ada masalah? Ayolah ceritakan pada teman baikmu ini, siapatau aku bisa membantu" desak si teman yang bernama lengkap Yook Sungjae.
Sang pria terkekeh, meski sudah beberapa bulan mereka tidak berjumpa, nyatanya sahabat baiknya tersebut masih paham betul bagaimana cara menganalisanya. Padahal mereka baru berbincang kurang dari 4 menit, tapi Sungjae seakan bisa membaca bahasa tubuhnya secara akurat.
KAMU SEDANG MEMBACA
CheeZe CaKe
Fiksi PenggemarBerawal dari pertemuan yang tak disengaja antara 2 gadis yang berbeda latar belakang disebuah kedai. Karena Cheesecake gratis, tanpa sadar keduanya kian dekat hingga terjalinlah sebuah ikatan yang tak pernah mereka duga sebelumnya.
