💙 CELINE - 59 💙

4 1 0
                                        

.

.

.

.

.

Celine tahu setiap pilihan dalam hidup akan ada konsekuensinya. Dalam setiap pertanyaan pasti ada jawaban. Setiap jalan pasti ada ujungnya. Entah itu gelap atau terang.

Dulu Celine harus melewati semua itu sendiri. Tapi, sekarang dia punya Mike. Tangan hangat pria itu tak akan membiarkannya kedinginan. Peluknya tak akan membuat Celine merasa kesepian. Dan suaranya akan selalu menenangkan jiwanya.

Celine tahu. Jika, apa yang akan dia hadapi saat pulang ke rumah adalah masalah yang rumit. Namun, Celine sudah bersiap diri. Dengan dirinya yang baru, jiwa yang sudah sembuh dan ingatan yang sempurna.

"Selamat datang nona."

Celine mengamati sosok Artyo yang dirasa berubah begitu banyak semenjak kepergiannya. Meski mereka masih sering berkomunikasi untuk urusan perusahaan. Tapi, melihat Artyo secara langsung terasa sangat berbeda.

"Kendaraan nona-" ucapan Artyo terhenti saat menerima pelukan hangat dari Celine.

"Senang bertemu denganmu lagi Artyo. Bagaimana kabarmu? Apa kau masih sering bertengkar dengan Zari?" Tanya Celine ramah. Mike yang melihatnya hanya tersenyum simpul sembari menyerahkan beberapa koper pada sopir.

"Sa-saya. Kabar saya baik nona."

Celine melepaskan pelukan dan tersenyum lembut. "Kabarku juga baik. Terima kasih atas kerja kerasmu selama ini. Aku tidak akan melupakannya."

"Itu sudah tugas saya nona."

Celine menatap Mike dengan alis berkerut. "Mike apa namaku sudah berganti jadi nona? Kenapa dia terus memanggilku begitu?"

"Berhenti menggodanya love, dia akan menangis nanti." Artyo ikut tersenyum mendengar gurauan dari Mike.

"Aku tidak tahu jika semakin tua emosinya semakin labil." Gumam Celine yang sudah duduk di kursi belakang bersama Mike.

"Itu namanya terharu love, dia senang bisa bertemu denganmu." Jawab Mike yang membuat Celine mencodongkan tubuhnya ke depan mencoba melihat ekspresi wajah Artyo.

"Jangan khawatir Artyo, dalam waktu dekat kau akan mulai bosan melihat wajahku setiap hari." Celine menyendarkan punggung dengan sebelah tangan mengenggam tangan Mike.

"Kau gugup?" Tanya Mike saat merasakan telapak tangan Celine dingin.

"Sedikit."

"Kalau kau mau, aku bisa mengatakannya untukmu."

Celine menggeleng. "I can do this."

"Okay." Ucap Mike menyalurkan ketenangan.

Hari ini akan jadi hari yang panjang. Akan ada banyak orang yang terkejut dengan kepulangan Celine. Jelas akan ada banyak pertanyaan. Tapi, Celine memilih untuk datang ke tempat ini lebih dulu.

Makam sang ibu.

..

..

..

..

..

Jalan setapak yang masih sama.

Deretan bunga yang masih terjaga.

Serta air mata yang membasahi pipi.

broken PRINCESSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang