.
.
.
.
.
Celine membalas genggaman tangan Mike dan mulai bercerita.
"Mike- aku tahu jika aku pernah secinta itu pada Jason. Aku pernah segila itu hingga mengorbankan kebahagiaanku demi dirinya. Tapi, itu bukan cinta. Itu tidak akan pernah jadi cinta."
"Setelah kecelakaan itu, perasaan dalam diriku seolah ter-reset ulang. Aku hanya menyesuaikan dengan apa yang dikatakan orang. Tentang siapa yang kucintai, siapa yang mencintaiku."
"Namun, lambat laun aku menyadari. Jika apa yang mereka katakan hanya untuk membuatku senang. Hingga aku menyadari jika semua ini mereka lakukan karena aku yang dulu tak pernah merasa bahagia."
"Disaat aku meraba semua, akhirnya aku sadar. Jika cintaku pada Jason sudah habis. Perasaan itu hancur bersama kecelakaan hari itu. Dan kau-" Celine menatap wajah Mike lembut. "Kau ada di sana. Kau ada dengan perhatian sederhana yang tak pernah kudapatkan. Kau ada dengan semua kalimat menenangkan yang tak pernah kudengar."
"Kau tak pernah mengutarakan isi hatimu dengan benar. Kau menyimpannya dengan rapi, tapi aku bisa melihat seberapa besar kau peduli padaku. Betapa kau menyayangiku."
"Saat itulah aku sadar. Di kesempatan kedua hidup ini yang kudapatkan dari luka. Aku menginginkanmu Mike. Hatiku jatuh perlahan padamu. Dan sekeras apapun orang lain bilang jika Jason yang terbaik bagiku. Tapi, hatiku tahu apa yang benar."
"Aku menci-"
"Aku mencintaimu Celine." Ucap Mike mendahului Celine. "Aku mencintaimu selalu dan selamanya."
Isak pelan yang keluar dari bibir Celine tertutup oleh sentuhan bibir Mike. Tak ada yang mencoba melepasnya. Kecupan itu tercipta lebih dalam saat Celine mengalungkan tangannya pada leher Mike.
Mike menarik tubuh Celine, mendudukkan tubuh itu di atas kakinya yang bersila. Meski jiwanya merasa haus akan kasih sayang yang terbalaskan. Mike tetap mencoba mengendalikan diri.
Ketika nafas mereka menipis. Mike melepaskan tautan bibir mereka, namun masih menempelkan hidungnya. Menatap mata Celine yang sayu dan bibir merekah.
"I love you Celine."
"I love you Mike."
Celine mengecup singkat bibir Mike sebelum menjatuhkan kepala di bahu Mike. Menghirup aroma khas pria itu. Begitu sebaliknya dengan Mike yang masih betah memeluk punggung Celine.
"Kau kelihatan senang." Ucap Celine yang melirik senyum di wajah Mike.
"Of Course. You never know i wait this moment. You in my arms. Is all that i need in this world."
"Aku banyak menangis hari ini dan kau tersenyum."
"Aku bahagia."
"Me too." Celine menggumam. "I don't wanna go."
Mike mengecup pelipis Celine. "I think you should go, or your lil sister gonna worry."
"I want spent night with you."
"It's gonna hard i guess." Celine mendongak. "Aku harus bekerja, shift malam memang menyebalkan bukan?" Jelas Mike yang membuat Celine menjatuhkan kepalanya lagi.
"It's unfair."
"I pick you up tommorow."
"Kau tahu dimana rumaku?"
KAMU SEDANG MEMBACA
broken PRINCESS
RomansaCeline James memiliki segalanya selain satu hal... Kebahagiaan. Sosok putri kerajaan terlihat begitu indah dari luar, namun siapa sangka jika di dalam diri Celine tidak tersisa apapun selain... Kehampaan. Bagaikan porselen kaca yang berkilau, Celine...
