Semoga kalian suka sama part ini ya...maaf membuat kalian menunggu lama...
"Kamu langsung pulang kan?"tanya Nindy sambil memberikan helm pada Arya.
"Masuk dulu lah, enggak enak kalau enggak nyapa ayah sama bunda"jawab Arya.
"Enggak usah. Kamu pulang aja! Urusin mobil dulu, baru habis itu balik ke sini"ujar Nindy.
"Nanti aku salamin aja sama ayah dan bunda"lanjut Nindy.
"Terserah kamu lah"ujar Arya lalu menyimpan helm Nindy.
"Jangan marah"ujar Nindy.
"Enggak marah"jawab Arya.
"Aku pulang, salam buat ayah dan bunda"lanjut Arya.
"Iya"jawab Nindy lalu salim pada Arya.
"Hati-hati di jalan"ujar Nindy.
Arya mengangguk lalu menjalankan motor nya keluar dari halaman rumah ayah Bimo.
Setelah kepergian Arya, Nindy pun segera masuk ke dalam rumah.
"Assalamualaikum"salam Nindy.
"Waalaikumsalam"jawab ayah Bimo yang sedang menggelar karpet.
Nindy langsung menyalami ayah Bimo.
"Arya mana?"tanya ayah Bimo saat tidak melihat keberadaan Arya.
"Arya udah pulang, dia titip salam buat ayah"jawab Nindy.
"Kok langsung pulang? Enggak masuk dulu, ngobrol sama ayah?"tanya ayah Bimo.
"Ada hal yang harus Arya kerjain, nanti kalau udah selesai dia ke sini lagi"jawab Nindy.
Ayah Bimo mengangguk mengerti.
"Bunda di mana yah?"tanya Nindy.
"Di dapur"jawab ayah Bimo.
"Kalau gitu, Nindy ke bunda dulu"ujar Nindy berpamitan.
Ayah Bimo mengangguk lalu Nindy pun berjalan menuju dapur di mana bunda Irma berada.
Sampai di dapur, Nindy lagi-lagi mendapat pertanyaan yang sama yaitu tentang Arya dan jawaban Nindy sama seperti yang tadi di berikan kepada ayah Bimo.
"Kamu pindahin kue-kue ke dalam piring aja!"suruh bunda Irma dan Nindy langsung mengerjakan apa yang bunda Irma suruh.
Hari ini di rumah ada acara kumpul ibu-ibu komplek, dan kemaren Nindy di minta datang untuk bantu-bantu.
Selesai memindahkan kue ke dalam piring, Nindy langsung menyiapkan minuman dan membawa semua nya ke depan karena sebentar lagi ibu-ibu komplek datang.
"Bunda siap-siap dulu, kamu lanjutin ya"ujar bunda Irma.
Nindy mengangguk lalu bunda Irma pun pergi ke kamar untuk bersiap-siap.
Selesai menata makanan dan minuman di depan, tidak lama ibu-ibu komplek datang secara bersamaan.
"Loh Nindy di sini?"tanya tante Yuna, tetangga samping kanan rumah nya.
"Iya tante"jawab Nindy seramah mungkin.
"Udah lama tante enggak ketemu kamu"ujar tante Kinan, tetangga kiri rumah nya.
Nindy hanya tersenyum tipis guna menanggapi perkataan tante Kinan.
"Gimana nikah muda?"tanya tante Ayu langsung tanpa basa-basi terlenih dahuku, dia tetangga yang rumah nya di sebelah rumah tante Kinan.
"Ya enggak gimana-gimana tan, sejauh ini baik-baik aja"jawab Nindy seadanya.
"Kenapa kamu mau sih nikah Muda?"tanya tante Ayu.
"Masa depan kamu kan masih panjang, kenapa enggak kejar dulu cita-cita kamu?"tanya tante Ayu lagi.
"Iya Nin, harus nya kamu dulu tolak aja permintaan orang tua kamu"ujar tante Kinan ikut-ikutan.
"Nikah muda itu rawan untuk berpisah loh...anak teman tante nikah muda, baru satu tahun nikah terus cerai gara-gara suami nya selingkuh"ujar tenta Ayu.
Dan masih banyak lagi perkataan mereka yang membuat Nindy kesal, mereka seakan-akan memandang rendah orang yang menikah di usia muda seperti diri nya dan Arya.
"Loh...udah pada dateng"ujar bunda Irma sambil berjalan mendekati ruang tamu.
Nindy langsung menghela nafas lega karena akhir nya bunda Irma datang.
Setelah nya Nindy langsung pamit karena sudah sangat kesal dengan apa yang tadi mereka katakan.
Brak.
"Ngeselin banget sih mereka"ujar Nindy lalu membaringkan tubuh nya ke atas tempat tidur.
"Kalau bukan orang tua, udah aku ajak berantem mereka"lanjut Nindy.
Nindy terkadang heran, kenapa nikah mudah selalu di pandang buruk? Padahal tidak semua nikah muda itu buruk dan tidak semua nikah muda itu akan berakhir perpisahan.
Kalau di tanya, apakah diri nya siap menikah muda? Jelas saja tidak, karena pada dasar nya semua pasti tidak siap menikah, namun mau sampai kapan? Siap tidak siap kita harus siap melangkah lebih jauh lagi.
Drettt...drettt...drettt....drettt...
"Apa?"tanya Nindy langsung setelah menekan tombol hijau pada layar hp nya tanpa melihat terlebih dahulu siapa yang menelfon.
"Assalamualaikum"salam orang dari sebrang sana.
"Waalaikumsalam"jawab Nindy lalu melihat siapa yang menelfon nya.
"Eh kamu Ar"ujar Nindy setelah tahu siapa yang menelfon.
"Kamu kenapa? Masih marah sama aku?"tanya Arya.
"Bukan"jawab Nindy.
"Terus kenapa?"tanya Arya.
"Aku lagi kesel banget"jawab Nindy.
"Kesel kenapa? Sama siapa?"tanya Arya.
"Kamu di mana?"bukan nya menjawaba, Nindy malah balik bertanya.
"Aku di toko"jawab Arya.
"Kok di toko? Mobil nya udah kamu cuci belum?"tanya Nindy.
"Belum"jawab Arya.
"Kok belum sih?"tanya Nindy.
"Tadi waktu di jalan mas Nara telfon, dia minta aku ke toko segera"jawab Arya.
"Terus mobil nya gimana?"tanya Nindy.
"Nanti aku bawa ke tempat cuci mobil, sekarang aku mau selesaikan dulu urusan di toko"jawab Arya.
"Yaudah, habis nyuci mobil nanti langsung ke sini!"suruh Nindy.
"Iya sayang ku. Jangan marah ya, nanti langsung aku bawa ke tempat cuci mobil"jawab Arya.
"Aku enggak marah, cuma kesel aja sama kamu"ujar Nindy.
"Iya, maaf ya buat kamu kesel"ujar Arya.
"Hhmm..."jawab Nindy dengan bergumam.
"Terus tadi kesel nya kenapa, sama siapa?"tanya Arya.
"Ah kamu mah, aku udah lupa malah kamu ingetin. Nanti aja aku ceritain, aku malas cerita sekarang"ujar Nindy.
"Yaudah, nanti cerita ya"ujar Arya.
"Iya"jawab Nindy.
"Aku tutup ya, mau tidur ngantuk. Asalamualaikum"lanjut Nindy.
"Waalaikumsalam"jawab Arya lalu sambungan telfon pun terputus.
Setelah nya Nindy memilih untuk tidur agar mood membaik.
Bersambung....
23 Maret 2025
11 Mei 2026
KAMU SEDANG MEMBACA
Only You!!!
PoesiaIni bukan kisah lanjutan Arya dan Nindy setelah anak mereka lahir, ini merupakan kisah Arya dan Nindy setelah lulus SMA. Ini kisah kehidupan Arya dan Nindy di masa kuliah tapi bukan kisah mengenai masa perkuliahan mereka. Kepo enggak sih sama kehidu...
