LIMA EMPAT⚔

328 22 6
                                        

Setelah pertemuan tersebut, Ina menjadi penasaran dimana Noah berlatih bela diri. Dia meminta Noah untuk mengajaknya pergi ke tempat latihannya. Noah pun menyanggupi tanpa banyak bertanya. Setibanya mereka di gedung latihan, Noah mempersilakan Ina masuk. Pandangan Ina segera dipenuhi beberapa pria kekar yang sedang berlatih. Tempat tersebut cukup luas serta memiliki fasilitas yang bagus.

"Hei, Noah!" sapa salah satu pria.

Beberapa pria lain yang melihat kedatangan mereka juga ikut menyapa. Mereka menatap gadis cantik di samping Noah dengan senyum jenaka. Tak berapa lama seorang pria mendekati mereka.

"Wah, jarang sekali melihatmu datang jam segini," ujar Rick pada Noah.

"Ya, begitulah," balas Noah singkat.

Rick yang menyadari kehadiran Ina langsung bertanya penasaran. "Siapa dia? Apa dia pacarmu?"

"Hah? Tidak, dia adalah temanku," jelas Noah cepat.

Noah bahkan tidak berani memikirkan hal tersebut. Sedangkan Ina yang mendengar ucapan Rick hanya bisa tersenyum kecil.

"Ah, benarkah..." goda Rick.

"Ermm, Aku mengajaknya kesini karena dia bilang ingin melihat ring dan berlatih." Noah segera mengalihkan pembicaraan.

"Dia bisa tinju?"

Rick melongo tak percaya. Memang, untuk ukuran perempuan Ina cukup tinggi. Setelah dilihat-lihat lagi, Rick menemukan bahwa proporsi badan Ina sangat bagus. Bisa dibilang jika Ina mengaku bahwa dia adalah seorang atlet bela diri, dia mungkin akan percaya. Memikirkannya membuat Rick cukup senang dengan kedatangan Ina.

"Tentu, Aku akan menunjukkannya."

Rick memimpin mereka berdua agar mengikutinya. Dia bercerita panjang lebar, mulai dari mengapa dia memutuskan untuk terjun ke dunia bela diri.

"Maaf karena membuat orang-orang salah paham," bisik Noah merasa bersalah.

"Tidak apa-apa," balas Ina santai.

"Dan di sinilah para atlet kebanggan kami. Kami memajang foto-foto mereka agar banyak yang termotivasi dan mengikuti jejak mereka. Ina mendengarkan dengan penuh minat. Hingga, dia melihat sesuatu yang tidak asing. Dia menatap potret seorang pria yang begitu gagahnya memegang sabuk kejuaraan.

"Dia adalah salah satu yang terhebat," ujar Rick bangga. "Apa kamu mengenalnya?" lanjutnya saat merasa Ina begitu dalam menatap foto itu.

"Tidak," kata Ina singkat.

Noah yang menyaksikan itu juga turut penasaran. Walau dia sudah berada di tempat ini selama tiga tahun, Noah merasa tidak familiar dengan orang yang berada di foto. Berbeda dengan Noah, Ina segera menyadari siapa orang itu dalam sekali lihat. Sorot mata yang memancarkan keangkuhan, tentunya dia sangat mengenalnya.

Itu benar-benar anda, Guru

Ya, orang yang berada di foto adalah Arthur. Memang, Arthur yang dia kenal adalah sosok yang kotor, kumal, dan lebih kurus. Meski begitu, pancaran semangat dalam matanya tidak berbeda. Ina akhirnya mengerti mengapa Arthur tinggal di tempat terpencil. Tanpa bertanya, Ina sudah tahu bahwa Arthur memiliki sebuah penyakit yang tidak bisa diobati.

"Dia sangat berbakat, tapi dia pensiun di usia muda. Sayang sekali. Bahkan tidak ada kabar lagi tentang dirinya," desah Rick.

Sampai akhir pun anda masih arogan

Hingga kematiannya, Arthur benar-benar menjaga harga dirinya yang begitu tinggi. Pensiun di saat puncak keemasannya, membiarkan dunia tahu kehebatannya tanpa mengetahui kelemahannya. Itu memang dirinya yang selalu Ina kenal.

SereinaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang