55. Damai

411 31 8
                                        

kebahagiaan untuk mereka cukup sederhana. Melihat Gio yang bersemangat kembali belakangan ini setelah beberapa hari terbaring tak berdaya di ranjang pesakitan. Cukup itu.

Bahkan napsu makannya kembali begitu saja, tidak sulit untuk diminta makan seperti sebelumnya. Bahkan Gio sempat ikut Alfa dan Jeno bermain game.

Dan kini, hari spesial yang mereka tunggu-tunggu pun tiba. Hari ulang tahun Gio.

"Selamat ulang tahun Gio sayang." Alya dan Dafa masuk ke dalam ruang rawat Gio membawa kue di tangannya.

Setelah mereka masuk kemudian diikuti oleh Jeno, Alfa, Vania, Vernon dan Gama.

Gio yang awalnya fokus menatap layar ponselnya kini beralih ke arah sumber suara.

Tepat pukul 12 malam di bulan Juni tanggal 10, mereka merayakan ulang tahun Gio bersama-sama.

Alya mengelus kening Gio kemudian mengecupnya. Alya sangat bersyukur Gio dapat bertahan se jauh ini. Tanpa disadari air matanya sudah membasahi kedua pipinya.

"Anak mamah hebat. Selamat ulang tahun sayang, semoga kamu cepet sehatnya, mamah sayang banget sama kamu." Ujar Alya sambil memeluk Gio.

Gio tidak dapat berkata-kata, dia hanya membalas pelukan Alya.

Alya kemudian bergeser, memberi kesempatan untuk yang lain agar bisa mendekat pada Gio.

Beberapa doa dipanjatkan untuk kesembuhan Gio dan kebahagiaan anak itu. Harapan mereka semua sama, semoga Gio cepat sembuh dan berumur panjang.

"Mah, pah, semuanya, makasih."

Gio benar-benar terharu hanya saja dia tak pandai mengutarakan perasaanny. Namun, rasa kasih dan sayangnya tidak perlu diragukan, Gio rela melakukan apapun untuk keluarganya.

"Ini, mamah tadi bukin kue sama tante Vania khusus buat kamu." Alya memotong kuenya lalu memberikannya pada Gio.

Mereka semua memperhatikan Gio yang sedang menikmati kue ulang tahun yang dibuatkan oleh Alya dan Vania. Vania adiknya Dafa dan Fajar aktris papan atas yang pernah Fito sebutkan namanya.

Gio tidak banyak berbicara namun matanya terus mengeluarkan air mata, Gio sangat terharu. Kue yang sangat enak ini dibuat khusus untuknya.

Hubungan yang semula renggang kini mulai merapat. Semuanya sudah berdamai dengan masa lalu mereka. Bahkan mereka jadi lebih sering berkumpul bersama tanpa ada kecanggungan.

Kini mereka semua sedang berada di ruang rawat Gio. Memperhatikan anak itu makan dengan lahap. Selain kue yang dia makan, Gio juga memesan beberapa makanan sebelumnya.

Alya dengan senang hati memenuhi permintaan Gio karena jarang sekali Gio meminta sesuatu padanya. Dengan semangatnya Alya memasakkan semua makanan kesukaan Gio.

"Makannya pelan-pelan aja kali a, ga akan ada yang rebut makanannya juga." Ujar Alfa.

Seharian ini Alfa tersenyum lebar, dia merasa sangat bahagia namun sedih secara bersamaan.

Ini hari yang spesial untuk kakaknya tapi Gio masih belum bisa keluar dari rumah sakit, jadi mereka hanya merayakannya di ruang rawat Gio.

"Ponakan kesayangan onty emang ini." Vania terus berada di samping ranjang Gio bahkan dia meminta agar Dafa bergeser atau duduk di sofa saja, Vania ingin terus berada di sisi Gio.

Di sisi lain ada Alya yang sesekali membantu Gio agar anak itu tidak kesulitan.

"Makasih...makasih banyak,makasih buat semuanya."

Gio menghentikan suapannya, sekali dua kali ucapan terimakasih tidaklah cukup baginya.

Dia ingin berterimakasih atas semua hal. Ingin berterimakasih karena sudah memaafkannya, berterimakasih karena sudah memberinya kesempatan, berterimakasih karena mereka tidak pernah mengeluh lelah untuk merawatnya, terimakasih sudah saling memaafkan dan menjadi keluarga yang kembali untuh.

Paper CutsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang