Next

204 8 4
                                        

Oke guysss jangan dulu tinggalin cerita ini karena aku masih ada extra part 🫶🏻🫶🏻

Untuk sekarang aku mau kasi info dulu kalau aku ada cerita lainnya yang chapternya udah lumayan banyak dan bakal aku publish kalau aku udah namatin cerita ini 🥰 biar kalian ga aku gantungin lagi 😭🙏🏻

19 draftss 🥹🥹🥹 dan per chapternya jauh lebih panjang daripada cerita iniii~~~ tungguin keseruan cerita aku selanjutnya yaa, jangan lupaFollow biar ga ketinggalan 🥹 makasi makasihhhhh love u alll🫶🏻🫶🏻🫶🏻

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

19 draftss 🥹🥹🥹 dan per chapternya jauh lebih panjang daripada cerita iniii~~~ tungguin keseruan cerita aku selanjutnya yaa, jangan lupa
Follow biar ga ketinggalan 🥹 makasi makasihhhhh love u alll🫶🏻🫶🏻🫶🏻

Nih nih aku kasih sedikit spoiler hehehe

Hidupnya luntang lantung setelah kepergian buna untuk selamanya, bahkan buna meninggalkan banyak hutang. Sering kali dia kejar-kejaran dengan para pereman. Dia tidak bisa bela diri tapi keahliannya adalah berlari.

Namun hidupnya berubah setelah seorang yang mengaku sahabat buna dan mengatakan akan mengangkatnya jadi anak.

Jujur saja dia tidak nyaman dengan keluarga barunya karena yang menerimanya hanyalah mimom, yang mengaku sebagai sahabat buna. Sedangkan suami dan anak semata wayang mereka tidak menyukai keberadaannya.

Namun permintaan mimom yang sangat tulus itu membuatnya tidak dapat menolak.

—————————

Argee dapat menebak apa yang akan terjadi setelahnya jika dia bertemu dengan jelemaan setan di depannya ini. Tidak ada kata damai diantara mereka meskipun sudah beberapa tahun tidak berjumpa. Satu dari mereka sama-sama memiliki ego yang keras. Tidak ada kata maaf dan memaafkan dalam kamus mereka.

"Ngapai lo pindha kesini, Anak haram macem lo bisa ya sekolah di sekolah ini."

"Gua denger bunda lo udah mati ya? Turut bersuka cita ya."

"Dia pasti mati karena cape ngurus anak ngerepotin macem lo."

Raka terkekeh geli mengucapkan hal tersebut. Baginya itu adalah hiburan dan tanpa rasa malu dia mengatakannya.

——————

Argee kemudian turun dari mobilnya dan menyambar tangan Azriel untuk menjauh dari mobil Jaka tidka lupa melambaikan tangannya pada Jaka sebagai salam perpisahaan. "Mau masuk kan? Gue numpang mobil lo ya."

"Apa-apaan!"

Azriel hendak melonak namun Argee sudah terlanjur masuk kemobilnya dan duduk di kursi depan. "Please banget gua gakuat jalan buat masuk."

Melihat wajah pucat Argee membuatnya tidak tega menolak anak itu. Setelah mobil Jaka pergi Azriel pun menyalakan mobilnya dan memasukkan mobilnya ke dalam rumah.

"Lo sakit?" Tanya Azriel sambil sesekali melirik kearah Argee.

—————

Kepingan kecil puzzle kini dia dapatkan namun belum pasti bagian mana kepingan itu harus dia tempatkan.

Akhir-akhir ini kegiatannya hanya terfokus untuk mengulik kebenaran. Apa yang sebenernya terjadi? Apakah yang dia lihat itu adalah kebenarannya? Semakin Azriel menguliknya semakin besar rasa bersalahnya.

"Gimana kalau ternyata Argee adik kandung aku?" Satu pertanyaan yang selalu muncul di benakknya.

——————-

Gimanaaa? Penasaran gaaa? Tungguin yaa~~~ jangan lupa followwww 🥹 makasiiiiiii 🫶🏻

Paper CutsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang