CHAPTER 58

878 79 23
                                        

HAPPY READING SEMUA...

MAAF BERIBU MAAF AKU BARU SEMPAT UPDATE🥺

NEXT TIME AKU GAK AKAN LAMA² LAGI UP NYA KOK🙏🏻 YANG PENTING KALIAN VOTE DAN KOMEN🥳

MAKASIH ATAS PENGERTIANNYA❤


###



"Sayang, kenapa diam aja? Ayah dan Bunda jauh-jauh datang ke sini demi kamu, kenapa kamu malah diam seperti ini, nak? Ayo ngomong!" desak Ibra. 

Ernon memegang erat tangan Rika yang kini tampak menahan tangis. 

"Ada apa Alsha? Ini bunda sayang, kenapa kamu diam aja?" Halima menyentuh wajah Alsha dengan senyuman penuh kesedihan. 

Perlahan tangan Ibra mengepal, ia menatap Alsha lebih dekat. "KENAPA LUPA SAMA ORANG TUA KAMU SENDIRI? HAH? SAYA AYAH KAMU! DAN INI BUNDA KAMU!" 

Semua orang semakin panik dengan sikap Ibra. 

Perlahan napas Alsha mulai naik turun, dadanya terasa bergemuruh, ia kembali teringat dengan sesuatu yang sejak kemarin menggerogoti pikirannya. 

Tubuh Alsha seketika gemetar, ia mulai terisak menangis, menatap ketakutan pada sekelilingnya. Seketika membuat semua orang terdiam. 

"Alsha? Kamu kenapa sayang?" Ibra menyentuh wajah Alsha. 

Ya disaat itu pula, Alsha berteriak sekuat mungkin sambil menutup kedua telinganya, "AAAAAAAA!" 

Alsha kembali mengamuk ketakutan, membuat semua orang terkejut dengan apa yang sudah terjadi pada Alsha. 

"OLIVIA PANGGIL DOKTER!" teriak Rika yang kini berusaha menenangkan Alsha. Olivia berlari keluar dan semua orang di sini membantu menahan tubuh Alsha yang terus mengamuk. 

"PERGI! PERGI! PERGI! JANGAN SENTUH AKU..." Alsha terus berteriak ketakutan, ia menangis sejadi-jadinya. 

Halima menangis dan memeluk erat tubuh Alsha, Ibra mundur selangkah, matanya menatap syok melihat anaknya yang tiba-tiba seperti ini. 

Seketika tangan Ibra mengepal kuat. 

"LEPASSSSS! LEPASS! PERGI SEMUA PERGI!" teriakan keras Alsha tentu terdengar sampai keluar. 

Viona yang sudah berada di koridor rumah sakit kini hanya menutup telinganya dengan wajah malas, "Perempuan itu benar-benar sudah gila." ucapnya dengan wajah terganggu.

Dengan cepat Viona segera pergi menjauh dari ruangan itu meninggalkan semua orang. Sementara Olivia berlari menemui dokter. 




***



Ibra berjalan mendekati Ardi yang baru saja tiba di ruangan tempat Alsha dirawat, laki-laki tua itu menatap jelas wajah Ibra yang kini tampak menantang padanya.

Emosi Ibra terlihat akan meledak, tangannya mengepal dengan mata yang memerah. Semua orang yang menyaksikan mereka kini tampak khawatir. Sementara Ardi? Laki-laki tua itu tampak tenang, hal itu membuat Ibra semakin kuat menahan kepalan tangannya.

ARSYADTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang