"Ramadhan 3"

22 11 4
                                        

Adzan maghrib telah berkumandang menandakan waktu buka puasa telah tiba. Buka kali ini ada yang berbeda di kediaman Syarifuddin. Selain kedatangan penghuni baru yaitu Rose. Mereka juga kedatangan tamu sodara dari Rose, siapa lagi kalau bukan Jisoo, Jennie dan Lisa.

Ke enam wanita cantik dan tujuh pemuda tampan itu berbaur bersama bak satu keluarga. Tentunya dengan Jihyo dan Ryujin yang sudah sah menjadi bagian keluarga Syarifuddin. Ada sedikit perdebatan dan celotehan yang membuat suasana terasa makin ramai dan hangat hari itu. Salah satunya dari Taehyung dan Jennie yang saling ejek namun diam-diam perhatian. Ryujin yang grasak grusuk mengambil takjil agar tidak kehabisan padahal ia tidak puasa, Lisa yang duduk canggung di samping mantan crushnya, Jungkook. Rose yang asik bermanja ria dengan sang suami. Serta Jisoo yang diam-diam mengamati mereka semua dengan senyum lembutnya.

Ngomong-ngomong tentang Rose, perempuan itu jadi merasa agak canggung dengan Jihyo setelah acara ngidamnya saat sahur tadi pagi. Padahal Jihyo tidak masalah Namjoon menyuapi Rose, toh namanya juga orang hamil. Jihyo bukan tipe wanita yang gampang terbakar api cemburu. Tanggung jawabnya sebagai leader membuat ia berpikir dewasa, logis dan tenang.

"Bang, makan bakwan tuh paling enak kalo pake rawit ijo, ya gak Ryu?" Ucapan Jungkook diangguki Ryujin. Gadis itu tidak menjawab karena mulutnya penuh oleh cireng isi buatan Seokjin.

"Kan gue gak bisa makan pedes Kook"

"Cupu banget gak bisa makan pedes" Celetuk Jennie yang berhasil membuat Taehyung memicingkan mata.

"Apa lo bilang?!"

"Cupu~" Ejeknya.

"Gapapa cupu yang penting gue ganteng!"

"Ganteng apaan muka macam pantat panci gitu"

"Sembarangan! Kegantengan gue tuh udah bersertifikat ya! Lo pikir lo cakep? Cantikan juga lucinta luna dari pada elo!"

"Yaudah sono lo pacaran ama luci-ukhuk!" Jennie tersedak makanan yang tengah dimakannya. Hal itu membuat Jisoo menghela nafas lelah. Namun belum sempat ia menyodorkan air, Taehyung lebih dulu menyerahkan thaiteanya pada Jennie. Gadis apoteker itu buru-buru meneguk minuman yang diberikan rivalnya. Setelah rasa sakitnya reda wajah Jennie malah berubah memerah. Ia baru sadar kalau barusan ia minum menggunakan sedotan yang sama dengan Taehyung. Rupanya hal itu juga baru di sadari oleh Taehyung, sehingga pemuda kasir alfamart itu ikut salah tingkah. Syukurnya yang lain tidak ada yang sadar....

"CIEEEE KAK TAEHYUNG SAMA MBAK JENNIE CIUMAN SECARA GAK LANGSUNG!"

....tidak ada yang sadar kecuali Ryujin. Tapi akhirnya mereka semua jadi tau karena teriakan adik sepupu Jihyo tersebut.

"Udah-udah jangan ribut, cepet makannya abis itu kita shalat maghrib dulu" Ajak Jisoo.

"Bentar ya 15 menit lagi" Jungkook menyenderkan punggungnya ke kursi karena kekenyangan.

"Gak ada! 5 menit atau gak gue kasih makan sahur ntar. Makanya kalo buka puasa tuh secukupnya aja jangan balas dendam" Jungkook hanya mengangguk karena ia tidak bisa melawan perkataan Seokjin.

Satu persatu mulai meninggalkan ruang tamu tempat mereka buka puasa dan menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu kecuali Ryujin. Setelah itu mereka kompak masuk ke mushola yang ada di dalam rumah untuk melaksanakan shalat berjama'ah. Jisoo, Jennie dan Rose yang tidak membawa mukena diberi pinjam oleh Jihyo. Kemudian mereka segera bersiap ketika Jungkook mengumandangkan iqamah di lanjut shalat dengan Seokjin sebagai imam.

Dalam diam, rasa kagum Jisoo pada si sulung Syarifuddin semakin besar. Dibalik sifat bawel dan terkadang absurd, Seokjin adalah sosok kakak yang dewasa, tegas, namun juga perhatian. Selain itu, Seokjin juga memiliki jiwa kepemimpinan yang besar, bahkan Namjoon saja tidak bisa berkutik jika si sulung menunjukkan jiwa terpendamnya. Dan diantara anak Syarifuddin, Seokjin adalah sosok yang paling taat sehingga ia sering mengingatkan adik-adiknya untuk selalu beribadah. Maka dari itu, kejadian Jimin dan Rose adalah pukulan telak baginya. Ia merasa gagal menjadi seorang kakak yang seharusnya bisa membawa dan mengarahkan adiknya ke jalan yang benar.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 11 hours ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Tetangga?! Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang