Pukul 3 dini hari.
Jam-jam yang seharusnya dipakai untuk beristirahat, namun hal tersebut tidak bisa terlaksana untuk GENG CEBU. Karena apa? Karena HP mereka kompak berdering pada jam tersebut.
Masing-masing melihat, rupanya panggilan video grup, dan itu dari Frey.
Yang pertama mengangkat panggilan dari Frey adalah Athena.
"Frey? Kenap--
"ATHENA! Gue bersyukur banget ada yang ngangkat, maaf banget yaa ganggu waktu istirahat lo."
"Iyaa tapi kenapa Frey? Tumben banget jam segini."
"Bentar, gue tunggu yang lain join dulu, baru gue jelasin yaa."
Athena mengangguk dan tak banyak bertanya lagi. Ia sesekali menguap, namun melihat wajah serius Frey dibalik layar dengan lampu kamarnya yang remang-remang, Athena meyakini pasti ada sesuatu hal yang sangat genting.
Athena memang belum lama mengenal Frey, tidak se-lama ia mengenal Audrey ataupun Yara, namun ia tahu bahwa Frey bukanlah tipikal orang yang akan mengganggu waktu orang lain, kecuali hal tersebut benar-benar mendesak.
Kemudian satu persatu mulai masuk ke dalam panggilan tersebut, sebagian besar dari mereka merutuki Frey karena menelepon di saat yang tidak tepat.
Frey mengamati.
Setelah Athena, ada Yara, Audrey, Wanda, Sophia, Zoey, dan Jo yang join secara berurutan.
Frey berdecak, tinggal satu lagi.
"Selina ponselnya di silent kah?" Tanya gadis itu.
"Nggak pernah deh rasanya dia matiin nada dering handphonenya." Jo menyahut.
Disusul dengan anggukan Zoey, "Ini mah emang dianya aja yang kebo."
"Oke kita tunggu dia angkat dulu, karena perannya dia juga penting." Frey mengambil keputusan.
"Frey ini lo ngajak kita ngomong di jam-jam rawan gini, lo yakin kita bakal fokus?" Tanya Wanda.
"Gue percaya sama kalian kok. Kalo bukan situasi yang genting banget, gue juga gak bakal ganggu kalian dan milih tidur aja." Sahut Frey.
Tepat saat Frey menyahut, layar menampilkan Selina yang baru bergabung. Tapi dilihat dari penampilannya, Selina tidak seperti orang yang baru bangun tidur, penampilannya masih fresh dan tidak se acak-acakan teman-temannya yang lain.
"Oh Thank God." Frey bergumam pelan.
"Lina lo habis ngebo ya lama amat angkat telepon?!" Audrey yang menjadi pertama mendumel.
Tampak Selina memutar bola mata malas. "Lo lihat muka gue.. adakah gue kelihatan kayak orang baru bangun?"
"Terus kalo nggak tidur, lo kemana aja anjirtt?!?!"
"Itu gue jelasin nanti, ga penting juga." Selina menyahuti pekikan Zoey tadi.
Kemudian ia kembali berucap. "Hal yang mau disampein sama Frey pasti lebih penting."
Frey yang mendengar itu mengangguk.
"Guys, gue mau minta tolong kalian buat fokus dan dengerin gue, okey? Sekarang kalian bebas mau cari posisi ternyaman kalian, gue bakal cerita sedikit panjang."
Pun sontak geng cebu menuruti ucapan Frey. Ada yang tengkurap sambil menghadap kamera, ada yang sambil berpelukan dengan guling, ada yang mengambil posisi duduk, dan bahkan ada yang sambil ngemil.
KAMU SEDANG MEMBACA
Circle
RomanceFOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA! Untuk kaum pelajar yang bersekolah di SMA/SMK dan sejenisnya pasti sudah tidak asing dengan 'pembagian circle' pada tiap daerah sekolah mereka. Umumnya, circle-circle paling mendominasi dan cenderung ada di tiap sekola...
