Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

61. Confront•

160 28 16
                                        

"Sumpah. Laki lo kepoan amat sih, Na." Dengus Zoey kesal, tepat saat Athena memutuskan sambungan telepon secara sepihak.

"Ya mungkin dia cuma khawatir? Tau sendiri lah se-protektif apa beliau ke kesayangannya." Ucap Frey.

"Bodohnya gue lupa kalo email gue jadi satu sama dia!" Athena merutuki dirinya sendiri.

"Bjirr itu email bisa jadi satu gimana ceritanya deh?" Tanya Jo.

"Panjang deh pokoknya. Intinya itu salah satu bukti keseriusan dia kalo dia bener-bener leave dari perusahaan bokapnya." Sahut Athena.

"Agak nggak ngerti tapi okelah. Tapi menurut lo dia bakal percaya sama alasan lo?" Tanya Audrey.

Athena meringis. "Kayaknya nggak deh."

Tapi ia segera lanjut berujar. "Tapi disatu sisi dia juga nggak akan berani ngapa-ngapain. Dia tau gue nggak suka kalo dia terlalu ikut campur."

"Yakin lo, Na?" Tanya Selina.

Athena sempat terdiam, kemudian mengangguk. "Harusnya gitu."

"Kak Karsa nggak ada ngomong apa-apa, Jo?" Tanya Wanda, mengingat tadi Karsa juga datang ke tempat kejadian.

"Nggak ad-- eh, nggak tau. Gue belum ada cek handphone daritadi." Sahut Jo, kemudian segera mencari-cari benda kesayangannya itu.

"Kak Candra gimana?" Tanya Yara pada Wanda.

Wanda menghembuskan nafas pelan. "Dia nyuruh gue buat tenangin diri dulu, dan nyuruh buat cerita kalo gue udah merasa baikan."

"Pacar lo semua pada tau soal kejadian ini?" Tanya Frey, ia hanya ingin memastikan sudah sejauh mana masalah serta dokumentasi tadi tersebar, karena sekali lagi, mereka tidak ada menceritakan hal ini pada siapapun.

"Elion nggak. Dia sibuk ujian huhu kasian ayang gue." Audrey mengerucutkan bibirnya.

"Tian juga kayaknya nggak. Kalo dia tau, udah pasti heboh teleponin gue atau Jo." Selina menimpali.

Frey mengusap tengkuknya. "Ya.. bakal lebih aneh lagi kalo yang lintas negara tiba-tiba tau kan? Tapi syukur deh."

"Tapi mata-matanya Kak Tian kan banyak?" Wanda menoleh ke arah Selina.

Selina mengendikkan bahunya. "Dia akhir-akhir ini kayaknya lagi sibuk praktek, mana sempet ngurusin yang begituan. Kita aja udah nggak chat selama kurang lebih 6 hari, tapi tetep teleponan sih.. kadang."

Yang lain agak ter-shock mendengar pengakuan Selina.

"What? Hubungan macam apa itu? Dan lo kuat nggak chat sama orang special lo selama berhari-hari, Sel?" Zoey menganga.

"Emang lo semua nggak?"

"NGGAK!" Jawaban serempak dari teman-temannya membuat Selina semakin heran.

"I mean.. kan kita punya kehidupan masing-masing. Jadi, wajar nggak sih kalo nggak chat?"

"Keknya Selina sama Tian sama-sama plenger deh. Noob gitu pacaran." Selina menoyor kening Zoey karena asbun.

"Lah udah pacaran?" Athena baru tersadar.

"Bel--

"HAHHHH WHATT THEE FUCKKKK?!?!"

Mereka semua reflek menoleh ke arah tangga karena terkejut dengan teriakan Jo yang tiba-tiba. Tadi princess itu memang naik ke atas untuk mengambil handphone nya di kamar. Dan setelah menghidupkan gadget itu, ia berteriak kaget.

"Ih kenapaaa Jo?" Tanya Yara, mewakili yang lain.

Jo buru-buru turun dari tangga, dan menuju ke arah mereka.

CircleCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang