FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA!
Untuk kaum pelajar yang bersekolah di SMA/SMK dan sejenisnya pasti sudah tidak asing dengan 'pembagian circle' pada tiap daerah sekolah mereka.
Umumnya, circle-circle paling mendominasi dan cenderung ada di tiap sekola...
HI GUYS! HIHI MAAF AKU LUPA INFOIN KALO AKU ADA REVISI BESAR-BESARAN UNTUK DRAFT KONFLIK INI, DAN KARENA ITU AKU GAK BISA NEPATIN JANJI AKU SEBELUMNYA YANG MAU UP TIAP HARI (sowwrryyy) AWALNYA AKU MAU KONFLIK PENYELESAIANNYA AKU BUAT DENGAN SEDERHANA DAN GAK TERLALU PANJANG (CUMA 1 CHAPTER) TAPI SETELAH AKU ADA IDE, KAYAKNYA LEBIH BAIK AKU PANJANGIN HIHI..
JADI SELAMAT MEMBACA!🥹🎀
_______
"Kenapa perasaan gue gak enak ya?" Wanda membuka pembicaraan.
Pukul 18.47
1 jam sebelum eksekusi dimulai, dan mereka masih ada di rumah Jo, sudah bersiap dengan pakaian serba hitam. Warna yang selalu mereka percayai akan membawa keberuntungan karena musuh tentunya gentar.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Wan, gausah aneh-aneh pls." Zoey sudah memandang dengan cemas, mereka saat ini sedang kompak tengah dugun-dugun.
Athena menyentuh bahu Wanda. "Kenapa? Kalo ada yang ngeganjel, langsung kasi tau aja sekarang."
Wanda menghela nafas, ia sedikit memijit pelipisnya. "Mungkin gue cuma kepikiran Sophia."
Wanda kemudian memandang semua teman-temannya. "Nggak bisa ya kita bagi tugas aja ntar? Ada yang ikut ke lokasi, ada yang mastiin keadaan Sophia di rumahnya."
"Gak bisa." Frey langsung menjawab dengan cepat.
"Frey lo gak kasian sam--
"Tentu gue kasian, Wan. Tapi lo lupa orang tua Sophia kayak apa? Kalo salah satu dari kita ada yang kesana, masalah akan semakin rumit karena mereka emang suka banget ikut campur. Mereka bakal nanya hal-hal aneh, dan gue yakin itu nggak akan memperbaiki keadaan."
"Kita udah deket banget sama keberhasilan, kita lakuin ini juga buat Sophia, jadi kita emang harus tunggu sampe rencana kita berhasil." Frey berupaya menjelaskan.
"Sekarang yang harus kita lakuin adalah fokus ke rencana yang udah kita susun. Pembagian jobdesk masing-masing juga diinget."
Mereka semua akhirnya mengangguk mendengar ucapan Frey.
"Semuanya udah hampir siap, guys." Jo yang menjadi kepala sistem memberitahukan.
"Boleh gue tanya kenapa kita tumben mulai di jam yang gak malem-malem amat?" Tanya Audrey, karena biasanya mereka melaksanakannya di jam 11 ke atas.
"Karena yang kita introgasi adalah anak buahnya, bukan final boss nya. Jadi, perlu dimulai lebih awal dari biasanya." Selina yang set up jadwal menjelaskan.
Frey memandang mereka semua, kemudian berucap. "Oke, udah 1 jam sebelum eksekusi dimulai, dan jobdesk juga udah dibahas. Sekarang gue mau denger persiapan dari masing-masing orang."
"Athena, mulai dari lo." Ucap Frey.
"Koordinasi sama Sultan dan temen-temennya udah gue set up. Berhubung nanti disana bakalan gak ada sinyal, jadi gue pilih komunikasi sama mereka lewat HT. Jadi, nanti pas kita bergerombol, tolong taruh gue di tengah-tengah, biar musuh nggak ada yang tau dan nggak bisa lihat gimana cara gue komunikasi sama mereka."