Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

60. Suspicion•

167 28 12
                                        

"Guys, literally kita memperparah keadaan." Geng CEBU saat ini tengah berkumpul di rumah Jo, rumah yang mereka yakini menjadi tempat yang selalu paling aman. Selain karena pengawasannya ketat, orang tua Jo juga sangat welcome.

Yang membuka percakapan tadi adalah sang tuan rumah, yakni Jo, dan yang lain mengangguk setuju.

"Kita bener-bener nggak mikir sampe sejauh itu. Nggak akan ada yg expect kalo Pak Sultan sama Pak Sadewa bakal dateng, dan bahkan call orang tua Sophia sama Wanda." Zoey menanggapi.

Terdengar helaan nafas pelan, itu dari Athena. "Setidaknya bodyguard lo berhasil tangkap mereka yang lagi mata-matain kan Jo?"

Jo mengangguk. "Tapi cuma 2. Terkaan Sophia bener, bos mereka nggak ada di tempat kejadian."

"Untuk masalah itu, gue masih kontak pihak Lawson terkait informasi pribadi mereka. Dan sekarang gue juga lagi sibuk hubungin Mami dan pihak berita untuk ngeblokir semua video bertengkarnya Wanda sama Sophia." Sahut Frey, matanya tetap fokus pada handphone.

"Kapan kira-kira dikirim datanya, Frey?" Tanya Audrey.

"Paling lambat sore ini."

Selina mengangguk. "Malemnya kita eksekusi."

Yang lain ikut mengangguk, dan setelahnya hening.

"Orang tua Sophia.. emang sekeras itu ya?" Pertanyaan pelan dari Yara mengundang perhatian yang lain.

"I mean, di publik aja mereka berani sakitin anaknya.. apalagi kalo cuma bertiga di rumah." Lanjut gadis itu.

Mendengar itu, Wanda yang sedaritadi diam akhirnya mengeluarkan isak tangisnya, membuat teman-temannya langsung berupaya menenangkan.

"Hikss inii semuaa karenaa gue, Sophia dimarahin karena gue."

"Ssttt Wanda, bukan salah lo. Ini salah kita semua, karena kita bikin rencana yang kurang matang. Kita juga sempet ada miss comunication, jadi ini semua bukan serta merta salah lo." Athena mengusap rambut Wanda yang sebahu itu.

"Gue takut banget Sophia kenapa-kenapa hiks.. gue takut medali dia beneran dicabut. Gue takut perjuangan dia.. hiks, gue takut perjuangan dia selama ini sia-sia."

"Engga Wanda.. pasti bakal dibantu sama Mami Frey.. iya kan Frey?" Zoey menatap Frey penuh harap.

Namun Frey sempat menggigit bibirnya, sebelum akhirnya berujar. "Jujur, kali ini lebih susah. Karena sebelumnya nggak ada bukti kalau Sophia problematik, tapi saat ini--ada beberapa video yang bocor.. tapi udah berusaha banget gue takedown semuanya."

Hati mereka terasa mencelos mendengar penjelasan dari Frey.

"Dan tadi Mami sama Mr. Lawson sempet marah karena dibilang kita nggak bisa nahan diri. Tapi gue tetep nggak kasi tau rencana kita yang sebenarnya ke mereka."

"Terus gimana caranya kamu ngeyakinin Mami kamu untuk bantu takedown video bertengkar tadi, Frey?" Tanya Yara.

Frey menghembuskan nafas. "Tanpa gue suruh pun Mami pasti bakal takedown. Di potongan video itu mereka sempet mention nama gue yang juga ikut manipulasi nilai. Mami pasti nggak mau nama gue jadi jelek."

"Sebenernya, nggak ngasi tau siapa-siapa tentang rencana kita itu adalah keputusan paling aman sekaligus paling riskan, menurut gue." Ucap Selina, bersandar lelah pada sofa.

"Tapi keputusan Frey udah tepat. Karena dari awal kita udah milih buat rahasiain, kedepannya juga harus dirahasiain. Jadi, gue minta tolong ke kalian, jangan sampe muncul drama baru cuma karena salah satu diantara kita ada yang bocor."

CircleCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang