"Can, gausah gegab--
Dor!
Semua orang yang ada disana memekik saat Candra dengan enteng melesatkan pelurunya ke anak buah yang tadi menahan Zoey. Bahkan Zoey berteriak kencang saat ia terkena cipratan darah.
"AAA SUMPAH MIMPI APA SIH GUE SEMALEM! HUEE SELINAA TOLONGIN GUE!!"
Candra kemudian mendekat, diikuti oleh Gold Circle yang lain.
Sultan segera menghampiri Athena dan mendekap gadisnya itu. "Sayang, gak ada yang luka kan?"
Athena menggeleng cepat. "Temen-temen aku, tolongg. Wanda udah kehabisan banyak darah daritadi."
Sultan mengangguk tegas. "Habisin, bro. Sekarang."
"BERANI KALIAN MENDEKAT! KAM--
bug!
Karsa yang memiliki latar belakang taekwondo langsung saja menendang Pak Qen dari samping dengan sangat keras, dan berhasil membuat pria tua itu tersungkur.
Karsa kemudian mengambil pistol yang tadi sempat dipakai untuk menodong Jo, dan sekarang ditempelkan ke dahi Pak Qen yang masih tersungkur.
"Anjing lo, berani-beraninya sentuh dia." Geram Karsa rendah. Emosinya semakin tersulut saat melihat banyaknya rontokan rambut Jo di lantai serta di tangan Pak Qen. Jo pasti sudah dijambak dengan sangat kuat.
Sementara itu, Jo yang sudah bebas segera berhambur ke pelukan Selina.
"Habis ini gue bayarin perawatan rambut lo, tenang aja." Ucap Selina sembari mengelus punggung Jo.
Pak Seno yang melihat satu anak buahnya yang sudah tewas mengenaskan, dan rekannya yang sudah tidak bisa berkutik, merasakan nyalinya mulai ciut.
Apalagi melihat Candra dengan tatapan penuh amarah mulai berjalan mendekat.
Candra merasakan dadanya penuh sesak melihat kondisi Wanda.
"Lepasin cewek gue." Perintah Candra penuh penekanan.
Pak Seno tentunya tahu betul bagaimana dan seperti apa latar belakang keluarga Candra. Yang ia tidak tahu adalah bahwa Wanda merupakan pacar Candra.
Ia dan Pak Qen memang memata-matai Geng CEBU selama ini, namun informasi mengenai kedekatan Candra dan Wanda tidak pernah sampai ke radar mereka. Ingat kan, kalau Candra harus sangat ber-effort menyamarkan identitasnya agar Wanda tidak diketahui oleh para musuhnya?
Dan.. Pak Seno berani bersumpah kalau ia sudah tahu dari awal, ia tidak akan pernah berani melukai atau bahkan menyentuh Wanda.
Pak Seno meneguk ludah membayangkan akan bagaimana kehidupannya setelah ini.
"Lo tuli? LEPASIN PACAR GUE!" Suara bariton Candra menggema di seluruh gedung tersebut.
Pak Seno dengan gemetar pun mulai melepaskan Wanda perlahan. Wanda hampir terjatuh kalau Candra tidak menangkapnya dengan sigap.
Tatapan Candra mulai melunak. "Wan."
Geng Cebu yang lain pun kompak mendekati Wanda, dan Jo berjongkok menyodorkan kain bersih. "Pake ini dulu buat nahan perdarahannya."
Candra mengambil kain itu dan menempelkannya pada luka Wanda.
"Kak, sakit banget." Lirih Wanda, menyayat hati semua orang yang ada disana.
"Tadi pake mobil siapa? Bisa minta tolong anterin Wanda ke rumah sakit?" Pinta Candra menatap semua teman-teman Wanda.
Yara yang juga sudah dilepaskan oleh anak buah Pak Qen (mungkin dia takut kena tembak juga), segera mengangkat tangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Circle
RomanceFOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA! Untuk kaum pelajar yang bersekolah di SMA/SMK dan sejenisnya pasti sudah tidak asing dengan 'pembagian circle' pada tiap daerah sekolah mereka. Umumnya, circle-circle paling mendominasi dan cenderung ada di tiap sekola...
