day-sixteen

786 44 2
                                        

"Berhenti!"

Suara mungil gadisku mendekat, nampaknya pahlawan kesiangan segera tiba untuk menenangkan kedua wanita dihadapanku. Tak lama, Yn yang menyingkirkan badanku berusaha menengahi mereka. Bukannya berhenti, keduanya masih berkelahi dimana aku menantikan saat mereka saling bertukar pisau ataupun pistol yang condong pada tubuh mereka.

Puk!

Hantaman keras yang Hailey tujukan salah sasaran. Tepat mengenai wajah Yn yang mencoba menghentikan aksi mereka, Hailey yang terkejut langsung menyingkir. Yn bangkit membantu Clara dengan darah segar mengalir dari hidungnya. Demi apapun tanganku sudah mengepal. Aku terpaku, rasanya ingin menyeret Yn dari sana dan segera mengobati lukanya. itu tampak mustahil.

"Aku bilang hentikan Hails."

"Ma-maafkan aku Yn, aku benar-benar tak sengaja" Hailey penuh penyesalan. Kurasakan otot-ototku menegang. Yn yang masih membersihkan hidungnya masih tampak menenangkan suasana.

"Aku bilang apa! Jangan ganggu tunangan orang! Ngerti!" Clara bersitengang. Hailey justru sudah meredam emosinya dan memilih memperhatikan luka Yn karenanya. Jadi perkelahian mereka karena aku?

"Sudah.. apa yang kalian ributkan sebenarnya?" Yn bertanya dengan nada lembut, Clara berdesis. "Bukan urusan loe!" Gadis pewaris perusahaan terbesar didunia itu mencoba berbalik, dimana mata biru secerah Laut itu bersipandang denganku. "J-j-justin?"

"Jadi begini kelakuanmu? Setelah bertengkar dengan Hailey, kau memperlakukan seorang guru tanpa sopan santun. Bukankah kau bisa lihat dengan kedua matamu bagaimana lukanya hanya untuk menenangkan kalian?! Bisakah?!!" Emosiku terluapkan. Terlebih melihat gadis-ku yang rapuh ikut terkena dampaknya dan membuatku setengah mati dibuatnya, kini bentakan Clara sangat membuatku semakin menggebu.

"B-b-bukan maksudku,-"

"Terserah, aku pulang." Memutar tumit, berat hati membiarkan Yn harus pulang seorang diri dengan luka akibat hantaman Hailey. Aku tak bisa berdiam diri dan hanya memandangi luka itu. Tidak bisa-aku mungkin menariknya untuk pergi bersamaku meninggalkan kedua gadis pencundang itu. Atau mungkin aku akan bermain tangan untuk keduanya, tak pedulikan gender,keduanya benar-benar keterlaluan.

Berjalan menjauhi pusat permasalahan, aku sempat berpapasan dengan guru-guru lain yang mungkin ingin memisahkan. Niall,Zeya,Harry, bahkan si guru baru itu-Nathan.

"Yn, kau tak apa?"

Aku sempat berbalik, mendapati Nathan yang memegangi bahu Yn, serta menanyakan keadaannya. Iris matanya sempat bertemu dengan milikku sebelum akhirnya merespon pertanyaan Nathan dengan gelengan kepalanya.

"Ya ampun Yn.. kau tak apa? Kau terluka. Ayo bawa dia keklinik" si Zeya terlihat panik,

Setelah itu, aku melangkahkan kaki untuk meninggalkan sekolah. Penuh harapan bahwa Yn takkan terluka parah.

..

Makan malam bersama keluarga Hallowsmith's berjalan lancar. Aku memancarkan senyuman palsu selama dua atau mungkin lebih. Clara tampak menjadi pendiam dan tak serese biasanya. Mungkin karena perkelahiannya dengan Hailey membuat dirinya was-was padaku. Bahkan aku sendiri sungkan untuk membicarakan itu, toh tak ada untungnya bagiku. Pernikahan kami akan tetap berjalan, meskipun diundur untuk beberapa bulan kedepan karena semester genap disekolah belum saja dimulai.

Dengan mobil Limo milik Dad, Benny mengantarku pulang. Rasanya lega karena tugas-ku sudah selesai. Aku juga mengirimi beberapa pesan untuk Yn agar menungguiku diapartement-nya.

To: Ma'Babe
Tunggu aku, sepuluh menit lagi diapartement.

menungguinya beberapa menit, namun ponselku masih diam bertanda tak ada aktivitas yang berarti. Aku berusaha menghubunginya dan hasilnya tersambung pada mailbox

THE FEELING (YN-YOUR NAME)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang