day-twenty two

776 43 1
                                        

Hari pertama ujian tengah semester dimulai.

Nathan sudah selesai membagikan setiap lembaran diatas meja siswa. Kuperhatikan seksama, Justin yang menatap Nath dengan begitu bengis, Tanpa disadari oleh pria berambut coklat gelap itu sendiri. Nath terduduk disampingku, semua murid mulai mengerjakan soal ujian yang disajikan. Hari pertama, Siswa dihadapkan oleh Mata pelajaran Mr. Horan, Matematika. Baru beberapa menit setelah bel tanda ujian dimulai, banyak yang sudah mengeluarkan senjata mereka. Nath yang terlihat berpengalaman mengamankan benda itu. Seperti catatan kecil yang mereka selipkan dibawah kertas ujian, menulis dibagian tubuh mereka, berbisik dengan teman seberang meja, atau melepar kertas berisi jawaban yang tak tahu darimana asalnya. Aku menggeleng tak percaya. Nathan mengawasi Justin ketat, bisa kulihat matanya mengarah pada Justin berulang. Namun priaku masih menunduk, berfokus pada kertasnya. Tak ada sikap yang mencurigakan yang Justin ciptakan selama ujian berlangsung. Sungguh aneh, semua yang berada di Graha's mengetahui hal itu, Justin si raja mencontek. Nathan yang terlihat kesal, Bangkit dan menghampiri Justin. Tak segan, ia memeriksa kantung seragam Justin, dibalik papan ujiannya, bagian pulpen bahkan menyuruhnya membuka seragam sekolah untuk memastikan dirinya benar-benar bersih dari hal contek mencontek.

Aku terkesima,

Setelah para gadis histeris melihat perut sixpack nya, Justin dinyatakan bersih. Ia bermain jujur kali ini, dan lagi-lagi menjadi kejutan bagiku. Aku merasakan bangga padanya.

"well, pewaris Adidas itu benar-benar berubah. Atau mungkin dia memang sudah lihai bermain dalam permainannya"

Nathan yang tampak tak percaya terus mengawasi Justin, matanya tak henti menatap kertas ujian. Bahkan saat Austin meneriaki namanya dengan suara rendah nyaris seperti bisikan, Justin mengabaikannya. Cody yang berusaha menggoyangkan bangkunya dari belakang, menarik seragamnya, hingga meremas selembar kertas menyerupai bentuk bola kecil yang ia lemparkan pada Justin-pun tidak mengeyahkan konsentrasinya dari kertas ujian. Kuperhatikan Tangan Justin sibuk mencoret sesuatu diatasnya tanpa henti. Aku semakin yakin bahwa kali ini ia benar-benar bermain bersih.

"Kupikir kau salah. Dia mungkin memang sudah berubah, aku bisa melihat itu" balasku untuk Nath dengan suara rendah, takut mengangguk murid yang lain. Mataku tak hingga menatapnya, ketampanannya  semakin bertambah saat ia tampak serius seperti sekarang. Aku tersenyum lagi, aku bangga padanya. Sungguh.

Bel berbunyi, menandakan ujian pertama sudah selesai. Murid-murid terlihat gelisah, tak terkecuali Justin. Ia merenggangkan otot-ototnya seraya menungguku menariki kertas ujian mereka. Ia tak menyadari Cody yang sudah berdiri dari bangkunya berusaha melirik kertas hasil ujiannya, begitupun Austin yang memiringkan tubuhnya untuk menyontek pada Justin—siswa dengan nilai terendah di Graha's sepanjang sejarah.

"Cody, Austin.." aku memperingatkan. Nathan yang bertugas menarik kertas disisi lain tampak sibuk dengan godaan siswi yang berbicara padanya. Justin tersenyum kearahku, membuatku salah tingkah. Cody dan Austin kembali pada posisi mereka dengan raut yang terlihat memelas.

"Makanya belajar! Dasar Oon!" Justin meneriaki keduanya, tertawa jahat yang sama sekali tak dihiraukan oleh kedua sahabatnya. Cody masih mencari kesempatan melihat kertas Justin sebelum akhirnya aku menariknya dan Cody mendesah. Tak seperti Austin yang mencari jawaban dari sumber lain, tetapi hasilnya nihil. ya tuhan, aku bahkan akan merindukan momen seperti ini.

Setelah selesai, aku kembali kearah posisiku. Memperbolehkan siswa-siswa untuk keluar kelas terlebih dahulu dimana Aku dan Nathan menghitung kertas lembaran ujian mereka. Aku sempat terkejut melihat kertas ujian milik Justin, hampir delapan puluh persen sudah terisi penuh. Hingga aku teringat saat terbangun dari tempat tidur dan menyadari Justin tertidur dengan sebuah buku diatas dadanya. Bukankah dia sudah usaha dengan keras?

THE FEELING (YN-YOUR NAME)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang