38. Tiket Liburan

415 21 0
                                        

Sudah hampir 3 minggu Amel dan Delon tidak bertegur sapa. Rasanya hati sangatlah hampa. Walaupun mereka telah berjauhan tetap saja hati Amel tidak akan pernah berubah, tetap mencintai Delon sebagai penggemar rahasianya.

Gengsi untuk sekedar mengirim chat untuk Delon. Tak mungkin Amel harus mengirim chat duluan. Dia hanya terus menunggu walaupun itu tak pasti.

Libur hari tenang selama seminggu setelah ulangan tengah semester juga menghalangi Amel dan Delon bertemu di kampus walaupun hanya saling bertatapan dari jauh saja.

Hari ini hari ke gabut-annya. Dia hanya menyetel lagu-lagu galau yang ada di handphone- nya, menggambarkan suasana hatinya yang sekarang sambil berbaring di atas ranjangnya.

Tok, tok, tok...

Seseorang mengetuk pintu kamarnya. Amel bangkit dari ranjangnya dan segera membuka pintu kamarnya itu.

"Sebentarrrr,"

Saat pintunya di buka ternyata Januar lah yang berada di depan pintu kamar Amel. Januar menunjukkan 6 tiket untuk pergi ke Bali.

"Ayah, ini apa?" tanya Amel heran.

"Ini tiket kita buat liburan besok. Sisa 2 lagi nih, siapa lagi yang mau kamu ajak? Yang ikut itu baru kita bertiga sama pacarnya kakak kamu. 2 tiket lagi kamu pilih temen kamu siapa pun buat di ajak liburan bareng!"

Amel tersenyum girang, Januar yang dulu dia benci ternyata sangat pengertian dan mengerti suasana hati anaknya. Amel memeluk Januar sebagai tanda terima kasih.

"Beli kebutuhan buat di bawa besok yuk." ajak Januar.

Amel langsung meng-iya kan dengan semangat. Hari ini hari quality time bersama ayahnya.

Di dalam mobil pun Amel di sibukkan dengan handphone- nya, mengutak atik setiap aplikasinya sambil memikirkan siapa kedua teman yang akan dia ajak untuk ikut liburan bersamanya.

Saat Amel kembali ke home dalam handphone- nya terpampang foto Amel bersama Leon. Ya dia teringat pada salah satu sahabatnya di kampus, dia akan mengajak Leon. Dia langsung membuka aplikasi Line dan mengirim chat pada Leon.

Amelia Clara:
Eh, eh gue ada 6 tiket liburan ke Bali nih buat besok. Butuh 2 orang lagi. Gue mau ngajak lo dan sekarang tinggal 1 tiket lagi. Buat siapa yaa kira-kira menurut lo?

Setelah terkirim ke Leon pun Amel langsung me- lock handphone.

Jalanan menuju supermarket sangatlah ramai dan macet, hanya melaju 1 atau 2 meter saja.

"Yah macet deh." celetuk Amel mengisi kesepian di dalam mobil bersama Januar.

"Kamu kayak gak tau jalan di sini aja Mel. Ayah sih udah sabar ngadepin jalan di sini yang macet terus."

"Ya iyalah ayah kan kemana aja jadi walaupun macet total gak jalan juga ayah tetep gaspolll," ledek Amel.

"Lebih mending di luar melatih kesabaran, dari pada di kamar terus nyetel lagu galau pake volume yang full ." Balas Januar meledek.

"Ah ayah kayak gak tau hati anak muda aja sih hfft."

"Dasar anak muda kerjaannya galau, di kasih tiket liburan langsung jungkir balik juga." Januar masih terus meledek Amel.

"iya aku lupa jungkir balik nih yah." kata Amel sambil bergegas bangun dari jok mobil dan membelokkan tubuhnya.

Januar langsung bertanya kepada Amel, heran dengan apa yang akan di perbuat anaknya itu.

"Eh Mel, mau ngapain kamu? Duduk lagi yang manis."

"Mau jungkir balik padahal." jawab Amel sambil kembali ke posisi duduknya yang tadi.

"Untung tadi belum ayah gas maju, kalo ayah gas tadi pasti kamu udah nyungsep deh ke belakang."

Amel dan Januar terus bercengkrama di dalam mobil. Benar-benar ayah dan anak yang terlihat tidak pernah ada masalah sebelumnya. Sangat akrab.

Rata-rata memang gadis perempuan akan sangat dekat dengan sang ayah walaupun pernah membenci tapi seakan-akan mereka tidak pernah mengingat hal itu lagi.

Handphone Amel bergetar, saat di lihat layarnya menunjukkan chat masuk dari Leon.

Leon:
Demi apa gue mau di ajak liburan ke Bali? Yuhuuuu gretongan, aduh surprise mendadak. Padahal gue gak ulang tahun loh. Gimana kalo lo ajak kakak gue Mel?

Setelah membaca itu Amel terdiam sejenak.

Kakak Leon? Delon kan berarti? Gak salah tuh? Emang dia bakalan mau?

Amel membalas chat dari Leon itu dengan kecepatan mengetiknya yang sangat cepat.

Amelia Clara:
Kakak lo? Delon? Emang dia mau?

Tidak lama kemudian Leon telah membalas chat dari Amel.

Leon:
Mau lah. Ini dia lagi di sebelah gue ngintip baca-baca kita lagi chatting- an haha.

Amel terlihat kaku saat harus membalas apa lagi setelah dia tau Delon ada di samping orang yang sedang chatting- an dengannya.

Amelia Clara:
Oh okey 😊

Jawab Amel sangat singkat. Yang penting sekarang mereka jadi liburan, 6 tiket sudah full laku untuk orang yang kurang piknik seperti Amel sendiri. Dan...

Liburan bareng Delon? Mimpi apa gue semalem?

Why Always You? [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang