Amel menunggu Delon di halte bus depan kampusnya. Seperti yang telah di janjikan, Delon akan mengantar Amel pulang.
Delon pun datang dengan motornya menghampiri Amel. Semua ocehan keluar dari mulut-mulut mahasiswi yang berada di halte itu juga.
"Dih, Amel sama Delon sekarang?"
"Kemana coba cowok yang kemaren?"
"Ih playgirl banget ternyata!"
"Mentang-mentang hits ya!"
"Udahlah orang cantik bebas. Delon aja ke pelet!"
Delon yang belum biasa dengar celotehan seperti itu pun langsung bertindak.
"Eh maksud lo semua apa sih?" bentak Delon dari jauh.
"Udah sih Lon diemin aja gue udah biasa. Ayo jalan!" Amel yang sudah duduk di atas motornya Delon pun berusaha melerai.
Setibanya di rumah sakit ternyata ada Yumi yang sedang menemani calon ibu mertua-nya tidur.
"Eh Yumi kemana aja lo? Udah pacaran sama kakak gue lupa ya sama gue." tanya Amel bercanda.
Yumi tersenyum pada Amel.
"Hehe ada kok Mel."
"Mainnya berdua mulu gak ngajak gue. Btw kakak gue kemana?"
"Dia main sama temen-temennya sekalian nengok orang tua salah satu temennya yang sakit." katanya.
"Bi Juju?"
"Di rumah. Dia lagi ambil baju yang ketinggalan."
Amel mengangguk tersenyum.
"Gimana hubungan lo sama Ardi?" tanya Yumi kemudian.
Wajah Amel langsung berubah mendengar nama 'Ardi'.
"Gak usah bahas dia disini deh Yum. nanti aja kalo kita lagi di luar."
"Kayaknya muka lo langsung berubah gitu deh. Yaudah nanti sore kita keluar Mel. Lo harus cerita!"
"Ayo aja sih gue. Yang lain mau di ajak gak?"
"Boleh lah biar tambah rame itung-itung reunian."
Amel segera mengirim chat di grup yang dulunya masih sangat aktif.
Amelia Clara:
Ada yang mau ikut main gak hari ini? Gue sama Yumi nanti sore mau ke mall. Yang mau ikut gue tunggu langsung di tempat makan biasa ya jam 5.
Mela:
Oke.
Cindy:
Ok.
Ajeng:
Siap!!!
"Udah nih Yum semua respon. Akhirnya kita kumpul juga." kata Amel bercanda.
"Oke hahaha akhirnya yaa." Yumi pun terkekeh pelan.
---
Amel dan sahabatnya sudah standby di meja makan restoran menunggu pesanan.
"Eh Mel tadi lo mau cerita apa tentang Ardi? jangan di pendem gitu lah" tanya Yumi.
"Oh iya gimana tuh hubungan lo sama Ardi?"
Wajah Amel berubah saat ingin menceritakan semua kejadian kepada sahabat-sahabatnya.
"Iya pokoknya parah deh hubungan gue. Harga diri gue hampir aja..." Amel belum selesai bicara sudah di potong karena sahabatnya yang kaget sekaligus penasaran.
"Harga diri lo? Lo di apain?"
"Sumpah lo sampe harga diri lo?"
"Kenapa Mel kenapa?"
"Jangan motong dulu dong! Amel mau cerita tuh." kata Yumi.
"Iya, jadi gue awalnya emang bosen sama dia. Waktu itu dia sempet ke rs jenguk ibu gue, sebelum dia tuh ada cowok temen kampus gue, Delon. Dia sopan banget ke semuanya, setelah Ardi yang dateng tuh kalah sopannya sama Delon. Sampe-sampe kakak gue nyuruh gue putus. Gue mikirin berhari-hari akhirnya gue minta putus setelah Ardi nyuruh gue jujurin. Abis itu gue tinggal mandi, abis gue mandi tau-tau dia udah di depan rumah gue, dia tarik gue ke kamar. Keadaan di rumah emang cuman ada gue doang jadi dia berani. Gue berontak berkali-kali lah tapi susah, gue udah gak berdaya di situ. Bibir dia udah makin deket sama gue dan.... akhirnya Delon dateng nyelamatin gue. Sekarang pun gue jadi makin kagum sama Delon, tapi...." Amel langsung diam.
"Tapiiiii???" tanya Cindy menasaran.
"Gue cuma jadi secret admirer guys."
"Ya ampun Mel cerita lo bikin gue gemeteran sumpah!"
"Itu bisa jadi pelajaran buat lo Mel, jangan gampang bosen dan nganggep enteng buat putus. Cowok bisa lakuin apa aja!" kata Ajeng menasehati Amel.
Sahabat-sahabat yang lain hanya mengangguk setuju tentang apa yang Ajeng katakan.
"Eh-eh itu kayak orang yang dari tadi kita omongin deh." Yumi menyipitkan matanya untuk memastikan orang itu dari kejauhan.
"Siapa? Delon? Emang lo tau Yum?" tanya Mela lemot.
"Bukan bukan, itu Ardi!!! Iya gue gak salah liat itu beneran Ardi!!!"
Mereka langsung menengok ke arah yang Yumi lihat.
"Dia bawa cewek baru?"
Amel membuang muka sangat malas untuk memperhatikan lelaki itu.
"Udah deh jangan di liatin! Ntar dia sadar jadi makin sok kegantengan lagi."
"Lo cemburu Mel?" tanya Cindy.
"Nggak lah gila! Ngapain gue cemburu sama cowok brengsek kayak dia!"
Setelah itu makanan di meja sudah siap untuk di lahap oleh mereka.
Tidak sengaja Yumi melihat ke arah luar restoran "Eh, Ardi ke arah sini!!!"
Demi apa?
Amel merasa ketakutan. Semua yang sedang makan bersamanya itu matanya terbelalak mendengar ucapan Yumi.
"Sttt pura-pura gak liat aja dia makin deket kayaknya mau makan di sini juga tadi gue liat."
Benar saja Ardi masuk ke dalam restoran tempat Amel dan sahabat-sahabatnya makan.
Deg, deg, deg,
Jantung Amel berdebar sangat kencang. Dia takut jika Ardi melihat dan akan menghampirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Why Always You? [Completed]
Novela JuvenilDalam berhubungan pasti sangat ingin untuk dihargai oleh pasangannya. Cepat bosan adalah hal yang tidak diinginkan oleh pasangan. Seiring berjalannya waktu karma pun pasti datang kepada orang yang telah menyia-nyiakan seseorang. Lalu, bagaimana upa...
![Why Always You? [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/94018015-64-k386734.jpg)