78. Aku bagaikan awan mendung yang menjatuhkan air hujan

1.2K 91 0
                                        


Masih terdengar bunyi hujan didalam ruanganku. Tenang rasanya...akhirnya perasaanku sedikit lebih tenang daripada yang tadi...

♪♪♪♪♪~~~~~

"Hm...?? Nomor siapa ini??, halo??"

"Halo Yui..ini Ayato..."

Ternyata Ayato, suaranya membuatku merasa sedikit tenang.

"Iya Ayato?? Ada apa??" "Bagimana kabarmu??" Tanyaku.

"Bukankah kita sudah bertemu 1 jam yang lalu???"ucapku. "Iya...aku tau, tapi aku hawatir tentangmu..., bagaimana kabarmu??".tanyanya lagi.

"Aku baik...."

"Baiklah...apa badanmu sudah kering Yui??"

Darimana Ayato tau jika aku kebasahan sekarang??

"Ap ..apa maksut ucapanmu??"tanyaku. "Apa kau sudah mengeringkan dirimu?? Aku merasa kau pasti kebasahan skarang..." ucapnya.

Kenapa Ayato bisa tau?? Apa yang terjadi padaku saat ini??"

"Kenapa aku tau jika aku kebasahan Ayato??" Tanyaku padanya. "Mhp...*tertawa kecil* entah kenapa...aku bisa merasakan apa yang kau rasakan skarang Yui..., dan juga aku bisa tau, ada apa kau saat ini.." ucap Ayato.

"Aku tidak paham..." ucapku.

"Lebih baik kau tidak paham Yui..., baiklah, aku cuma bisa sebentar, aku hanya ingin memastikan kalau kau baik-baik saja. Jangan kupa makan dan istirahat ya..aku tidak mau kau sakit. Sampai jumpa.."

Tut...tut...tut...tut...



Apa ini benar?? Ayato...Ayato menghawatirkan aku?? Apa dia benar-benar hawatir???

Aku melihat keluar jendelaku, sangat tenang rasanya...
Melihat cuaca hari ini, dan mendengar suara dengungan katak yang berirama....

Pohon-pohon masih tetap bergoyan, karna hembusan angin yang cukup kuat.
Bulu kudukku merinding merasakan sejuknya angin ketika jendela ku terbuka tiba-tiba.

Prang!!!

Suaranya membuatku terkejut, aku mendekati jendelaku dan mulai menariknya untuk menutupnya.

Trek! Click!

Hhaaahhhh'~~~~~~

Nafasku terus terbuang dengan sia-sia. Panjang pula, membuat semua bebanku terbebas dari tubuhku, hanya ditubuh tidak dengan pikiranku. Pikiranku masih penuh dengan beban, aku terus berusaha untuk melupakannya tapi tak bisa...

Kehidupanku terasa makin rumit, aku membuka lagi jendela ku dan mengulurkan tanganku keluar jendela. Berharap ada tetesan air hujan yang menetes ditanganku, supaya aku bisa merasa sedikit segar karna terjangan air hujan.

Kapankah aku bisa bebas? Kapankah aku bisa bernapas dengan lega?? Setiap hari aku slalu memikirkan masalahku sendiri, tidak mementingkan bagaimana dampaknya pada orang-orang disekitarku.

Tadi hanya 1 jam yang kurasakan bersama mereka. Bisakah waktu diulangi lagi?? Bisakah duni berevolusi terbalik?? Oh..tentu saja tidak.

Apa yang mesti kulakukan?? Apa yang mesti kupirkirkan?? Tiap detik, menit jamnya kulalui hanya untuk memikirkan masalahku yang tidak terlalu berat.

Ditangan serasa sangat ringan, tapi dihati...






Sangat...sangat berat!

Aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi, rasanya ingin mati! Rasanya ingin pergi!  Rasanya ingin bebas! Tapi tak bisa....

Hujan masih menemani kesunyianku saat ini, dan juga aku masih memikirkan ucapan Ayato. Apa maksut ucapannya? Aku juga tidak ingat untuk menanyakannya tadi...


"Aku ingin kau memilih...diantara aku dan saudara-saudaraku."


Haaahh.....
Berat....sangat berat....



Tuhan! Tolong bantu aku!!

Kehidupanku sangat rumit saat ini...

Andai saja aku ini setetes air hujan...aku akan bebas dan terlahir kembali.

Jatuh dari awan, menerpa tanah, menembus tanah, kembali kedasar tanah dan kembali lagi kelaut...

Dilaut aku akan diuapkan oleh matahari...

Diuapkan, dinaikkan keatas atmosfer, berubah menjadi awan, dihembus angin, semakin berat dan berat...aku menjatuhkan diriku lagi dan melakukan siklus air...


Hujan itu sama halnya dengan aku....


Awan mendung itu adalah aku....

Awan yang sangat berat mengandung air-air laut yang baru saja diuapkan....bagaikan aku yang sedang mengandung masalah-masalahku...

Awan berat itu ditiup angin menuju kedaerah kering dan tandus...bagaikan aku yang didorong oleh keinginan hatiku untuk menemui Sakamaki...

Sesampainya disana...awan itu melepaskan airnya dan membiarkan tanah tandus itu merasakan kesegaran airnya....bagaikan aku yang melepaskan beban kerinduanku pada mereka dan membiarkan hatiku merasakan puasnya untuk kembali kepada mereka...



Bersambung...



Hanya itu untuk hari ini...

Vote+positive comment+follow

Diabolik LoversCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang