~~~~~~~~~~
"Aku bertemu dengan Ayato..."
"Oh ya? Ayato..yang bersaudara lima itu?"
"Iya Ayah..tadi aku bertemu dengannya diskolah, ternyata ia satu skolah denganku tapi hanya beda kelas, dan tadi ia bersama seorang gadis.."
"Gadis??" Kagetnya.
"Iya Ayah.."
••••••••••••
Reiji Pov:
Krrrrrrriiiiittttt......
Yui masih berbaring ditempat tidur. Aku membawa nampan berisi makanan dari dapur, dan aku menghampirinya. Aku melihatnya tertidur, karna dia masih sakit dan harus makan...aku terpaksa harus membangunkannya.
"Psst...Yui..., Yui...? ,Yui!!"
"HAAH!! Haa..ha..Reiji...kau membuatku terkejut..."
"Maaf..kau tidak bangun saat ku bangunkan tadi.."
"Mh...iya.., ada apa?" Tanyanya "hm?" Herannya dengan mata menatap kenampan yang aku bawa
"Kenapa? Kau heran kenapa aku bawa nampan ini??" Tanyaku
………
"Aku ingin memberimu makan..., kau masih sakit.."
"Kau kira aku ini hewan Reiji?? Aku bisa ambil makanan sendiri..., kau tidak perlu repot seperti ini..." ucap Yui
"Tidak masalah jika yang merepotkanku itu kau...apapun akan kulakukan untukmu Yui." Ucapku disertai dengan senyuman. "Sudahlah..kau makan dulu..."
"Baiklah..Iya..., tapi kau tidak perlu menyuapiku oke??" Ucap Yui
"Buat apa aku menyuapimu?? Kau kira ini film??"
"Tapi ini cerita kan??"
"Aahh!! Kau cerewet skali...makan sana..aku mau kekamarku, jika kau ada perlu panggil aku ok?"
"Iya..iya...baiklah..."
•••••••••••
Yui Pov:
Aku melihat Reiji meninggalkanku dengan nampan berisi makanan ini. Disaat Reiji keluar beberapa menit kemudian, datang Kanato bersama Teddynya kekamarku.
Tok..tok...tok...
"Silahkan masuk." Ucapku dari dalam.
"Halo Yui..., Halo Yui..." Kanato mengucapkan salam, setelah ia mengucapkan salam, ia menggerakan tangan boneka Teddynya dan mengucapkan salam yang sama.
Jujur aku sedikit hawatir tentang Kanato, karna dia bilang, dia sedikit mendapatkan perhatian Ibunya. Isi bonekanya saja abu dari jasad Ibunya.
"Halo Kanato...Halo Teddy..."
"Kenapa kau bisa sakit Yui??" Tanyanya sambil menggeser kursi merah untuk duduk didekatku.
"Iya...karna aku lambat makan.."
"Kau terlalu rajin, kau terlalu memaksakan dirimu berkerja.." ucap Kanato "jika kau membutuhkan bantuan, panggil saja aku..aku akan membantumu bersama Teddy."
"Tidak usah...aku tidak mau merepotkanmu..., lagipula...aku ini seorang wanita..akulah yang harus mengurus rumah.." ucapku
"Tapi apa salahnya jika aku membantumu?, bukankah pekerjaanmu akan lebih mudah jika ku bantu?" Tanya Kanato
~~~~~
"Maaf mengganggu suasana kalian...apa boleh aku bergabung??" Tanya Laito dari luar pitnu
Laito masuk kedalam kamar, sambil membawa bungkus merah ditangannya, ia menggeser kursi dan duduk didekat Kanato, dengan menyilang kakinya.
Aku melihatnya mengunyah sesuatu. Kanato juga menanyakan hal yang sama.
"Hm?? Laito?...apa yang kau kunyah??" Tanya Kanato
"Jika aku katakan...apa yang akan kudapatkan??" Tanya Laito
"Katakan saja! Atau kau akan merasakan kemarahanku!"
"Iya..iya.., iya Kakakku...aku membawa gula batu..dan yang sedang kukunyah ini juga gula batu" ucapnya "kau mau??" Laito menawarkan gula batunya kepada Kanato
"Tidak! Aku tidak mau makan gula. Nanti kadar gulaku bisa naik"
"Siapa suruh.. punya penyakit Diabetes??" Ucap Laito
"Keparat kau!"
"Sudahlah...ada orang sakit disini, oh ya. Yui...apa kau mau?" Laito menawarkan gula batunya padaku.
Aku heran dengan orang yang satu ini..
Sepertinya hobinya mengunyah gula batu, apa giginya tidak keropos?? Makan gula terus??
Sepertinya mengunyah gula batu sudah menjadi kebiasaan Laito...
~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•
Sorry nih M.Y.E.R....
Di chapter ini gak terlalu serius...ada bercandanya kebanyakan...heheheheh...
Hanya untuk menghibur....
^_^_^_^_^
KAMU SEDANG MEMBACA
Diabolik Lovers
VampireSeorang gadis remaja yang ditinggal Ayahnya memiliki nama Komori Yui. Ia adalah anak dari seorang pendeta yang sangat dihormati, tapi tiba-tiba Ayahnya memiliki pekerjaan diluar negri dan harus pergi kekota itu. Yui ingin ikut tapi tidak diperbolehk...
