45. Melarikan diri

1.8K 163 4
                                        

~~~~~~

"Maaf lancang Ayah, memangnya...apa hubungan Ayah dengannya??"

"Asal kau tau saja...sebelum kau...aku punya seorang anak"

"Apa? Bukankah...Ayah sudah menikah tahun lalu?? Apa maksut Ayah??!"

"Dengarkan dulu aku bicara! Sebelum kau lahir..aku memang sudah menikah, tapi yang melahirkanmu bukanlah Istriku"

"Maksutmu Ayah.....?"



~~~~~~~~~~~

Yui Pov:

"Yui!! Yui! Buka pintunya cepat!" Seru Subaru diluar


Aku mendengar suara Subaru dan Reiji memanggilku diluar. Aku tidak merespon panggilan mereka, aku tetap menutup mulut.

Apa yang harus kulakukan?? Aku harus pergi dari sini, tapi..kalau lewat pintu..itu pasti mustahil, kalau lewat jendela....tidak bisa.

Aku melihat sekelilingku, aku berusaha mencari celah, aku mencari jalan keluar.

Tidak terdapat apapun.

"Eh.....?

Aku melihat ranjang tidurku, berisikan banyak selimut dan banyak sprei. Aku mendapatkan ide bagus. Aku mengambil semua kain yang ada disekitarku.

Selimutnya aku ikat dengan sprei. Aku sambungkan lagi dengan kain-kain apapun yang kulihat.

"Yui! Buka pintunya! Jika tidak-"


Aku mendengar teriakan Reiji diluar. Aku mempercepat gerakanku, Subaru dan Reiji terus berteriak memanggilku tapi aku tidak meresponnya.

Skip...

Selesai sudah yang kukerjakan.


Aku melemparkan sambungan kain yang kubuat. Aku melemparnya keluar jendela yang terbuka. Syukurlah...kain yang kusambungkan sampai kedasar tanah. Aku mengikat ujung kain kebenda berat.

Setelah itu aku keluar dengan cara menuruni kain itu, tanpa mengeluarkan suara. Aku hanya berbekal tas ransel kecil yang ada dikamar itu.

"Yui!! Yui!! Cepat keluar!!!" Seru Reiji

"Yui! Cepat keluar! Kami ingin bicara!! Jika kau tidak keluar! Kami akan mendobrak pintu ini!!"

Aku cepat-cepat keluar.


.....tep!


"Ah..akhirnya aku keluar juga"

Drap! Drap! Drap!

Aku berlari menuju pintu gerbang keluar, tapi aku melihat diayunan ditaman ada Shu dan Kanato yang sedang berbincang-bincang. Tidak mungkin aku lewat begitu saja kan??

"Bagaimana ini?? Mereka ada disana...."

Aku mencari ide, berpikir..berpikir...dan berpikir.

Apapun tidak kutemukan.




Bagaimana ini....jika aku pergi... Shu dan Kanato akan melihatku, tapi jika aku kembali...aku akan mati disini...

Apa yang harus kulakukan??...


Aku masih mencari ide untuk pergi dari sini.





~~~~~~

Reiji Pov:

"Yui!! Kau tidak memberiku pilihan!! Aku akan mendobrak pintu ini!!"

Aku mengambil langkah mundur, dan aku berlari kearah pintu Yui.

Brak!

"ARGH!!! Cih! Tidak bisa..!!"

"Akan kucoba!" Ucap Subaru

Subaru melalukan hal yang sama denganku, ia mencobanya sebanyak 3×, dan percobaannya yang keempat berhasil.

BRUK!!!! *suara pintu kamar Yui terbuka dengan kencang*

"Hosh....hosh...., ada apa ini?? Kenapa kamar Yui berantakan??" Tanya Ku

Tap...tap...tap...


"Reiji...kau harus melihat ini.."


Subaru memanggilku, dan menyuruhku berjakan menuju ketempat ia berdiri. Ia beridiri didepan jendela yang terbuka.

Aku terkejut melihat ada untaian kain kebawah.

"Ad-, apa ini...??!" Kagetku

"Sepertinya...Yui kabur..." ucap Subaru


"Sialan!!! Gadis itu cerdik skali!!"

"Reiji! Lihat itu!!"




Subaru menunjuk kearah seseorang yang tidak asing lagi dimataku.






"YUII!!!"




"..................*menoleh*"


_
_
_
_
_







Ni tangan keram nulis...... T_T





Mohon vote yah!!!! Jangan lupa!!!







Pembaca yang baik slalu vote selesai membaca! ^_^

Diabolik LoversTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang