Apa yang harus kulakukan?? Apa aku pindah skolah saja? Tapi aku takut merepotkan kelima belas bersaudara ini....
"Mh....."
"Yui...kamu belum jawab pertanyaan Kakak..."
"Eh...oh iya, Yui skolah diSMA Saquvi."
"Oh begitu ya..., eh..Kamu ternyata mirip skali seperti Ibumu..." ucap Kak Nanda. "Tentu saja....dia kan anaknya.." lanjut Arzo
"°°°° ba..baiklah..., semuanya..silahkan dimakan, kita akan merayakan kembalinya adik kecil kita.." ucap Kak Avian.
"Apa benar aku dianggap adik kecil mereka?? Aku tidak mengingat apapun tentang mereka. Tapi jujur..aku merasa nyaman disini, dibandingkan dikediaman Sakamaki."
Ternyata mereka berenam itu....makhluk mitos! Pembunuh!
Kegelapan menyelimutiku disana, dan akhirnya aku bisa melihat dunia yang sesungguhnya...aku bisa merasakan kesenangan disini...
Syukurlah aku mendapatkan kesempatan...
••••••
Subaru Pov:
"Bagaimana ini?? Kita diberikan perintah oleh Ayahnya untuk menjaganya..tapi skarang dia hilang!!??..." ucapku kesal
"Haih...entahlah..mungkin ini salah Shu.., karna dia yang mengungkapkan kebenarannya.." ucap Kanato melirik Shu
"CIH!! jangan asal bicara! Kaulah yang berteriak tentang Vampire padanya!! Dasar pembawa Teddy!!" Hina Shu memanas
"Sudah! Sudah! Skarang...kita harus memikirkan..., bagaimana cara kita membuat Yui mengatakan keberadaannya dimana.." ucap Reiji
"Hm....., tunggu...bukankah kau satu skolah dengan Yui??" Tanya Laito padaku. "Hm...ya..., kau benar..kenapa?" Tanyaku heran.
"Ish!! Kau itu bodoh skali..., itu artinya kau dapat mengambil kesempatan itu, kau bisa memaksa Yui mengatakan tempatnya saat ini.." jelas Laito padaku. "Hm....kau benar juga.." ucapku mengakuinya
"Baiklah...besok juga hari pertama skolah, aku akan menanyakan keberadaan Yui saat ini.." ucapku. "Tentu saja kau tidak bisa...., kau beda kelas dengannya...lebih baik aku saja yang memaksanya.." ucap Ayato menyambung ucapan
"Oh ya??? Apa kau punya cara untuk memaksanya??"... "tentu saja punya..." ucap Ayato
"Jangan brani-brani kau mengancamnya dengan menghisap darahnya, jika kau melakukan itu..dia akan semakin takut dengan kita semua..," ucap Shu
"Iya...iya...dasar pembaca pikiran, akan kuginakan cara lainnya..yang tidak melibatkan menghisap darah" ucap Ayato
"Bagus kalau begitu!"
~~~~~~~~~
Seorang pria sedang duduk dikursinya sambil membersihkan biolanya. Salah satu anaknya datang dan memberikan kabar.
Tap...tap...tap...
"Halo Ruki..., ada apa??" Tanya pria itu. "Ayah...ada kabar terbaru dari keluarga Sakamaki..., Yui...melarikan diri" ucap anaknya yang dipanggil Ruki
"APA!!!, apa maksutmu!!?" Marah pria yang dipanggil Ayah.
"Itulah yang kukatakan..., Yui melarikan diri...ia sudah tau identitas asli mereka berenam"...ucap Ruki "begitukah? Apa kau tau keberadaannya saat ini??!" Tanya Ayahnya.
"Tidka Ayah...sumber terpercayaku juga tidak melacaknya.." ucap Ruki menundukkan kepala.
"Sebenarnya siapa sumber terpercayamu??!" Tanya Ayah
"Itu tidak penting...anggap saja, jika aku lah yang mengintai mereka..., baiklah..hanya itu yang ingin kusampaikan malam ini" ucap Ruki dan langsung berbalik badan.
~~~~~~~~~~~~
Skarang aku berada diruang tamu, aku melihat ada 5 pasang sofa yang besar dan lebar. 1 unit TV LCD, tumpukan kaset video game, dan masih banyak lagi barang-barang lainnya, bahkan aku melihat ada rak yang kukira sebagai rak buku..
Ternyata...itu bukanlah rak buku. Itu adalah rak yang dipenuhi dengan jejeran iPad!. Oh...Tuhan...seberapa kayanya Fifteen Brothers Sisters ini!!!
"Hm....Kak Azro..., itu..rak apa??" Tanyaku pada Kak Azro yang duduk disebelahku sedang memainkan iPadnya. "Hm...?? Oh..itu, itu rak iPad..." ucap Kak Azro.
"HAH??!!! RAK IPAD!!?" aku terkejut. "Aduh!! Hey! Jangan berteriak begitu.., telingaku sakit!!" Ucap Kak Azro.
"Mh..ma..maaf.. aku kaget..."
Tap! Tap! Tap!
"Halro...." ucap seorang lelaki yang sedang mengunyah sesuatu. "Oh..halo Kai, Yui..ini juga salah satu kakak lelakimu. Namanya Kai" ucap Kak Azro.
"Oh..begitu, halo Kak Kai..." sapaku. "Hm....*melambaikan tangan* kau mau??" Menawarkanku sesuatu.
Aku melihat apa yang ditawarkan oleh Kak Kai, ternyata yang ia kunyah adalah potongan buah apel dan pear yang diganbung jadi satu. Aku jadi mengingat Laito...yang sering menawarkanku gula batu yang slalu dia kunyah.
"Kau mau Yui??"
"Tidak...trimakasih Laito, aku sedang tidak ingin makan gula batu..."
Aku mengingat Laito, yang slalu membawa bungkusan merah gula batu.
"Hey! Yui...aku bertanya...kau mau tidak??" Tanya Kak Kai. "Eh..ti...tidak usah.., tidak ingin makan buah.." tolakku "baiklah kalau begitu..."
Kak Kai langsung duduk disampingku dan menyilangkan kakinya. Diapun langsung fokus ke televisi yang sedang aktif, hal yang sama juga sedang kulakukan.
Aku masih duduk disofa yang nyaman ini. Semakin banyak orang yang duduk disekitarku. Mereka bercanda tawa, mereka memaksaku memakan masakan mereka. Apa benar kalau aku ini adik kecil mereka???
Sudah 12 tahun mereka tidak bertemu denganku...
Apa benar aku memiliki hubungan darah dengan kelima belas orang ini?? Apa Ibuku melahirkan 15 putra putri??
"Ehm...Kak Kai..., apa kakak punya hubungan darah dengan Ibu Yui??" Tanyaku. "Hm.....sebenarnya hubungan darah tidak juga...tapi kakak sudah menganggapnya sebagai Ibu kakak sendiri...jadi kakak memanggilnya Ibu" jelas Kak Kai.
"Oh begitu..., apa Kakak sayang dia?". " apa maksutmu Yui?! Tentu saja Kakak menyayanginya...tapi..dia sudah meninggal"ucap Kak Kai.
Keluarga ini sungguh memiliki kasih sayang, tidak seperti Sakamaki. Mereka membunuh Ibu mereka sendiri dengan keji, entah dengan ayah mereka. Mereka juga tertarik akan darah, aku semakin tidak paham dengan keluarga Sakamaki.
Apa mereka tidak punya rasa simpati sedikitpun??
Apa mereka tidak tau beratnya tanggung jawab Ibu mereka untuk membesarkan mereka??
Mereka yang memiliki Ibu, sangatlah keji, mereka malah membunuh Ibu mereka dan berharap tidak memiliki Ibu.
Kebalikkannya denganku...
Aku sangat ingin memiliki seorang Ibu, tapi Tuhan bertindak lain...
Beliau menakdirkanku untuk hidup bersama Ayah.
Tunggu! Bahkan aku tidak tau Ayahku sendiri....
Apa mereka tau siapa Ayahku??
Siapa Ayah kandungku??
"Mh...Kak Kai..., apa Kakak tau siapa Ayah Yui??"
Deg!!!
Huh....melelahkan skali...
Jangan menyerah! Semangatz semuanya!!!!
Chapter kali ini +800
Bersambung...
KAMU SEDANG MEMBACA
Diabolik Lovers
VampirosSeorang gadis remaja yang ditinggal Ayahnya memiliki nama Komori Yui. Ia adalah anak dari seorang pendeta yang sangat dihormati, tapi tiba-tiba Ayahnya memiliki pekerjaan diluar negri dan harus pergi kekota itu. Yui ingin ikut tapi tidak diperbolehk...
