"Haaaahh......" aku mengembuskan nafas panjang.
''''''''
Tap...tap...tap...tap...
Yui Pov:
Saat ini aku sudah berada didalam kelas. Aku duduk ditempatku dan mengambil bukuku untuk kubaca. aku membaca buku itu, dan tanpa adanya gangguan.
Grep!
Bukuku direbut oleh seseorang.
"Hey! — ......
"Ayato??" Heranku. "Halo...Yui??" Ucapnya.
"Mh...apa maumu!?" Tanyaku dengan cuek. "Hm?? *mendekat kewajahku* kenapa kau....seperti ini?? Apa kau sakit??" Tangannya menyentuh dahiku.
"Cih! Jangan menyentuhku!" Kau melepaskan tangan Ayato dari dahimu. "Apa maumu sebenarnya?!!" Tanya Ayato. "Maksutmu??" Tanyaku.
"Apa maumu sebenarnya?? Kau ingin kembali atau tidak!?" Tanyanya. "Haah...aku tidak ingin kembali...dan aku tidak akan mau kembali!, kau mengerti??" Tanyaku.
"Kenapa kau seperti ini?? Siapa yang mempengaruhimu??!" Tanya Ayato pada ku.
"Tidak ada...hanya aku yang—"
Grek!!
"Cepat katakan padaku!! Apa alasan kenapa kau tidak mau kembali??!" Paksa Ayato.
Ia mendekat padaku. Skarang dia sudah sangat dekat dengan wajahku. Bahkan wajahku tinggal beberapa centi dengan wajahnya.
"Cepat katakan padaku! Apa alasanmu untuk tidak kembali!!??, aku memaksamu...jika kau tidak mengatakannya aku akan—".
"Menghisap darahku??" Jawabku langsung tanpa menunggunya selesai bicara.
Mata Ayato melotot pada mataku.
"Aku benarkan?? Jika aku tidak katakan padamu..kau pasti akan menghisap darahku. Silahkan saja...jika kau mau...ini...silahkan...aku sudah siap" ucapku sambil meregangkan kepalaku.
"Kau yakin?? Aku ini serius...aku juga sedang haus saat ini..." ucap Ayato. "Tentu saja aku serius...silahkan hisap saja..., aku sudah siap" ucapku lagi. "Baiklah...jika itu yang kau inginkan"...
Ayato mulai mendekati leherku yang sudah meregang. Mulutnya sudah terbuka dan siap-siap untuk menggigit leherku. Taring tajamnya juga sudah terlihat.
Sedikit lagi giginya sudah menusuk kulit leherku yang tipis. Tapi anehnya...ia malah berbelok dari leherku menuju wajahku dan—
"Ayato—Mh......."
"Mh................"
**************///////
Badanku tidak bisa bergerak, karna sudah terjepit diantara tangannya. Tanganku yang ada diatas meja ditahannya dengan kuat. Aku tidak bisa merasakan tanganku sendiri.
Aku juga susah bernapas saat ini. Wajahku memerah seketika, kakiku melemas. Mataku juga mulai menutup dengan sendirinya.
10 detik Ayato melakukan itu, akhirnya ia melepaskannya...
"Hah...., srrkk...*gulp,* aaaaahhhh....., bagaimana?? Apa kau menyukainya??"tanya Ayato.
"Uh!..mh...Hah...hah...hah..."
Entah kenapa nafasku terengah-engah.
"Yui....?? Bagaimana...apa kau mau mengatakannya padaku?? Atau..harus kulakukan lagi??" Tanya Ayato dengan senyum.
"Jangan Ayato! Jangan...aku mohon...., mh..ah...hah..hah.." aku masih syok dengan kejadian tadi.
"Hm??kenapa jangan?? Padahal...aku menikmatinya...lagipula...bibirmu juga manis rasanya.., boleh kulakukan lagi??" Tanyanya. "Tidak Ayato...aku mohon jangan..." tolakku..dengan kepala menunduk.
"Aahahhahahah...baiklah, tidak akan kulakukan...asalkan....kau mengatakan alasannya kenapa kau tidak mau kembali..., mengerti??"
"Mh....me..mengerti..." ucapku terbata-bata.
"Baiklah...katakan skarang.." mintanya. "Mh...alasanku untik tidak kembali..karna aku takut.." ucapku.
"Takut?? Apa yang kau takutkan??" Tanyanya. "Sudah kukatakan alasannya! Alasannya adalah..karna aku takut!! Jangan kau tanya lagi apa yang kutakutkan!!" Seruku.
"Hey! Hakku untuk menga—"... "Apa hakmu untuk mengaturku??!!! KAU TIDAK ADA HAK APAPUN ATAS AKU!!" Teriakku.
Seluruh kelas mendengarnya dan langsung terdiam. Ayato menjauh dariku dan berucap dengan keras.
Grek..!
"Mohon teman-teman, keluar sebentar....aku...ada urusan dengan gadis ini. Mohon pengertian kalian!" Ucap Ayato.
Semua murid mendengarkannya, semua murid yang ada dikelasku langsung keluar semuanya, tidak ada yang masih didalam, entah kenapa juga bel masuk sangat lama skali berderingnya. Disaat semua murid keluar, Ayato menutup pintunya, dan membuat kelas ini semakin gelap.
Krek!! *menutup pintu*.
"Kenapa kau tu—"...
"Tidak penting kenapa! Skarang katakan padaku!, apa yang kau takutkan!!??" Tanyanya dengan keras padaku.
"Sudah kukatakan aku —",.
"Lebih baik kau lakukan apa yang kuminta Cantik. Atau aku........
akan melumatkan bibir merahmu itu lebih lama lagi!" Dia mengancam ku, sambil mengusap bibirku dengan jari tunjukknya.
"Egh....Ayato! Hentikan!!" Seruku.
.......Ayato sudah memberikan First Lips Kissnya padaku....
Aku juga tidak menyangka hal ini, aku juga masih syok dengan apa yang baru saja ia lakukan!!!
"Hentikan?? Ahahah...untuk apa kuhentikan?? Kan—"
Krrriiiittt.....
"Ayato.....??"
Panggil seseorang yang tidak asing dimataku, ia sedang berdiri diluar pintu, dengan ekspresi wajah terkejut.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Bersambung...
Waduh....kira-kira itu siapa ya??
Jangan lupa vote yah!!!
KAMU SEDANG MEMBACA
Diabolik Lovers
VampierSeorang gadis remaja yang ditinggal Ayahnya memiliki nama Komori Yui. Ia adalah anak dari seorang pendeta yang sangat dihormati, tapi tiba-tiba Ayahnya memiliki pekerjaan diluar negri dan harus pergi kekota itu. Yui ingin ikut tapi tidak diperbolehk...
