77. Hujan

1.1K 80 0
                                        

Masih didalam mobil, aku bertanya pada Kak Avian yang sedang fokus menyetir.

"Kak Avian, kenapa Kakak marah pada Subaru tadi??" Tanyaku. "Untuk apa kamu tanyakan itu??!" Tanya Kak Avian balik.

"Avian...Yui hanya bertanya, jawablah..." ucap Kka Mirai duduk disebelahnya. "Baiklah Kak Mirai..."

"Baiklah..ceritanya begini, dulu...saat umur kakak 19 tahun, kakak sudah bertemu dengan Subaru umurnya masih 6 tahun saat itu, kakak langsung saja keintinya...ada tragedi dimana Kakak tidak sengaja membunuh Adik sepupu Subaru. Karna saat itu kakak sedang membawa pisau. Dan saat kakak berbalik badan tiba-tiba sepupu Subaru sudah ada diblakang Kakak, otomatis dia tertusuk dan meninggal ditempat"

"Sejak saat itu...persahabatan kami hancur, dan kami memutuskan untuk tidak ada hubungan lagi dengannya...tapi ternyata, hari ini Kakak bertemu lagi dengannya. Dia ternyata masih mengingatku!" Ucap Kak Avian. "Mh..ma..maaf Kak Avian.." ucap ku.

"Tidak apa..."

Krrriiitttt!!!


"Baiklah..sudah sampai, ayo turun, owh...hujan masih deras, hati-hati berjalan. Jalanan pasti licin.." ucap Kak Avian. "Hm...Avi, apa kau tidak ada meletakkan payung dimobil??" Tanya Kak Vivi.

"Tidak Kak...maaf, lupa" ucap Kak Avian. "Kebiasaan skali.., sudah ayo terobos saja" ucap Kak Virgo.

Kami keluar dari mobil secara bersamaan dan berlari menuju teras rumah. Baju kami basah kuyup. Kami bukannya kedinginan, malah tertawa riang karna bisa bermain hujan pada malam hari. Tiba-tiba pintu masuk terbuka dan menampakkan Kak Azro dan Kak Arzo yang memakai baju piama yang sama.

"Hm?? Owh...kalian! Ayo masuk!" Ucap Kak Arzo. "Ya Tuhan! Kalian basah kuyup! Ayo cepat mandi!" Seru Kak Azro.

"Tidak apa Zro..., mh...Arzo, tolong ambilkan kami handuk" minta Kak Virgo sambil melepaskan kaca matanya yang basah. "Baiklah..." jawab Kak Azro.

"Hm?? Kalian...pergi keSakamaki tadi?? Bagaimana apa pembicaraan kalian lancar??" Tanya Kak Bagas yang tiba-tiba datang dari dapur, dengan membawa segelas susu.

"Yah...bisa dikatakan begitu..." ucap Kak Mirai dengan mengusap matanya. "Haaahh....kau belum tidur?" Tanya Kak Vivi.

"Belum...aku tidak bisa tidur kalau tidak bersamamu Kak Vi.." ucap Kak Bagas. "Oh ya..kau kan adik kesayanganku.." ucap Kak Vivi.

"Huff.....baiklah, semuanya..Yui mau kekamar dulu ya..." ucapku. "Eh?? Ini keringkan dulu badanmu Yui.." ucap Kak Azro yang baru datang dengan banyak lipatan handuk ditangannya.

"Tidak usah Kak..Yui mau langsung mandi saja nan— HACUUH!!" Tiba-tiba aku bersin kepakaian Kak Azro. "Uhh!! Yiek!! Ini piama favoritku...." ucapk Azro dengan wajah memelas.

"Ma..maaf Kak, Yui tidak sengaja..." aku meminta maaf. "Tenang saja Azro...piama kita masih banyak. Nanti kita ganti piama saja..supaya kompak, oke??" Ujar Kak Arzo.

"Ya sudah..., baiklah. Kalian sudah makan??" Tanya Kak Azro. "Sudah...kami sudah makan tadi" ucap Kak Avian.

SKIP.....



Sudah 4 jam...masih juga turun hujan deras.

Pohon-pohon bergoyang makin kencang, suara gemuruh mengejutkan hati, kilatan petir mengagetkan mata, dan suara nyanyian katak mengisi hari ini.



~~~~~~


Bersambung....


Segini dulu...besok update lagi...

Jangan lupa vote+comment+follow

Diabolik LoversTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang