"ok, gue mau lo......... "
Please jangan yang susah
"jadiin Bintang sebagai pacar lo" ucap Arnold membuat Angkasa membulatkan matanya.
"LO GILA?! "bentak Angkasa seraya berdiri dan menaiki tempat tidurnya.
"gue gak mau bego!" ketus Angkasa.
Arnold dan Alvi mengernyit heran "pokoknya harus!" ucapnya serempak.
Angkasa menatap tajam pada kedua temannya. Ide gila apaan nih, batin Angkasa.
"pokoknya gak! "
"ok, kalau lo gak mau lo harus bilang ke seantero sekolah kalo lo homo sampai kapan pun" ucap Arnold disusul anggukan mantap dari Alvi.
"kalian gila?! Yang lain kek! " ketusnya.
Arnold dan Alvi menggeleng.
"ganti-ganti. Gue gak suka bercanda lo yang kali ini. Bener-bener gak lucu!"
"kita lagi gak ngelucu" respons Arnold.
"pokoknya lo harus! Kalo gak mau, lo harus ngomong pake toa dilapangan upacara pas jam Istirahat kalo lo emang HO. MO. Sedangkan kalo jadiin Bintang pacar, lo gak harus di lapangan dan gak perlu pake toa" ucap Alvi panjang lebar.
Angkasa kembali berpikir, bagaimana bisa ia melakukan tantangan yang benar-benar tak bisa ia lakukan. Jika Angkasa tak ingat bahwa Arnold dan Alvi adalah sahabatnya, mungkin Angkasa sudah memukulinya habis-habisan sekarang juga.
"bisa gak lo? Pilih mana? " tanya Arnold memastikan.
"kalo Bintang nolak lo, lo harus ngomong dilapangan pake toa"
Angkasa mendengus kesal kemudian menjawab "gimana besok aja" setelah mengatakan itu, Angkasa menutup seluruh badannya dengan selimut.
*****
"gue kayaknya suka deh sama Angkasa" ucap Bintang membuat kedua temannya menatapnya heran sekaligus menahan tawa.
"buktinya kalau gue deket sama dia, gue deg-degan gitu. Nih ya pas gue nunggu jemputan, Angkasa dan kedua temannya kan datang. Gue kan buang sampah sembarangan, dan Angkasa nyuruh gue buat mungut lagi tuh sampah. Lo tau sendiri kan kalau gue gak suka disuruh-suruh. Tapi kenapa gue gak bisa marah sama dia, malah kayak seneng gitu pas Angkasa natap gue"
Bintang menegakkan tubuhnya, menyenderkan punggungnya ditepi ranjang "gimana kalo gue tembak dia? "
Kata-kata yang Bintang lontarkan spontan membuat kedua temannya membulatkan matanya kaget.
"JANGAN" teriak Rora dan Deeva serempak.
"kenapa? " tanya Bintang heran
"cewek gak baik nembak cowok duluan, kesannya murahan" ucap Deeva yang diangguki oleh Rora.
"kan gue bukan cewek murahan" elak Bintang.
Rora dan Deeva memukul jidatnya dengan pelan. Bintang benar-benar gila dalam masalah mencintai seseorang.
"pokoknya gue harus bisa pacaran sama dia" kekeuh Bintang.
"ya Allah semoga Bintang sama Angkasa bisa jadi pacar, amiiin" ucapnya dengan keras.
"biarkan dia bahagia" bisik Rora pada Deeva.
****
Dengan langkah ceria, Bintang berjalan dikoridor sekolah. Sesekali bersenandung, menyapa balik jika ada yang menyapanya. Menatap sinis balik jika ada yang menatap sinis padanya.

KAMU SEDANG MEMBACA
ANGKASA
Teen Fictionini cerita tentang KEYVIEN ANGKASA ATHARIZ cowok tampan yang dingin. Saking dinginnya ia disebut oleh semua murid di SMA MESTIN adalah es batu berjalan. Bagaimana jika cowok dingin, irit ngomong seperti ANGKASA dikejar-kejar oleh cewek bawel dan jug...