Bintang berjalan dengan kedua tangan yang memegang sebuah kotak berwarna pink, sambil bersenandung kecil ia terus melangkah dengan riang. Tujuannya sekarang adalah kekelas Angkasa, ia akan memberikan sebuah nasi goreng yang sudah ia buat tadi pagi.
Ini adalah pertama kalinya Bintang memasak, bahkan ia sedikit ragu-ragu untuk memberikannya pada Angkasa. Namun setelah berfikir lama, akhirnya ia pun memutuskan untuk memberikan pada Angkasa saja. Soal rasa Bintang harap tidak akan mengecewakannya.
"semoga aja enak" gumamnya.
Langkahnya terhenti diambang pintu, tatapannya lurus pada dua orang yang sedang sibuk dengan obrolannya. Entah kenapa, melihat Angkasa berduaan dengan perempuan lain sedikit membuat hatinya tergores.
Bintang menghela napas panjang, bibirnya ia paksakan untuk tersenyum seraya melangkahkan kakinya berjalan menghampiri Angkasa.
"hmm" Bintang berdeham namun Angkasa tak menoleh sedikit pun. Angkasa masih sibuk berbicara dengan perempuan disampingnya yang Bintang pun tidak tau siapa namanya.
"hmm" sekali lagi, dan akhirnya mereka berdua pun berhenti berbicara, cewek disamping Angkasa menoleh pada Bintang dengan senyum ramahnya. Namun tidak dengan Angkasa, Angkasa masih fokus pada kamera DSLRnya.
"mmm... Angkasa, aku bawain kamu nasi goreng. ini aku yang buat lho, spesial buat kamu" Ucap Bintang seraya memberikan kotak yang berisi nasi goreng tersebut pada Angkasa. Namun sayang, Angkasa hanya melirik kotak pink tersebut, lalu kembali pokus pada kameranya.
"simpen aja"
Bintang mengangguk lalu menyimpannya dimeja.
"Sa, kamu makan ya. mau aku suapin?" tanya Bintang
Angkasa mendongak menatap Bintang dengan datar seperti biasa, "gak usah, nanti gue makan sendiri"
"ok" balas Bintang.
tatapan Bintang beralih pada cewek cantik disamping Angkasa, cewek itu pun kembali tersenyum ramah pada Bintang. Dengan terpaksa Bintang pun membalasnya dengan senyuman.
"kamu siapa?" tanya Bintang pada cewek cantik tersebut.
"eh iya, kenalin aku Pelangi" jawab Pelangi seraya mengulurkan tangan kanannya pada Bintang.
Bintang pun menjabat tangan Pelangi. "aku Bintang, pacar nya Angkasa" balas Bintang sambil menekankan kata 'pacar'.
pelangi mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti. "oh gitu"
"iya, kamu lagi ngapain disini sama pacar aku?"
Pelangi melirik pada Angkasa, lalu kembali menatap Bintang. "lagi ada urusan aja sama pak ketua" jawab Pelangi diiringi dengan kekehan kecil.
"kamu anak fotografer juga?" tanya Bintang penasaran.
Pelangi mengangguk. "iya, yaudah aku kekelas dulu ya Sa, Bin" pamitnya seraya berdiri.
"ok, jangan lupa nanti kerumah gue" ucap Angkasa pada Pelangi.
"siap bos"
Bintang mengernyit heran, kenapa cewek itu Angkasa izinkan kerumahnya, sedangkan dirinya yang berstatus sebagai pacarnya tidak boleh. "ngapain harus kerumah kamu? emang penting banget nyampe harus kerumah segala"
Angkasa menoleh pada Bintang. "bukan urusan lo, lebih baik sekarang lo diem aja jangan ikut campur"
Bintang membulatkan matanya lebar-lebar. jawaban apa itu, sungguh demi apapun Bintang merasa sakit hati.
"yaudah gue kekelas ya, bye"
Selepas kepergian Pelangi, Bintang tetap berdiri menatap Angkasa dengan bingung.
KAMU SEDANG MEMBACA
ANGKASA
Teen Fictionini cerita tentang KEYVIEN ANGKASA ATHARIZ cowok tampan yang dingin. Saking dinginnya ia disebut oleh semua murid di SMA MESTIN adalah es batu berjalan. Bagaimana jika cowok dingin, irit ngomong seperti ANGKASA dikejar-kejar oleh cewek bawel dan jug...
