Hari ini tepatnya hari senin, semua murid Sma Mestin sibuk dilapangan, mereka akan segera melaksanakan upacara yang sangat dibenci oleh siswa sekolah, karena akan membuatnya sangat pegal berdiri lama dilapangan.
Ketika semua orang sibuk dilapangan, lain dengan Bintang, dia yang baru datang dan untungnya gerbang belum ditutup oleh pak Satpam. Terlihat wajah cemas dari Bintang, tak bisa dibayangkan jika ia terlambat upacara, maka ia akan dihukum berdiri didepan dan menjadi pandangan orang-orang yang sedang upacara.
Bintang berlari menuju ke kelasnya, berniat menyimpan tas sekolahnya. Namun sangat sial, saat ia sampai dikelas, terlihat kepala sekolah yang sangat killer sedang berdiri didepan kelasnya.
Asal tahu saja, Bintang sekarang sudah tidak ada kesempatan untuk menyimpan tasnya. Akhirnya ia membalikkan badannya menjauh dari kepala sekolah tersebut.
Namun, seperti ada yang menarik lengannya, Bintang pun menoleh dan melihat ternyata Angkasa yang menarik lengannya menuju ruang fotografer.
“kenapa baru dateng?” tanya Angkasa
Bintang mengerucutkan bibirnya. “aku kesiangaann”
Angkasa menarik napas panjang, lalu kembali membuka suara. “lo simpen aja tas nya di ruangan ini, terus cepetan lari kelapangan, upacara bentar lagi mulai”
Bintang mengangguk, lalu mengerutkan keningnya bingung.
“tapi, nanti aku ngambil tasnya gimana? Kan ruangan ini ga boleh dimasukin orang kecuali anggota fotografer”
“nanti gue anterin tasnya kekelas lo kalo upacara sudah selesai”
Setelah mengatakan itu, tatapan Angkasa turun pada baju Bintang yang sama sekali tidak menggunakan dasi sekolah.
Angkasa menatap Bintang kesal “kenapa dasinya ga dipake?”
Bintang melihat ke bajunya, lalu kembali menatap Angkasa dengan cengiran gilanya.
“aku lupa pakee, kan kesiangan hehe” jawabnya membuat Angkasa memutar bola matanya kesal.
“lo bisa dihukum kalo ketauan gak pakai dasi bego” umpatnya.
“maaf deehh”
Angkasa melepas dasinya, lalu memasangkan dasi itu di kerah baju Bintang membuat Bintang bingung sekaligus senang bukan main.
“mau apa?” tanya Bintang dengan oonnya.
“ya mau pasangin dasilah oon”
“terus nanti kamu gimana?” tanya Bintang memikirkan Angkasa.
“soal gue bagaimana nanti aja, yang penting lo gak kena hukuman pak Maman"
Bintang mengerucutkan kembali bibirnya, “tapi kamu jangan sampe kena hukuman ya”
“gak bakalan sayaang,tenang aja, yaudah sana kelapangan, bentar lagi mulai tuh”
Bintang senyum-senyum sendiri jadinya mendengar Angkasa megucapkan kata sayang padanya.
Bintang berlari lagi menuju lapangan meninggalkan Angkasa yang sedang kebingungan memikirkan nasibnya sekarang.Bintang berpikir, ternyata ada baiknya juga ia kesiangan dan tidak memakai dasi. Pagi-pagi sudah membuatnya terbang tinggi.
***
Jam 08.00 akhirnya upacara sudah selesai, semua murid kembali kekelasnya masing-masing. bintang juga sama, ia kembali kekelasnya bersama Rora dan Deva.
Mereka tertawa, lalu Rora melemparkan pertanyaan pada Bintang.
“jadi, ini lo pake dasinya Angkasa Bin?”

KAMU SEDANG MEMBACA
ANGKASA
Teen Fictionini cerita tentang KEYVIEN ANGKASA ATHARIZ cowok tampan yang dingin. Saking dinginnya ia disebut oleh semua murid di SMA MESTIN adalah es batu berjalan. Bagaimana jika cowok dingin, irit ngomong seperti ANGKASA dikejar-kejar oleh cewek bawel dan jug...