Sudah 1 bulan lebih setelah keputusan Bintang dulu, kini mereka benar-benar sangat jauh. Bukan hanya itu, bahkan kedekatan Bintang dan Galaksi sudah sangat dekat terlihat oleh Angkasa setiap hari.
Bintang yang kemana-mana selalu bersama Galaksi, tertawa bersama Galaksi, dan bahkan Angkasa mendengar gosip bahwa Bintang dan Galaksi sudah berpacaran.
Namun Angkasa tetaplah Angkasa, Gengsinya yang sangat besar tetap menyembunyikan semua yang dirasakannya. Ia juga bingung pada dirinya sendiri, kenapa ia merasakan bahwa ia menyukai gadis gila itu.
Setiap malam, sebelum tidur yang selalu ada didalam pikirannya adalah Bintang. Ketika ia melihat Bintang bersama Galaksi, entah mengapa ia merasa tidak suka.
Seperti sekarang, Angkasa sudah hampir setengah jam duduk dikursi kantin dengan kedua temannya. Namun pandangannya tetap pokus pada Bintang yang sedang tertawa dan sesekali menjaili Galaksi.
Bintang pun yang biasanya akan sedih jika bertemu dengan Angkasa kini berbeda. Kini bukan lagi Bintang yang cengeng dan sering menyendiri, Bintang benar-benar sudah kembali menjadi Bintang yang ceria.
"haha, muka kamu kaya pokemon Gal" terdengar jelas di telinga Angkasa Bintang berbicara seperti itu sambil tak henti-hentinya tertawa.
Merasakan ada yang berbeda, Arnold dan Alvi menghentikan aktivitas makannya. Merubah posisi menjadi duduk tegak dan memperhatikan Angkasa.
Arnold mengikuti arah pandang Angkasa, lalu membuka mulutnya lebar-lebar saat mengetahui Angkasa sedang memperhatikan Bintang.
"hayooloohhh, ketauan liatin Bintang teruuss" kata Arnold dengan nada mengejek Angkasa.
Menyadari telah tertangkap basah, dengan cepat Angkasa mengambil ponselnya berpura-pura membuka sosmed dengan fokus.
"kayanya Angkasa sekarang cinta deh sama Bintang, ayey" timpal Alvi dengan intonasi sedikit tinggi membuat Galaksi menoleh karna mendengar ucapan Alvi.
Merasa kesal akhirnya Angkasa pun menjitak kepala kedua temannya dengan keras. "berisik lo!"
"udahlah Sa, kalo emang cinta ya cinta aja gak usah sok-sokan gak cinta" celetuk Arnold.
"si-siapa juga yang cinta, suka aja ngga gue mah" elaknya, namun Arnold bisa melihat jelas bahwa Angkasa sedang berbohong.
"padahal Bintang masih cinta lho sama Lo"
"demi apa?! " jawab Angkasa cepat.
"demi apa kau cinta padaku... Demi apa kau sayang padaku.." Arnold malah bernyanyi lalu diiringi pukulan meja oleh Alvi membuat kerusuhan kantin terjadi.
Bintang yang sedang menikmati baksonya kini jadi mendongak, melihat Arnold dan Alvi yang sedang bernyanyi sambil berjoged tidak jelas.
Tawa-tawa renyah kini terdengar dari setiap murid yang berada di kantin. Bintang yang tadinya tersenyum kini mengalihkan pandangannya dari Arnold dan Alvi pada Angkasa.
Mata mereka bertemu. Jujur, Bintang sangat merindukan Angkasa, Bintang rindu duduk dekat dengan Angkasa. Namun, ia tetap akan menjauhi Angkasa.
Tiba-tiba bel masuk pelajaran terkahir berbunyi. Membuat semua murid yang sedang bersantai kini mulai pergi meninggalkan kantin. Tinggal Angkasa dan ketiga temannya yang masih diam tak memperdulikan bel yang sudah berbunyi nyaring sejak tadi.
"lo gak mau belajar Sa? Biasanya paling seneng kalo soal belajar tuh" kata Arnold seraya menyeruput Jus jeruknya.
"ayo kekelas"

KAMU SEDANG MEMBACA
ANGKASA
Teen Fictionini cerita tentang KEYVIEN ANGKASA ATHARIZ cowok tampan yang dingin. Saking dinginnya ia disebut oleh semua murid di SMA MESTIN adalah es batu berjalan. Bagaimana jika cowok dingin, irit ngomong seperti ANGKASA dikejar-kejar oleh cewek bawel dan jug...