"y yy yo yoongi?" eunha mulai berbicara setelah sekian lama membeku di ambang pintu. Dengan suara yang lemah namun dapat didengar oleh momo. Momo memalinhkan wajahnya kearah suara membuat yoongi juga mengikuti arah pandang momo dan melihat sosok eunha di pintu. Ada sedikit raut kaget dari wajah yoongi. Ingat, hanya sedikit.
"ah eunha? Sejak kapan disitu?" tanya momo sambil tersenyum tanpa rasa bersalah sama sekali, bahkan nada bicara nya seolah tak terjadi apa apa barusan. Padahal tangan nya jelas masih melingkar di pinggang yoongi, hanya tubuhnya saja yang sudah tak menempel dengan tubuh yoongi.
"sejak.... Sejak tadi" balas eunha seadanya.
"kau, kau sejak kapan disini?" tanya eunha dengan suara sedikit parau. Eunha merasa pasokan udara di sekitar nya berkurang, ia merasa sangat sesak sekarang.
"sejak tadi siang" balas momo masih dengan senyumannya.
"o oh..." ucap eunha tak tau dan tak mampu berkata apa lagi. Eunha melirik yoongi yang menatap nya datar, ya tatapan biasa yoongi. Seolah tak terjadi apa apa. Eunha meneguk ludahnya, tenggorokannya terasa kering sekarang.
"kalau be begituu aku ke sebelah, ka kalian berdua ah bukan maksudku ituu ituu aku ke sebelah sajaa... Kalian la lanjut kan mengobrolnya, a aku a ada di sebelah. Di di s s ss sebelah itu kamar ku. Y yya po pokoknya ka kalian berdua s ssaja" eunha bicara tak jelas.
"ah tidak usah, aku akan pulang sekarang. Sebenarnya aku kesini hendak pamitan. Malam ini aku akan kembali ke jepang. Supir ku juga sudah di depan" ucap momo dengan senyuman di wajahnya sambil mengab tasnya dan berdiri kearah pintu. Eunha dan momo saling tatap untuk beberapa saat. Momo menengok kebelakang, menengok kearah yoongi dan melambaikan tangannya. Yoongi hanya membalas dengan senyum tipis. Momo melewati eunha yang tetap diam di pintu.
Sekarang hanya ada yoongi dan eunha dirumah. Suara mobil di luar menandakan bahwa momo sudah pergi. Posisi eunha masih sama. Ia masih berdiri di pintu dengan tatapan kosong. Sedangkan yoongi hanya menatap nya sedikit heran sejak tadi.
"kau baik baik saja? Kau beerhati hati kan tadi saat kunjungan wisata? " ucap yoongi membuyarkan lamunan eunha. Eunha hanya mengangguk dan berbalik menuju kamar nya meninggalkan yoongi yang bingung.
Eunha terduduk di tengah kasurnya sambil memeluk boneka baymax nya yang super besar. Ia meremas kuar boneka nya untuk menahan air mata nya yang mendesak ingin keluar.
"pantas saja yoongi mengabaikan pesan ku" ucap eunha dengan senyum miris.
Eunha sangat ingin berpositif thinking, SANGAT INGIN. Eunha juga ingin memaklumi semua itu karena momo dan yoongi itu teman sejak lama. Tapi itu sulit. Bahkan eunha ingin marah kepada yoongi sekarang, tapi ia takut. Takut yoongi malah menganggapnya tak pengertian.
🌚🌞🌚🌞🌚🌞🌚🌞🌚🌞🌚
Ini sudah sekitar 3 minggu semenjak kejadian momo. Sudah 3 minggu juga eunha bersikap agak sedikit aneh kepada yoongi. Sebenarnya eunha tak berniat begitu, eunha bahkan merasa bahwa sikap nya biasa biasa saja. Namun tidak dengan yoongi, ia dapat merasakan perubahan sikap eunha.
Setiap harinya, tanpa sepengetahuan yoongi eunha seringkali berteriak seolah berbicara pada yoongi. Padahal yoongi sama sekali tak mendengar. Namun eunha terus terusan berteriak seolah yoongi itu dapat mendengar nya.
"YOONGI AKU PERGI SEKOLAH! "
"YOONGI TADI DI BUS ADA ANAK LAKI LAKI DARI SEKOLAH LAIN YANG MENGGODAKU, APA KAU TAK MARAH?"
KAMU SEDANG MEMBACA
MY HOMEMATE
FanfictionYoongi si cowok super pintar harus tinggal bersama eunha si cewek bodoh?
