👩
Aku sedang di kamar ku membereskan pakaian ku, appa juga sedang membereskan pakaian nya.
Ya, kami berdua akan pindah besok. Appa ke busan dan aku kerumah bibi soo. Aku tak bisa membayangkan bahwa aku akan tinggal bersama anak laki laki seumuran ku, apakah dia orang yang baik? Atau sebaliknya? Entahlah.
🌞🌞🌞
Tak terasa sudah pagi. Ini hari minggu jadi aku tak perlu berangkat kesekolah hari ini.
Aku menarik selimut ku, berniat melanjutkan tidur.
"eunhaaaaaaaaaaaaaaa bangun, mandi dan bersiap siaplahhh" teriak appa dari bawah membuat ku teringat suatu hal yang menyebalkan. Ya, aku aka pindah hari ini.
" yaaaaaaaa" ucap ku malas malasan sambil bangun dan menuju kamar mandi.
Aku bersiap siap, aku memilih dress berwarna putih dan memakai sepatu kets pink ku, tak lupa dengan bando berbentuk telinga kucing.
Aku menatap isi kamar ku yang kini sudah kosong. Aku pun turun ke bawah sambil membawa koper besarku berisikan barang barang ku.
Aku turun dan melihat appa sudah siap di dalam mobil nya menunggu.
"ayo kita pergi" ucap appa ku.
Aku melangkah kan kaki berat menuju mobil ku.
Perjalanan menuju rumah bibi soo dan paman han agak jauh, memakan waktu sekitar 20 menit.
Appa memberhentikan mobil di depan sebuah rumah mewah. Aku ternganga melihat rumah itu. Sangat mewah.
Appa memencet bell di samping gerbang rumah itu. Tak lama bibi soo membuka pintu. Dia menatap kami dengan tatapan sumringah.
Dengan sedikit berlari dia membukakan gerbang dan mempersilahkan kami masuk.
Ada taman yang cukup luas mengitari rumah ini. Sangat nyaman. Mungkin tidak terlalu buruk.
"ah masuklah, suamiku sudah menunggu didalam" ucap bibi soo.
Kulihat paman han sedang duduk sambil meminum kopi. Dia yang melihat kami langsung berhenti dan langsung menyambut kami dengan sumringah.
"ahh sahabat ku, kau sudah datang" ucap paman han sambil memeluk appa ku cepat.
"ooh ternyata mereka sahabat, pantas saja". ucap ku dalam hati.
Mata ku melihat lihat isi rumah. Sengaja mencari sosok anak laki laki yang nantinya akan tinggal bersamaku.
"duduklah, anak ku sedang keluar, dia akan kembali nanti sore" ucap paman han membuat ku mengangguk angguk.
"eunha, kemarilah, ikuti bibi, bibi akan mengantar mu ke kamar mu" ucap bibi soo ramah.
" ah ya bibi"
Aku menaiki anak tangga, mengikuti bibi soo yang berada di depan ku. Sampailah kami di depan pintu kamar dan bibi soo membukanya.
Dinding kamar berwarna pink dengan tempat tidur berwarna putih. Sangat indah untuk di jadikan kamar.
"ahh apakah kau suka? Bibi sudah mendekor nya sebisa bibi, bibi sebenarnya sangat ingin memiliki anak perempuan tapi yang ada malah anak laki laki hehehe" ucap bibi soo semangat.
"jadi bibi sudah menganggap eunha sebagai anak bibi sendiri, ah ya dan bibi sangat berharap kau bisa menikah dengan anak ku hihi" ucap bibi han semangat membuat ku kaget.
" ah ya bibi...." jawab ku canggung.
"baiklah eunha, kamu bisa menaruh pakaian mu di lemari sebelah sana. Dan jika mau mandi, kamar mandi nya berada di samping kanan kamarmu, sedangkan di samping kiri kamar mu adalah kamar anak bibi" bibi soo menjelaskan secara rinci.
Aku hanya mengangguk, lalu menyadari 1 hal.
"hah?! Kamar kamu bersebelahan?" tanyaku kaget kepada bibi soo
"hmm iya, lagi pula tak ada lagi kamar yang tersisa di rumah ini"
Aku melengos pasrah, tak ada pilihan lain.
"sayangg, eunha, sini ke bawah" teriak paman han dari bawah. Aku dan bibi soo pun turun.
Sesampainya di bawah...
"sayang, anak kita bilang dia aka pulang cepat, dia sedang di perjalanan, ayo kita kemasi barang kita ke mobil" ucap paman han kepada bibi soo.
"hmmm jadi anak itu akan segera kesini" pikir ku. Entah kenapa aku gugup akan bertemu anak itu.
Aku pun membantu membawa barang bawaan paman dan bibi ke mobil. Ya, mereka akan berangkat sekarang.
Tak lama terpakir mobil di halaman rumah paman han.
"ah itu anak ku sudah pulang" ucap paman han.
Pintu mobil pun terbuka, membuat ku terkejut karena melihat sosok yang keluar dari dalam mobil tersebut.
"YOONGI?!!"
KAMU SEDANG MEMBACA
MY HOMEMATE
ФанфикшнYoongi si cowok super pintar harus tinggal bersama eunha si cewek bodoh?
