Clek
Jihoon melangkahkan kakinya memasuki sebuah kamar dengan nuansa abu-abu di dalamnya. Kedua matanya menilik setiap sudut kamar. Harum vanilla pun langsung tercium di hidungnya. Kaki dan tangannya mulai ia gerakkan untuk menjelajahi lebih dalam ruangan yang sudah menjadi bagian dari hidupnya ini.
Jihoon melangkah perlahan ke arah sebuah meja belajar lalu ia dudukkan pantatnya di sebuah kursi. Kedua matanya menjelajahi setiap sudut yang ada di belajar belajar ini. Dan secara langsung ingatannya kembali berputar, saat dimana ia menghabiskan separuh waktunya untuk berdiam diri di meja belajar ini bersamanya.
Jihoon merindukan masa-masa itu. Masa dimana ia bisa menghabiskan waktu bersamanya. Tetapi ia juga kembali sadar akan keadaan saat ini yang mengharuskannya untuk berusaha rela melepaskan rasa rindu itu.
Sebuah ketukan pintu pun terdengar lalu Jihoon menolehkan kepalanya dan mendapati seorang wanita dewasa datang. Jihoon hanya memperhatikannya.
“kau baik-baik saja ?”
“iya, aku baik-baik saja eommoni.”
Sosok yang dipanggil ibu oleh Jihoon itupun hanya bisa tersenyum sedih karena dibalik ucapan yang ia katakan, pasti jauh di dalam hatinya berlawanan dengan bibirnya.
“ini titipan. Eomma hanya menyampaikan pesan untukmu dari Jinyoung.”
Jihoon melihat sebuah kunci kecil di atas meja, yang baru saja ibu Jinyoung letakkan di samping tangannya. Sudah sangat dekat hubungan mereka bahkan Jihoon memanggil ibu Jinyoung dengan sebutan ibu juga dan Jinyoung adalah sahabatnya sejak ia terlahir di dunia.
“gomawo eomma.” Jihoon menerima pemberian ibu Jinyoung dan setelah itu Jihoon kebali sendirian di kamar yang dulu adalah kamar Jinyoung, sahabatnya.
Jihoon melihat kunci itu dan berfikir, kira-kira kunci apakah itu. Ia berfikir sambil melihat sekitar kamar. Dan akhirnya kedua matanya menangkap sebuah gembok kecil di sebuah laci samping ranjang.
Jihoon melangkahkan kakinya mendekati laci itu dan mulai mencoba untuk membuka laci itu menggunakan kunci yang ia pegang.
Dan terbukalah gembok itu. Tiba-tiba jantung Jihoon berdetak dengan cepat saat ia mulai menarik laci itu dan terlihat sebuah kotak berpita biru di dalamnya.
Dengan perlahan Jihoon mulai mengambil kotak itu dan meletakkannya di pahanya. Melihat dan menebak apa yang ada di dalamnya. Jihoon menarik nafas dalam dan ia mulai menggerakkan tangannya untuk membuka penutup kotak itu.
Hal yang pertama kali Jihoon lihat adalah sebuah kumpulan foto dirinya dalam sebuah bentuk polaroid. Jihoon mengambil kumpulan foto itu yang ternyata jumlahnya ada sepuluh foto. Jihoon berfikir kapan Jinyoung memotret dirinya, karena ia sama sekali tidak mengetahui kalau Jinyoung diam-diam memotretnya. Terbukti dari semua foto yang lihat adalah hasil candid.
Jihoon melihat foto pertama saat ia sedang menangis di sebuah taman. Ia ingat alasan dan kapan kejadian itu terjadi.
“24 desember 2010 saat itu aku menangis karena aku tidak bisa merayakan natal bersama keluargaku dan akhirnya aku memintamu untuk menemaniku hingga larut malam.”
Jihoon membalikkan foto polaroid yang ia pegang saat ini. Dan ia menemukan sebuah tulisan tangan Jinyoung disana.
‘jangan menangis, aku akan selalu disini untukmu dan merayakan natal setiap tahunnya bersamamu.’
KAMU SEDANG MEMBACA
Just One
Fanfictioncerita oneshoot winkdeep dengan berbagai genre dari berbagai lagu yang gw dengerin 📖 SongFiction 👬 All Cast : WinkDeep / DeepWink 🔛 Alur : Gajelas 윙딥 영운히 💞
