FIONA yang berada di goncengan akhirnya risih juga karena sejak tadi Naja masih muter-muter tanpa tujuan, sementara jantungnya sudah dag dig dug tak karuan sambil berdoa agar tak ditilang polisi.
Fiona menepuk bahu Naja, "Na, kita mau kemana sih? Jangan muter-muter dong! Ntar kita ditilang tau!".
Dasar Naja, kuping badak, badan badak juga, "Apaaaaa?". Teriaknya.
Fiona mendecak kesal, karena suara mereka tertelan suara kendaraan.
Akhirnya Fiona merasa lebih baik diam saja, dan berencana nyemprot Naja kalau sudah sampai tujuan.
Di kepala Naja sekarang : mencari mall yang kira-kira bukan tempat Nasha nongkrong sama temen agensinya.
Rencana ini ga boleh ketahuan. Sama sekali tidak.
Tiba-tiba lampu neon muncul di kepala nya, dan ia kini tahu tujuannya.
Gadis gendut itu menarik gas secara tiba-tiba dan membuat Fiona nyaris terpelanting kebelakang.
"NAJAAA! GUE BELUM KAWIN! PELAN PELAAANN!".
***
Belum ada 2 menit mereka lepas dari parkiran, Fiona sudah ngomel-ngomel.
"Lo gausah sok Valentino Rossi gitu! Gue takut tau! Kita belum sarjana, belum kawin juga! Gue belum naikin mak bapak gue haji!". Semprot Fiona habis-habisan.
Naja yang memang dasar hati badak, kuping badak, cuma terkekeh, "Penakut!".
Sejujurnya Naja kaget, hari ini ia mendengar Fiona beberapa kali mengucapkan kalimat yang lebih dari 2 kata. Amazing! Naja membuat kutub utara mencair!
Fiona menghentakkan kakinya kesal.
Naja menarik tangan Fiona, "Cepetan, Fi! Ntar telat!".
Fiona mendelikkan matanya, "Lo mau kemana takut telat? Senam hamil?".
"Ngelahirin!". Naja terkekeh membuat Fiona makin kesal.
"Na, kita ngapain sih ke plaza tempat emak-emak beli baskom gini? Bukannya ke mall yang full AC?". tanya Fiona lagi.
"Gue takut ketemu kakak gue. "
Fiona terkaget, "Lo punya kakak?".
Naja mendecak, "Ya punya lah. Gue anak kedua."
Naja baru sadar Fiona benar-benar cuek dengan keadaan disekelilingnya.
Fiona mengangguk maklum.
"Lo mau tau fakta tentang kakak gue?". Tanya Naja balik.
Fiona mengkerutkan dahinya, "Paan?".
"Dia ga pernah berantem sama abangnya!". Kemudian Naja terkekeh tak berdosa.
Fiona menoyor kepala Naja karena kesal, "Ya iya lah bego! Pe'a lo!".
Naja merasa hari ini benar-benar berbeda. Ia kira berteman dengan sesama cewek akan buruk seperti perkiraannya selama ini, ternyata tidak juga.
Fiona baik, meski rada sarkastis. Tapi Fiona terkesan apa adanya, tidak seperti teman-teman Nasha yang sok imut-imut.
Ternyata benar faktanya, kita tidak boleh mengira-ngira, kecuali setelah mengalaminya sendiri.
***
"Lo mau beli timbangan? Buat paan? Lo mau buka praktek? Kita kan anak mesin, Na?". Rentetan tanya Fiona membuat Naja yang sedang memilah timbangan jadi risih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Me & Fat Burner
ChickLitIni kisah Naja yang berdiri diantara orang sempurna. Kakaknya yang perfect dan bekerja sebagai model, adik laki-lakinya yang tampan dan cool sebagai pemain basket kawakan. Masalah Naja hanya satu, ia gendut. Kelebihan berat badan. Dan membuatnya keb...
