5. Suara Hati Naja (Re-post)

2.9K 280 9
                                        

BUNYI derit pagar merebut perhatian Mama yang sedang menggoreng telur untuk sarapan.

"Na! Naja! Ada orang didepan, tuh! Lihat sebentar nak." seru Mama.

Naja yang sebentar lagi siap-siap mau kekampus, dan memakai baju, cepat menyahut, "Iya, Ma. Bentaaarr! Naja pake baju!".

Karena terburu-buru, di empat tangga terakhir Naja jatuh terduduk karena terinjak roknya.

Bunyi debaman yang dihasilkan dari pantat Naja dan lantai tangga yang beradu, membuat Mama panik dan berlari sambil membawa sendok penggorengan.

"Astagh-"

"Ya ampun, Naja! Ga bisa apa sehari aja ga ceroboh?". Omel Mama.

Naja pun bangun dan mengusap pantatnya sambil meringis, "Mama tega ih, anak sendiri jatuh kok diomelin, huuhh."

"Kamu udah dewasa, kelakuan kayak anak kecil, contoh tu Nasha kakakmu yang kalem, plus kayak cewek tulen." Mama menggelengkan kepalanya sambil terus berkhotbah.

Naja cuma manggut-manggut. Dibandingin sama Nasha? Udah jadi makanannya tiap hari, ia telan lalu melekat ditubuhnya dengan kekal dan kemudian dinamakan; lemak.

Mama menepuk jidatnya,
"Yaa Allah, telur Mama gosong!". Mama langsung lari pontang-panting kedapur.

Naja tidak ambil pusing dan segera kedepan, ada tamu yang menunggu sejak tadi.

***

"Cari siapa, om?". Tanya Naja pada seseorang yang mengenakan baju seragam perusahaan pengiriman barang.

"Ada yang namanya Nazalea Dwiseptia?". Kening Naja berlipat seribu lapis.

"Saya sendiri, om." Jawab Naja.

Si oom kurir tersenyum,  "Saya juga sendiri sih dek, hehehehe."

Naja memutar bola matanya kesal. Pagi-pagi digombalin kurir? Oh no, adakah pembuka pagi yang lebih manis dari ini?

Sebelum Naja sempat bersuara, si oom kurir duluan ngomong, "Bercanda dek, hehe. Saya cuma praktekin lawakan yang ada di dagelan sama meme. Saya kira adek ketawa, rupanya engga. Garing ya? Atau pernah baca?". Si kurir malah nyerocos.

Naja mengangguk-angguk tapi tidak memedulikan ocehan si oom kurir, "Ya ya ya, oom ini nganter apa?".

"Loh, masa si adek gatau sedangkan pesanan ini aja namanya nama adek." Si oom kurir membuka plastik pembungkus kotak paket.

"Nazalea Dwiseptia." Naja membaca namanya sendiri pada kotak. "Yaudah yaudah, mungkin saya lupa. Tandatangan dimana nih?".

Si oom kurir memberikan beberapa kertas dan pena, yang langsung ditandangani oleh Naja  karena Naja tidak ingin memperpanjang waktu lagi.

"Makasih!". Sahut Naja dan langsung menutup pintu.

Si oom kurir menggerutu, "cantik-cantik, sombong! Piye toh anak jaman sekarang?".

***

Naja mengamati kotak paket itu lekat-lekat.

Ia tidak pernah memesan paket apapun. Kalo pun ia beli novel  pasti ia beli ke toko buku langsung. Dirinya tidak terlalu suka belanja online.

Naja membuka bungkusan paket, sebuah kotak dengan merek Zara. Seperti kotak sepatu. 

Di permukaan atas kotak, melekat sebuah bill tanda pembayaran.

Matanya melotot melihat nota yang tertempel.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Me & Fat BurnerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang