53. Rencana Yang Tetap Berlanjut (Part 2)

921 94 18
                                        

SENYUM diwajah Lauren mengembang tatkala ia melihat Naja mulai mengatur posisi, bersama beberapa panitia.

Sedikit lagi, sebentar lagi.


***


Andra memacu mobilnya dengan terburu-buru, bahkan nyaris bertubrukan dengan mobil Papa yang muncul di belokan kompleks rumahnya. Sepertinya Papa marah, mendengar klakson panjang yang masih terdengar hingga Andra keluar dari kompleks.

Tapi Andra tidak peduli, sebisa mungkin ia akan mencegah kemungkinan buruk. Jika pun terlambat, paling tidak, ia tahu apa yang sudah terjadi.

Andra tidak menyangka Lauren bakal langsung ngegas dan melaksanakan satu dari rentetan rencananya secepat ini. Ia kira Lauren masih perlu perencanaan yang matang.

Kakaknya sudah gila, terbutakan dendam yang tidak tahu apa sebabnya.


***

From : Yelyoli <3

Cepet ke sini, sekarang! Emergency!


Yoli mengirimkan sebuah titik lokasi.

Ada apa nih?

Tapi Narya tidak memilih bertanya lebih banyak, ia lebih memilih meletakkan mangkok mie instannya dan memakai pakaian.

Mama yang lagi ngasi makan ikan juga keheranan saat Narya buru-buru mengambil helm di lemari yang terletak di halaman samping.

"Kamu mau kemana?"

"Buru-buru, Ma! Assalamu'alaikum!"

Belum sempat Mama menjawab, Narya sudah keburu pergi.

"Dasar anak jaman sekarang."


***


Naja memandang sekelilingnya dengan grogi. Semua mata tertuju padanya saat ini. Disebelah sana, ia bisa melihat Niko dan Reja. Reja mengangkat kepalan tangannya, memberi semangat.

Tapi wajah Niko terlihat aneh, pandangannya terpaku kesuatu arah. Naja tidak tau Niko memandang siapa.

"Posisi sudah oke!" Teriak panitia pada kameramen.  Kemudian mereka bubar dan kembali ke posisi masing-masing.

"Oke, Satu... Dua... Tiga..."

Naja mencoba memasang senyum terbaiknya.

Wajah Papa yang tampan tiba-tiba melintas tanpa izin.


***


Reja dan Niko serentak bertepuk tangan riuh saat melihat kilau kamera menangkap gambar Naja. Mereka membayangkan Naja yang tampil disampul majalah dengan wajah cantiknya.

Mereka tidak menyadari wajah Naja yang perlahan berubah.

Bahkan hingga kamera memotret untuk kedua kalinya.

Tepuk tangan berubah menjadi kepanikan. Tanpa diperintah, seperti otomatis, Reja berlari menuju Naja yang tiba-tiba sudah terjerembab ke tanah dengan mata terpejam dan wajah memerah.

Sementara Niko terpaku pada wajah cewek itu yang kini tersenyum puas, yang kini perlahan meninggalkan kerumunan.


Me & Fat BurnerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang